TPIA Gunakan Kas Internal Lunasi Obligasi

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) memastikan akan menggunakan dana internal untuk menulasi obligasi yang jatuh tempo senilai Rp 361,4 miliar. Investor Relation PT Barito Pacific Tbk, Allan Alcazar mengatakan, anak usahanya itu mengandalkan kas internal untuk pelunasan obligasi jatuh tempo. Chandra Asri merupakan entitas anak PT Barito Pacific Tbk dengan kepemilikan saham 41,51%.

Sebagai informasi, Chandra Asri memiliki obligasi jatuh tempo senilai Rp361,4 miliar pada 22 Desember 2019. Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2019, TPIA memiliki kas dan setara kas sebesar US$648,95 juta. Chandra Asri Petrochemcial menjadikan obligasi sebagai salah satu instrumen penggalangan dana di pasar modal. Hingga Juli 2019, total outstanding obligasi emiten berkode saham TPIA itu mencapai Rp2,75 triliun.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), ada 10 seri obligasi Chandra Asri Petrochemical yang tercatat. Total outstanding-nya mencapai Rp2,75 triliun. Terbaru, entitas anak PT Barito Pacific Tbk. ini merilis obligasi berkelanjutan II Tahap II Tahun 2019 senilai Rp750 miliar pada 31 Mei 2019. Surat utang tersebut memiliki tenor 3 tahun dan kupon 9,5% per tahun.

Sebagai informasi, Chandra Asri mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar US$ 294 juta pada tahun depan. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan bisnis dan ekspansi perseroan. Direktur Chandra Asri, Suryandi pernah bilang, perseroan akan menggunakan kas perusahaan untuk memenuhi belanja modal tersebut.

Saat ini, perseroan masih memiliki kas sekitar US$ 649 juta per semester I-2019. Menurut dia, perseroan juga diperkirakan akan menerbitkan surat utang untuk memenuhi capex. Namun, Chandra Asri masih mempertimbangkan kondisi pasar sebelum menerbitkan instrumen tersebut.

BERITA TERKAIT

Kemanan Biometrik Keharusan Bagi Konsumen

Sembilan dari sepuluh pemegang kartu kredit di Indonesia bersedia untuk beralih dari bank, penyedia kartu pembayaran, atau penyedia ponsel demi…

Laba Bersih Tower Bersama Terkoreksi 1,84%

Di kuartal tiga 2019, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) membukukan laba bersih sebesar Rp 611,96 miliar atau turun tipis…

Biaya Eksplorasi Antam Capai Rp 17,16 Miliar

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam melaporkan kegiatan eksplorasi pertambagan pada bulan Oktober 2019 dengan biaya yang sudah dikucurkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gandeng Kerjasama DKPPU - Kobi Abah Siap Majukan Ekonomi Kerakyatan

Membuka wawasan para santri akan pentingnya industri penerbangan dalam pembangunan ekonomi, menjadi asalan Santri Millenial Center (Simac) bersama DKPPU (Direktorat…

Catatkan Laba Rp 801 Miliar - BTN Terus Pertebal Pembentukan CKPN

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus memupuk rasio Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) perseroan untuk mempersiapkan…

Siapkan Dana Rp 200 Miliar - Mega Manunggal Bakal Buyback Saham

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, PT Mega Manunggal Properti Tbk (MMLP) akan melakukan pembelian kembali (buyback)…