IPO Itama Ranoraya Oversubscribed 34,96 Kali

NERACA

Jakarta – Penawaran umum saham perdana PT Itama Ranoraya mendapatkan respon positif dari investor. Dimana berdasarkan hasil penawaran di lapangan, saham emiten yang bergerak di bidang distribusi alat kesehatan ini mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 34,96 kali.

Director Investment Banking PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Mukti Wibowo Kamihadi mengatakan, penawaran umum saham Itama Ranoraya mengalami kelebihan pemesanan 34,96 kali.”Oversubscribed 34,96 kali dari pooling," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan telah menyelesaikan masa penawaran umum pada 2-8 Oktober 2019. Harga penawaran saham sebesar Rp374 per saham. Jumlah saham yang ditawarkan sebesar 400 juta saham. Dalam prospektus awal, jumlah saham yang akan ditawarkan lewat skema penjatahan pasti (fixed allotment) sebanyak 99% atau 396 juta dan hanya 1% atau 4 juta saham yang dilepas lewat penjatahan terpusat (pooling).

Perseroan telah menunjuk PT BNI Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Perseroan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 15 Oktober 2019. Mukti menjelaskan, kisaran harga penawaran awal sekitar Rp315-Rp375 per saham mencerminkan proyeksi price earning ratio (PER) pada level 10,94 kali-13,03 pada 2020. Menurutnya, level PER itu cukup menarik dibandingkan dengan PER industri distribusi alat kesehatan di tingkat regional rata-rata 16 kali."PER cukup menarik ke depan. Ini memberikan ruang cukup bagi investor untuk mendapatkan keuntungan," katanya.

Sebelumnya, perseroan bakal menggunakan dana dari hasil IPO sekitar 60% untuk mengembangkan pusat dan jaringan pemasaran secara bertahap di beberapa kota di Indonesia pada tahun ini dan tahun depan, sedangkan 40% lainnya untuk memperkuat modal kerja perseroan.

Itama Ranoraya merupakan distributor alat kesehatan. Perusahaan mendistribusikan beberapa perangkat medis seperti Oneject Auto Disable Syringe (ADS), Abbot Diagnostik, TerumoBCT, dan Ortho Clinical Diagnostic. Adapun, pangsa pasar perseroan banyak berasal dari institusi kesehatan swasta. Produk perseroan juga telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Utama Itama Ranoraya, Teten W. Setiawan pernah bilang, perseroan telah berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri peralatan kesehatan."Perseroan sudah memperoleh beberapa pencapaian melalui kerjasama dengan pemerintah seperti pengadaan alat suntik dan Reagensia Screening Darah untuk Palang Merah Indonesia. Memenuhi kebutuhan ADS untuk BKKBN Dinas Kesehatan Daerah, Rumah Sakit, Puskesmas, dan Apotik, memenuhi kebutuhan bahan habis pakai Terumo Bct di Klinik Spesialis,"ujarnya.

Disampaikannya, pertumbuhan industri alat kesehatan (alkes) nasional setiap tahunnya mampu naik duakali lipat dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jika setiap tahunnya ekonomi nasional tumbuh 5%, maka dapat diperkirakan kenaikan industri alkes mencapai 10% tiap tahunnya. Berdasarkan penelitian KPMG, Indonesia merupakan pasar peralatan medis dengan pertumbuhan paling cepat di dunia. Pasar peralatan medis Indonesia diperkirakan bernilai US$ 747,3 juta dan diperkirakan mencapai US$ 1.197,2 miliar di 2019.

BERITA TERKAIT

Geliatkan Transaksi Pasar ETF - BEI Berikan Insentif Hapus Biaya Transaksi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan pasar exchange traded fund (ETF), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berbenah melakukan pembangunan infrastruktur,…

Pertebal Likuiditas - Adhi Karya Rencanakan Rights Issue dan PMN

NERACA Jakarta – Geliatnya pembangunan infrastruktur yang tengah di bangun pemerintah memacu PT Adhi Karya (Perseo) Tbk (ADHI) untuk mengembangkan…

Maybank Indonesia Cetak Laba Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Pendapatan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) sepanjang tahun 2019 kemarin tumbuh 3,7% menjadi Rp10,8 triliun,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kadin: Industri Tidak Bisa Langsung Tumbuh Meski Harga Gas Turun

NERACA Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) menilai bahwa penurunan harga gas industri yang rencananya akan mulai berlaku…

Beli Rumah di Usia Muda Bukan Lagi Mustahil

Empat tahun sejak di lantik menjadi perwira polisi, Nuril Fajar (25) memberanikan diri mengambil rumah di usia muda. Hal ini…

PP Properti Rilis Obligasi Rp 401,3 Miliar

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnisnya, emiten properti PT PP Properti Tbk (PPRO) akan menerbitkan dua seri obligasi senilai dari…