Serapan Lelang SBSN Capai Rp7,04 Triliun

NERACA

Jakarta - Direktorat Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penyerapan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp 7,04 triliun. Adapun SBSN yang dilelang meliputi seri SPNS02042020 (reopening), PBS002 (reopening), PBS026 (new issuance), PBS022 (reopening) dan PBS015 (reopening).

Berdasarkan pengumuman resmi DJPPR Kemenkeu, Kamis (17/10) total penawaran yang masuk sebesar Rp 29,9 triliun, total nominal yang dimenangi sebesar Rp 7,04 triliun. Adapun jumlah penawaran yang masuk untuk SPNS02042020, PBS002, PBS026, PBS022 dan PBS015 masing-masing Rp 13,36 triliun, Rp 8,25 triliun, Rp 5,88 triliun, Rp 1,73 triliun dan Rp 674,3 miliar.

Penawaran imbal hasil (yield) yang masuk untuk kelima seri SBSN masing-masing 6,00000 persen, 6,87500 persen, 7,18750 persen, 8,09375 persen dan 8,53125 persen. Sedangkan penawaran yield terendah masing-masing 5,31250 persen, 6,46875 persen, 6,78125 persen, 7,90625 persen dan 8,09375 persen.

Atas penawaran tersebut, yield rata-rata tertimbang yang dimenangi untuk SPNS02042020, PBS002, PBS026, dan PBS015 ditetapkan masing-masing 5,41138 persen, 6,56557 persen, 6,83978 persen dan 8,24886 persen. Khusus untuk yield, jumlah nominal dimenangi, dan bid-to-cover-ratio seri PBS022, DJPPR tidak menetapkan hasil lelangnya.

Kelima seri SBSN tersebut akan jatuh tempo masing-masing pada 2 April 2020, 15 Januari 2022, 15 Oktober 2024, 15 April 2034, dan 15 Juli 2047. Tanggal pembayaran imbalannya masing-masing pada akhir periode, pada 15 Januari dan 15 Juli, pada 15 April dan 15 Oktober, pada 15 April dan 15 Oktober serta pada 15 Januari dan 15 Juli.

DJPPR Kemenkeu menetapkan tingkat imbalan untuk SPNS02042020, PBS002, PBS026, PBS022 dan PBS015 masing-masing berupa diskonto, 5,45000 persen, 6,62500 persen, 8,62500 persen dan 8,00000 persen. Jumlah nominal yang dimenangi untuk seri SPNS02042020 adalah Rp 1 triliun, seri PBS002 sebesar Rp 3 triliun, seri PBS026 sebesar Rp 2,65 triliun, dan seri PBS015 senilai Rp 390 miliar.

Adapun nilai kompetitif yang dimenangi untuk seri-seri SBSN tersebut masing-masing Rp 500 miliar, Rp 2,1 triliun, Rp 1,89 triliun, dan Rp 273 miliar, dengan bid to cover ratio masing-masing 13,36, 2,75, 2,22 dan 1,73. Tanggal settlement kelima seri SBSN tersebut adalah 17 Oktober 2019.

BERITA TERKAIT

Industri Keuangan Diingatkan Pentingnya Mitigasi Terhadap Gejolak

    NERACA   Jakarta - Kepala Riset Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Lando Simatupang mengingatkan pentingnya mitigasi bagi industri…

DNKI : Transaksi Nontunai Baru 34%

    NERACA   Jakarta - Head of Project Management Office Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) Djauhari Sitorus mengatakan saat…

LPS Sebut Telah Likuidasi 101 Bank

      NERACA   Purwokerto - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak tahun 2005 telah melikudiasi sebanyak tujuh Bank Perkreditan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Jadi Pesaing Bank, Bunga Fintech Masih Tinggi

    NERACA   Jakarta – Hadirnya perusahaan-perusahaan Financial Technology (Fintech) di industri jasa keuangan cukup diterima oleh masyarakat luas.…

Fintech ALAMI Raih Pendanaan dari 4 Investor Multinasional

    NERACA   Jakarta - Perusahaan fintech peer to peer (P2P) financing syariah ALAMI mengumumkan komitmen pendanaan dengan empat…

Bank Muamalat Salurkan Pembiayaan ke Supplier Barata Indonesia

    NERACA   Jakarta – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. melakukan kerja sama Supply Chain Financing (SCF) dengan PT…