Laba Bersih Unilever Terkoreksi 24,37%

NERACA

Jakarta – Pencapaian kinerja keuangan PT Unilever Indonesia Tbk di kuartal tiga tercatat negatif. Dimana perseroan dalam laporan keuangannya membukukan laba sebesar Rp5,51 triliun. Perolehan laba pada periode itu turun 24,37% dibandingkan dengan laba di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp7,29 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Namun demikian, penjualan Unilever masih tumbuh positif. Perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp32,36 triliun. Perolehan itu tumbuh 2,63% dibandingkan dengan penjualan hingga kuartal III/2018 sebesar Rp31,53 triliun. Pertumbuhan penjualan ditopang dari segmen home and personal care yang tumbuh 4,46% secara tahunan. Penjualan di segmen itu mencapai Rp22,35 triliun atau berkontribusi 69,05% terhadap total penjualan.

Sementara itu, segmen foods and refreshement turun 1,23% menjadi Rp10,02 triliun. Segmen ini berkontribusi 30,95% terhadap total penjualan. Perseroan mampu menjaga kenaikan harga pokok penjualan di level 1,35% menjadi Rp15,92 triliun, sedangkan biaya pemasaran tumbuh 2,94% secara tahunan menjadi Rp6,10 triliun. Adapun, biaya keuangan naik mencapai 7,67% menjadi Rp169,33 miliar.

Perseroan memiliki jumlah aset sebesar Rp20,81 triliun per 30 September 2019, naik 2,36% dari jumlah aset per 31 Desember 2018 sebesar Rp20,33 triliun. Adapun, jumlah liabilitas seebsar Rp13,93 triliun dan ekuitas sebesar Rp6,89 triliun. Sebagai informasi, perseroan juga berencana menggelar stock split saham. Perseroan bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 20 November 2019 dengan agenda meminta persetujuan pemegang saham untuk stock split.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia, Sancoyo Antarikso pernah bilang, salah satu agenda penyelenggaraan RUPSLB tersebut untuk meminta persetujuan kepada pemegang saham tentang rencana perseroan melakukan perubahan nilai nominal saham atau stock split. Rapat tersebut juga akan menetapkan rasio stock split.Untuk waktu pelaksanaan stock split, perseroan masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB.

Selain terkait stock split, agenda RUPSLB juga akan membahas usulan perubahan direksi perseroan.Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Amparo Cheung Aswin sebagai direktur perseroan yang akan berlaku efektif terhitung sejak 1 Oktober 2019 dan akan mengusulkan pengangkatan Rizki Raksanugraha sebagai direktur perseroan menggantikan Amparo.Rizki Raksanugraha sebelumnya merupakan direktur operasional Danone Indonesia.

Dia tercatat memiliki pengalaman lebih dari 27 tahun di bidang supply chain, baik di Indonesia maupun negara lainnya seperti Thailand serta beberapa negara di Timur Tengah, Eropa, dan China. Pada penutupan perdagangan Kamis (17/10), saham UNVR berakhir melemah 1,86% ke level Rp44.750. Di posisi itu, saham UNVR turun 850 poin dibandingkan dengan harga penutupan perdagangan hari sebelumnya.

BERITA TERKAIT

Geliatkan Transaksi Pasar ETF - BEI Berikan Insentif Hapus Biaya Transaksi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan pasar exchange traded fund (ETF), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berbenah melakukan pembangunan infrastruktur,…

Pertebal Likuiditas - Adhi Karya Rencanakan Rights Issue dan PMN

NERACA Jakarta – Geliatnya pembangunan infrastruktur yang tengah di bangun pemerintah memacu PT Adhi Karya (Perseo) Tbk (ADHI) untuk mengembangkan…

Maybank Indonesia Cetak Laba Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Pendapatan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) sepanjang tahun 2019 kemarin tumbuh 3,7% menjadi Rp10,8 triliun,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kadin: Industri Tidak Bisa Langsung Tumbuh Meski Harga Gas Turun

NERACA Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) menilai bahwa penurunan harga gas industri yang rencananya akan mulai berlaku…

Beli Rumah di Usia Muda Bukan Lagi Mustahil

Empat tahun sejak di lantik menjadi perwira polisi, Nuril Fajar (25) memberanikan diri mengambil rumah di usia muda. Hal ini…

PP Properti Rilis Obligasi Rp 401,3 Miliar

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnisnya, emiten properti PT PP Properti Tbk (PPRO) akan menerbitkan dua seri obligasi senilai dari…