Mendukung Pemerintahan Jokowi–Ma’ruf Amin Periode 2019-2024

Oleh : Rahmat Siregar, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan

Tak lama lagi masyarakat Indonesia akan mendapatkan wakil presiden yang baru dengan presiden yang telah menjabat 5 tahun yang lalu. Terpilihnya kembali Joko Widodo tentu bukan tanpa alasan, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin telah berhasil mempertahankan kemenangannya sampai pada sidang sengketa di Mahkamah Konstitusi.

Dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf Amin juga santer mengalir, bahkan dari partai yang sebelumnya menjadi lawan koalisinya.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan Misalnya, meski sebelumnya PAN adalah partai pendukung Capres Prabowo-Sandiaga, ia justru mengajak umat Islam agar dapat bersatu dan mendukung pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Ma’ruf Amin.

Hal tersebut disampaikan oleh Zulhas ketika melakukan pertemuan dengan ulama di kantor Dewan Dakwah Islamiyah (DDII) di jalan Kramat Raya. Jakarta Pusat.

Wakil Ketua MPR tersebut juga meminta agar umat Islam di Indonesia dapat bersatu dengan menjaga kerukunan dan keamanan. Hal tersebut ia katakan lantaran tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia kedepan akan semakin berat sehingga perlu ada kerjasama dan kebersamaan.

Zulhas menuturkan bahwa pelaksanaan pemilu, baik pelaksanaan pilpres maupun pileg tersebut merupakan salah saatu jalan bagi rakyat Indonesia untuk bersatu, bukan justru menjadi terpecah belah.

Terkait dengan dukungannya, Zulhas menegaskan bahwa PAN mendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin tanpa syarat apapun.

Dalam berbagai kesempatan, Zulkifli memang selalu menegaskan dukungan politik partainya kepada pemerintahan ke depan, meskipun dalam hal itu terkadanga bertolak belakang dengan sikap salah seorang pendiri PAN Amien Rais.

Dukungan tersebut nyatanya mendapat apresiasi dari mantan koleganya dalam koalisi adil dan makmur, DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud Aliyudin menilai sikap PAN dapat menjadi contoh yang baik dalam sebuah manuver politik.

Suhud menyatakan bahwa masyarakat tidak suka terhadap elit politik yang hanya mementingkan sebuah kursi jabatan dan kekuasaan saja. Tanpa berpikir lebih jauh soal keinginan yang ada di masyarakat.

Sebelumnya, Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menyatakan dukungannya terhadap terpilihnya Jokowi-Ma’ruf Amin. Ia mengajak masyarakat Indonesia untuk memberikan kesempatan kepada pemerintah yang baru agar sukses mengemban amanat rakyat.

Menurutnya, apabila pemerintah sukses, rakyat akan bahagia. Ia pun menitipkan harapannya kepada Jokowi-Ma’ruf sebagai pemimpin kedepan.

Ketua Umum Partai Demokrat tersebut mengatakan, membangun pemerintahan yang baik merupakan agenda berkesinambungan dari satu pemimpin ke pemimpin lainnya.

Ia juga menekankan bahwa Indonesia merupakan negara majemuk dari sisi identitas. Mulai dari agama, paham bahkan aliran politik dan strata ekonomi.

Dilihat secara historis, kemajemukan ini di satu sisi merupakan anugerah dan kekuatan. Namun pada sisi yang lain merupakan kerawanan, sumber konflik dan kelemahan bangsa.

Dukungan terhadap pelantikan Jokowi-Ma’ruf Amin pun terus mengalir, seperti halnya di kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis, sejumlah Kepala Desa Kecamatan Bantan telah mendeklarasikan dukungannya untuk mensukseskan pelantikan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden Periode 2019-2024.

Kepala Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bantan Samsul Arifin beserta Majelis Ulama Indonesia (MUI) kecamatan Bantan mendeklarasikan dukungannya untuk mensukseskan pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober nanti.

Pihaknya juga menolak aksi unjuk rasa yang anarkis, menolak terorisme dan radikalisme, serta mendukung pelantikan presiden republik Indonesia, ia juga mengajak serta agar masyarakata dapat menciptakan suasana yang tertib, aman dan damai.

Senada dengan yang pernah dikatakan oleh Ketua Gerakan Alumni UI Fajar Soeharto, ia menuturkan aksi unjuk rasa yang dapat mengancam stabilitas nasional ini sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan. Oleh karena itu, perlu respon yang tegas dari berbagai elemen masyarakat termasuk alumni perguruan tinggi.

Gerakan alumni UI menyatakan akan tetap dan terus konsisten mendukung dan mengawal Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Pihaknya juga akan menentang tindakan inkonstitusional dan tindakan tercela.

Fajar menambahkan, kegiatan aksi dalam menyampaikan pendapat seperti orasi publik, mesti mengikuti aturan hukum. Selain itu, aksi-aksi tersebut tidak boleh bertentangan dengan prinsip-prinsip NKRI.

Dalam menyambut pelantikan Presiden dan Wakil Presiden tentu harus didasari dengan semangat suka cita dan legowo, karena Presiden dan Wakil Presiden terpilih telah melalui berbagai rangkaian proses Pemilu 2019 dengan baik.

BERITA TERKAIT

Mereka yang Terancam Tenggelam

Oleh: Amanda Katili Niode, Ph.D., Manager, Climate Reality Indonesia Baru-baru ini sebuah studi yang dipaparkan di jurnal ilmiah Nature Communications…

Radikalisme Sebuah Paham Manipulasi Kebenaran Penghambat Kemajuan

  Oleh : Ridho Airlangga, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan Di zaman now, radikalisme digerakkan untuk mengganti asas negara. Targetnya, penegakan sistem…

Karhutla dan Pidana Pemegang Saham

Oleh : Dr. Ari Yusuf Amir, SH, MH., Praktisi Hukum Kejaksaan Tinggi Riau, pada 12 November lalu,  menyatakan berkas kasus…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Ekonomi Syariah Jadi Jalan Keluar

Oleh: Sarwani Hari-hari ini masyarakat merasakan ekonomi berjalan lambat. Bergerak tetapi tidak cukup untuk menciptakan pertumbuhan yang dapat menyerap angkatan…

Pendidikan Karakter Pancasila

Oleh: Donny Gahral Adian, Pengajar Filsafat UI Sekilas, barangkali formulasi judul tulisan ini terasa normatif. Namun, bila kita berangkat dari…

Komitmen Pemerintah Mewujudkan Indonesia Maju

  Oleh : Rahmat Kartolo, Pengamat Sosial Politik   Presiden Jokowi dan KH. Ma’ruf Amin berkomitmen untuk mewujudkan Indonesia maju.…