Tower Bersama Stock Split Saham 1:5 - Dongkrak Likuiditas Saham

NERACA

Jakarta – Pacu likuiditas harga saham di pasar, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berencana melakukan pemecahan nilai saham (stock split) dengan rasio 1:5. Maka untuk memuluskan aksi korporasi tersebut, perseroan bakal melakukan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk mendapatkan persetujuan. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, perseroan akan memecah nilai nominal saham dari Rp 100 per saham menjadi Rp 20 per saham. Pelaksanaan pemecahan nilai saham akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dalam rapat dengan memperhatikan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, RUPSLB pada 30 Oktober 2019 juga akan meminta persetujuan untuk penerbitan surat utang berdenominasi mata uang asing. Persetujuan ini adalah perubahan atas struktur transaksi yang telah disetujui pada rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 21 Mei 2019.

Adapun Tower Bersama berencana menerbitkan surat utang global (global bond) sebesar US$ 650 juta atau setara Rp 9,1 triliun, lebih rendah dari target semula US$ 850 juta. Aksi ini tidak dilakukan melalui anak usaha, TBG Global Pte Ltd, melainkan langsung diterbitkan perseroan. Notes ini akan diterbitkan tanpa jaminan dengan jatuh tempopaling lama 10 tahun. Sedangkan penetapan bunga maksimal 6% tergantung tingkat suku bunga di pasar.

Direktur Keuangan Tower Bersama Infrastructure, Helmy Yusman Santoso pernah bilang, keputusan ini dilakukan setelah mengubah struktur transaksi sebelumnya. Perseroan menilai, penerbitan surat utang cenderung lebih efisien apabila dilakukan langsung oleh induk usaha. Menurut Helmy, pihaknya akan terlebih dahulu meminta persetujuan pemegang saham sebelum menerbitkan surat utang.

Setelah itu, lanjutnya, perseroan akan melihat kondisi pasar dan sejumlah faktor eksternal termasuk minat investor global. Sehingga, saat ini pihaknya belum dapat menetapkan waktu penerbitan dilakukan langsung tahun ini atau tahun depan. Apabila berjalan sesuai rencana, perseroan akan menyerap hasil emisi obligasi untuk kebutuhan pelunasan kembali (refinancing) utang. Per 30 Juni 2019, Tower Bersama berserta anak usaha memiliki saldo surat utang sebelum dikurangi biaya pinjaman yang belum diamortisasi senilai Rp 8,56 triliun. Nilai itu terdiri dari surat utang berdenominasi dolar serta rangkaian penawaran obligasi berkelanjutan.

Tahun ini, Tower Bersama berencana melakukan pengembangan secara anorganik. Salah satunya adalah mengikuti lelang penjualan 3.000 menara telekomunikasi yang digelar PT Indosat Tbk (ISAT). Jika berhasil menang, aksi ini akan menjadi yang kedua kalinya setelah perseroan mengakuisisi 2.500 menara Indosat pada Agustus 2012.

Soal pendanaan akuisisi, perseroan bisa menariknya dari berbagai sumber, termasuk kas internal, pinjaman bank ataupun obligasi. Hingga Juni 2019, perseroan telah menyerap capex sebanyak Rp 933 miliar. Tahun ini, perseroan juga berencana menaikkan belanja modal yang semula dipatok berkisar Rp 1,5-2 triliun, apabila berhasil menang lelang.

BERITA TERKAIT

Dukung Qanun Aceh - Bank BTN Konversi 4 Kantor Syariah

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengonversi 4 Kantor Cabang Pembantu (KCP) konvensional perseroan menjadi KCP Syariah…

Bantu Daya Saing UMKM - HIPO Hadirkan Aplikasi Marketplasce Histore

NERACA Jakarta – Berangkat dari upaya untuk membangun daya saing dan go digital pelaku usaha mikro kecil dan menengah, Himpunan…

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Trisula Genjot Pasar Ekspor Segmen Uniform

NERACA Jakarta – Jaga pertumbuhan kinerja sepanjang tahun ini, PT Trisula International Tbk (TRIS) telah menyiapkan beberapa strategi bisnis. Apalagi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PGN Anggarkan Belanja Modal US$ 700 Juta

NERACA Jakarta – Sukses membangun jaringan pipa gas lebih luas lagi di tahun 2019, di tahun ini PT Perusahaan Gas…

Pertegas Komitmen Pembangunan - Meikarta Serah Terima Kunci 400 Unit Hunian

NERACA Jakarta – Memenuhi komitmen kepada pelanggannya, pengembang properti Meikarta akan segera serah terima kunci 400 unit hunian di area…

Lippo Karawaci Catatkan Penjualan Rp 1,85 Triliun

NERACA Jakarta –Bisnis properti sepanjang tahun 2019 masih dirasakan manisnya oleh PT Lippo Karawaci Tbk (LKPR). Pasalnya, emiten properti ini…