Ayam Geprek Menara Tawarkan Sistem Waralaba

NERACA

Jakarta - Menu makanan ayam dari dulu sampai sekarang sangat banyak digemari di semua kalangan masyarakat. Mulai dari ayam goreng, ayam crispy ala KFC , ayam saus barbeque, ayam penyet, ayam geprek dan menu ayam kekinian yang lainnya. Penggemar makanan berbahan ayam mulai dari anak kecil sampai orang tua pun tak mau ketinggalan. Mereka mempunyai favorit masing masing.

Di aplikasi Grabfood, menu ayam geprek dipesan hingga 13 juta kali sepanjang 2018. Menu ayam juga menjadi favorit di Indonesia, Malaysia dan Singapura. Jenisnya memang beda, tapi ayam bertengger di posisi teratas menu paling disukai ketiga negara tersebut. Itu artinya potensi bisnis ayam geprek ini sangat menggiurkan.

Pasarnya sangat besar dan peluangnya masih sangat bagus. Semakin hari semakin banyak brand ayam geprek bermunculan, jadi jika ingin berbisnis ayam geprek maka perlu pintar dalam memilih brand yang memiliki pembeda dengan brand ayam geprek lainnya.

Salah satu brand ayam geprek yang menawarkan waralaba ayam geprek yang berbeda dengan ayam geprek lain adalah brand Ayam Geprek Menara. Ketika yang lain hanya mengandalkan menu ayam geprek dengan sambal korek, ayam geprek menara berinovasi dengan menu-menu kekinian seperti jamur crispy geprek, telur geprek dan mix geprek.

Ayam Geprek Menara juga mengklaim sebagai pelopor ayam geprek yang menggunakan aneka sambah buah seperti sambal pencit ( mangga muda), sambal strawberry, sambal apel, sambal belimbing wuluh dan sambal andalan dari ayam geprek menara yaitu Sambal Sari Nanas. Tak hanya itu, Ayam Geprek Menara juga menawarkan sayur kremes alias sayur krispy.

“Kedepannya ayam geprek menara akan menambah menu menu baru dan sambal sambal baru. Ayam Geprek Menara ini juga menyediakan paket lengkap dengan minumannya, sehingga pelanggan akan dimanjakan dengan pedasnya sambal buah yang nyegerin dan minuman minuman kekinian dari ayam geprek menara,” kata Marketing Ayam Geprek Menara, Rahma yang dikutip dalam keterangannya, Jumat (18/10).

Dengan gerobak yang eye catching dan kekinian, kemasan yang keren, menu yang kekinian dan tidak ada di ayam geprek brand lain, ayam geprek menara menjadi peluang usaha yang menggiurkan karena disamping mudah dijalankan, pasarnya juga sangat besar.

Sampai dengan bulan November ini franchise ayam geprek menara memberikan promo diskon pahlawan sebesar 2.5 Juta. “Jadi paket usaha waralaba ayam geprek menara yang sebelumnya 10 juta , kini bisa didapat hanya dengan 7.5 juta saja sudah termasuk booth yang kekinian,” katanya.

Bahkan ayam geprek menara memberikan paket khusus dengan harga special untuk yang mau memulai usaha Ghost Kitchen Ayam Geprek Menara, jadi tidak perlu booth, cukup jualan online ( via Grabfood dan Gofood). “Jadi usaha ayam geprek menara ini bisa mulai dengan modal dapur rumah yang udah ada, nanti kami berikan panduan bagaimana mendaftar di Gofood dan Grabfood, tentu paket Ghost Kitchen ini sangat terjangkau harganya,” tutupnya.

BERITA TERKAIT

Adhi Commputer Properti (ACP) Kenalkan 3 Proyek

    NERACA   Jakarta - PT Adhi Commuter Properti (ACP) sebagai terus mengembangkan kawasan yang berkonsep Transit Oriented Development…

Pengusaha Dukung Pemerintah Jembatani Gap Harga EBT

    NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM, F.X Sutijastoto…

Persiapan MotoGP di Mandalika, ITDC Bentuk MGPA

    NERACA   Jakarta - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Badan Usaha Milik…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Realisasi Belanja Negara Hingga Oktober Capai 73,1%

    NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa realisasi belanja negara sejak Januari hingga Oktober…

Cara Menpan RB Rampingkan Birokrasi

    NERACA   Jakarta - Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo menyampaikan langkah-langkah perampingan…

Kemendagri Minta Pemda Evaluasi Perda Terkait Dugaan Desa Fiktif

    NERACA   Jakarta - Kementerian Dalam Negeri meminta pemerintah daerah agar mengevaluasi peraturan daerah pembentukan desa terkait belakangan…