Ribuan Bisnis UKM Siap Terbitkan Saham di Santara

NERACA

Jakarta - Setelah mendapatkan izin resmi OJK, Santara platform layanan urun dana siap meluncurkan portfolio bisnis UKM yang akan menawarkan sahamnya. Beberapa brand ternama mulai dari resto legendaris hingga cafe kekinian, sudah dalam antrian untuk menawarkan sebagian saham mereka kepada pemodal di Santara.

VP Business Department yang menangani seleksi bisnis penerbit, Krishna T. Wijaya mengatakan bahwa sudah banyak member yang menanyakan kapan ada bisnis UKM baru. “Kami telah melakukan review, ada tiga ribu lebih bisnis yang mengajukan ke Santara. Dalam waktu dekat akan segera kami umumkan beberapa bisnis yang sudah layak untuk mencatatkan penawaran sahamnya di Bursa UKM Santara,” ujarnya, sebagaimana dikutip dalam keterangannya, Senin (7/10).

Pria yang memiliki pengalaman lebih dari 12 tahun di salah satu Bank BUMN terbesar di Indonesia ini juga menambahkan, bahwa ia dan timnya fokus pada kualitas penerbit saham. Selain untuk menjaga kepentingan member atas investasinya, juga sebagai bagian dari upaya menjaga kredibilitas Santara sebagai pihak penyelenggara.

“Proses seleksi di Santara sangat prudent. Setiap aspek kita perhatikan. Sampai testimoni orang-orang yang pernah berbisnis dengan owner, reputasi owner di kalangan komunitas bisnis, juga kami perhatikan,” katanya. Krishna mengatakan, bisnis yang diterbitkan merupakan bisnis yang memenuhi kualifikasi baik dari sisi legalitas, profitabilitas dan berbagai kriteria lainnya.

Salah satu brand kuliner legendaris yaitu Sop Ayam Pak Min Klaten siap melakukan penawaran sahamnya di Santara. Bisnis yang sudah yang berdiri sejak tahuan 60-an ini kini memiliki puluhan cabang di berbagai kota di Indonesia. Sementara untuk brand kekiniannya, ada sebuah bisnis cake yang dipelopori oleh salah satu influencer ternama juga siap melantai di platform Santara.

“Selain bisnis-bisnis yang bergelut di bidang F&B, profil bisnis lain yang sudah dalam antrian untuk terbit di Santara dalam waktu dekat diantaranya bergerak di bidang perikanan, jasa kecantikan, jasa transportasi, jasa kebugaran, hingga startup teknologi,” tambahnya.

Krishna mengatakan setelah diumumkannya Santara sebagai platform Equity Crowdfunding pertama yang mendapatkan izin OJK, jumlah member di Santara melonjak hampir 100 ribu member. “Dengan jumlah member sebanyak ini, diprediksi investor harus ‘berebut’ untuk membeli saham-saham bisnis terbaik yang ada di Santara. Dari pengalaman sebelumnya, saham bisa habis kurang dari 3 jam,” jelasnya.

Krishna menyarankan, sebaiknya membeli lewat Aplikasi. “Segera download aplikasinya supaya mendapatkan notifikasi. Jadi bisa dengan cepat melakukan booking saat ada bisnis baru yang menerbitkan saham,” tutupnya. Adapun cara untuk dapat membeli saham bisnis di Santara, pengguna diharuskan membuat akun terlebih dulu melalui website santara.co.id atau aplikasi yang dapat di download di Google Play maupun Apple Store.

BERITA TERKAIT

Pemerintah Incar Pembiayaan Berbasis Ekuitas - Bangun Infrastruktur

    NERACA   Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mengincar skema pembiayaan berbasis ekuitas atau…

16 Bank dan 4 Sekuritas Ikut Lelang SUN

    NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat sebanyak 16 bank dan empat perusahaan sekuritas ikut lelang Surat…

OJK Klaim Tingkat Inklusi Keuangan 75% Telah Tercapai

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim target tingkat inklusi keuangan Indonesia sebesar 75 persen dari…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Serapan Lelang SBSN Capai Rp7,04 Triliun

    NERACA   Jakarta - Direktorat Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu)…

60% Pengguna Dapatkan Akses Pertama Kredit dari Kredivo

    NERACA   Jakarta - Kehadiran teknologi finansial telah memberikan ruang untuk turut mendorong peningkatan inklusi keuangan di Indonesia…

Palapa Ring Bikin Akses Fintech Tembus ke Daerah Terpencil

  NERACA   Jakarta - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menilai kehadiran Palapa Ring akan memudahkan peminjaman berbasis teknologi…