Arkha Jayanti Raih Kontrak Baru Rp 60 Miliar - Garap Proyek di Jawa Timur

NERACA

Jakarta - Perusahaan di bidang teknik dan manufaktur alat alat berat, PT Arkha Jayanti Persada Tbk (ARKA) mengantongi kontrak baru senilai Rp60 miliar dari proyek Jambaran-Tiung Biru di Bojonegoro Jawa Timur. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan mendapatkan kontrak baru dari PT Swadaya Graha pada 14 Agustus 2019. Kontrak baru itu berupa supply, fabrication & installation, serta installation of steel structure package 2 JTB project. Corporate Secretary Arkha Jayanti Persada, Doddy Prasetio Nugroho mengatakan, periode kontrak sejak 14 Agustus 2019 hingga 31 Maret 2020. Perseroan memperkirakan nilai kontrak sebesar Rp60 miliar.

Doddy menambahkan, kontrak tersebut berdampak positif terhadap kegiatan operasional perseroan karena perseroan mendapatkan kepercayaan untuk melakukan pekerjaan suplai dan fabrikasi untuk proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB)."Perusahaan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan PT Swadaya Graha,"ujarnya.

Pada semester I/2019, perseroan membukukan penjualan senilai Rp50,80 miliar atau naik 17,08% secara tahunan. Konstruksi baja memberikan kontribusi terbesar terhadap penjualan senilai Rp19,17 miliar, diikuti penjualan komponen Rp17,60 miliar, body dump Rp11,85 miliar, dan jasa pengangkutan batu bara Rp2,17 miliar.

Sejalan dengan kenaikan penjualan, pada paruh pertama tahun ini perseroan berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp4,20 miliar, setelah mengantongi rugi bersih senilai Rp1,26 miliar pada semester I/2018. Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 135,62 miliar hingga Rp 146,06 miliar. Sedangkan untuk laba, diproyeksikan bisa bertumbuh menjadi Rp 2,74 miliar hingga Rp 2,95 miliar pada tahun ini.

Saat ini, utilitas mesin produksi ARKA baru mencapai 20% saja dari seluruh potensi produksi. Dimana dari kapasitas produksi sekitar 25.000 ton, selama ini baru bisa memproduksi sekitar 5.000 ton karena keterbatasan supply bahan baku. Maka dengan mengantungi dana hasil IPO, perseroan memproyeksikan bisa meningkatkan kapasitasproduksi 70% hingga 80%. Asal tahu saja, ARKA mengoperasikan dua buah pabik yang berada di Bogor dan Labuan, Jawa Barat. Pabrik ARKA di Bogor adalah pabrik cutting. Sedangkan untuk pabrik ARKA di Labuan adalah pabrik untuk proses las.

BERITA TERKAIT

Danai Pembelian Tanah - Indo Bintang Mandiri Tawarkan 25% Saham Ke Publik

NERACA Jakarta – Perusahaan manufaktur kampas rem, PT Indo Bintang Mandiri Tbk berencana melangsungkan penawaran umum perdana saham (initial public…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MPRO

NERACA Jakarta-Mempertimbangkan karena terjadi kenaikan harga saham di luar kewajaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara atau suspensi atas…

Sikapi Investasi Ilegal - BOSS Tidak Ada Hubungan dengan Hanson

NERACA Jakarta –Menyikapi kasus investasi ilegal yang dilakukan PT Hanson International Tbk (MYRX) dan menyeret PT Borneo Olah Sarana Sukses…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Industri Pariwisata Tumbuh - BTN Siap Garap Dana Murah di Bengkulu

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) terus memperkuat strategi bisnisnya di Bengkulu dengan membidik seluruh segmen nasabah pada berbagai produk…

Tingkat Hunian Kamar Naik 9,6% - Eastparc Hotel Raup Laba Rp 5,8 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Eastparc Hotel Tbk (EAST) berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 5,8…

Berkah Menjadi Sub Holding Gas - PGN Pede Penggunaan Gas Bumi Akan Lebih Optimal

Menyadari luasnya cakupan wilayah Indonesia dan juga besarnya populasi masyarakatnya, tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi PT Perusahan Gas Negara (Persero)…