Bukit Santiong, Pilihan Destinasi Paralayang di Subang

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat bersiap menjadikan kawasan wisata Bukit Santiong di Kabupaten Subang, Jawa Barat, sebagai objek wisata bagi pencinta olahraga paralayang dan gantole. "Bukit Santiong di Kabupaten Subang saat ini mulai naik daun sebagai destinasi wisata khususnya bagi pencari sensasi adrenalin dengan olahraga paralayang dan gantole," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik, di Bandung, seperti yang dikutip dari Antara

Terletak di Desa Cicadas, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, Bukit Santiong menawarkan panorama indah di ketinggian yang dijamin memanjakan mata wisatawan yang mencintai olahraga paralayang. Menurut dia, setelah berkeliling melakukan kunjungan kerja ke Subang akhir pekan lalu, kawasan tersebut layak digenjot sebagai destinasi wisata baru. "Udaranya sangat sejuk, pemandangan hamparan kebun teh hijau, ini cocok buat wisatawan milenial yang hobi selfie selain olahraga ekstrem," ujarnya.

Dia mengatakan Bukit Santiong bisa menjadi pilihan penggemar olahraga terbang selain daerah Sumedang dan Majalengka. Bukit Santiong yang memiliki ketinggian 150 meter dan angin yang mendukung, maka bukit ini banyak diburu para penggemar olahraga udara, baik nasional maupun internasional."Ketika saya ke sana wisatawan mancanegara nampak menikmati suasana di Bukit Santiong dan menyampaikan bahwa mereka sangat menikmati keindahan alam di sana," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan Bukit Santiong harus diperkenalkan pada publik agar tersedia ragam pilihan destinasi wisata bagi wisatawan. Oleh karena itu, Disparbud Jawa Barat akan terus mendorong dan menggali tempat-tempat baru tersebut. "Tentunya kami akan gali terus potensi di daerah selain mengoptimalkan obyek wisata yang sudah ada, kita harus terus memaksimalkan destinasi-destinasi wisata baru yang ada di daerah, sekaligus bukti bahwa Jabar memiliki potensi wisata yang melimpah," katanya.

Paralayang adalah salah satu olahraga ekstrem yang sukses menarik minat banyak orang untuk mencobanya. Bahkan tak jarang yang 'kebablasan' untuk menekuninya agar mendapatkan lisensi terbang tunggal. Sensasi mengendalikan parasut dan melihat panorama dari ketinggian, adalah dua hal yang menjadi daya tarik utama paralayang. Tak heran jika banyak tempat yang menawarkan kegiatan ini lengkap dengan pemandangan yang spektakuler.

Mengutip Ecophiles berikut adalah enam lokasi paralayang di dunia yang pemandangannya menakjubkan.

1. Makapuʻu, Hawaii

Makapu'u adalah nama sebuah tempat yang masuk dalam Pulau O'ahu. Untuk kegiatan paralayang, wisatawan harus menuju Teluk Hanauma dan mendaki sekitar 197 meter di atas permukaan laut.

2. Liathach, Skotlandia

Gunung Liathach memiliki ketinggian sekitar 1.055 meter di atas permukaan laut, dari tempat ini biasanya penggemar paralayang akan memulai kegiatan terjun bebas.

3. Grindelwald, Swiss

Swiss adalah negara yang memiliki banyak dataran tinggi, salah satunya adalah Desa Grindelwald. Di tempat ini adalah sebuah lokasi paralayang yang terletak di ketinggian 2.167 meter di atas permukaan laut. Air terjun, Geyser, hingga hamparan puncak gunung adalah pemandangan yang bisa dilihat di sini.

4. Oludeniz, Turki

Oludeniz terletak di kawasan pesisir sebelah barat daya Turki, teluk dengan latar belakang biru dan hamparan hutan adalah pemandangan yang disajikan di sini. Para penikmat paralayang bisa memulai kegiatannya di Gunung Babadag yang terletak 1.969 meter di atas permukaan laut.

5. Rainbow Beach, Australia

Terletak sekitar 240 kilometer di sebelah utara Brisbane, Rainbow Beach adalah lokasi idaman untuk kegiatan paralayang. Untuk memulainya, sambangi saja Carlo Sand Blow yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Cooloola Great Sandy. Karena lokasinya berada di kawasan taman nasional, maka ada beberapa peraturan terkait paralayang yang harus dipatuhi.

6. Queenstown, Selandia Baru

Queenstown adalah gudangnya kegiatan petualangan di Selandia Baru, banyak para pecandu adrenalin merusuh yang datang kemari untuk memuaskan hasratnya. Untuk kegiatan paralayang di sini, pengunjung bisa mengunjungi Puncak Coronet yang berada di ketinggian 1.150 meter di atas permukaan laut.

BERITA TERKAIT

Kota Tua Peninggalan Belanda di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara bekas jajahan Belanda. Setelah Belanda terusir dan Indonesia merdeka, banyak bangunan dan situs peninggalan sejarah…

Masjid Apung Ancol Menambah Deretan Masjid Ikonik di Jakarta

Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko berharap Masjid Apung Ancol dapat menjadi ikon wisata baru di Jakarta Utara dan Provinsi…

Air Terjun Benang Kelambu, Tempat Mandi Bidadari di Rinjani

Jika ingin merasakan "kehadiran" bidadari, silakan mampir ke Air Terjun Benang Kelambu di kaki Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Kota Tua Peninggalan Belanda di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara bekas jajahan Belanda. Setelah Belanda terusir dan Indonesia merdeka, banyak bangunan dan situs peninggalan sejarah…

Masjid Apung Ancol Menambah Deretan Masjid Ikonik di Jakarta

Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko berharap Masjid Apung Ancol dapat menjadi ikon wisata baru di Jakarta Utara dan Provinsi…

Air Terjun Benang Kelambu, Tempat Mandi Bidadari di Rinjani

Jika ingin merasakan "kehadiran" bidadari, silakan mampir ke Air Terjun Benang Kelambu di kaki Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat…