Hunian Berorientasi Pendidikan Kembali Menjadi Tren di Jabodetabek

Hunian Berorientasi Pendidikan Kembali Menjadi Tren di Jabodetabek

NERACA

Jakarta - Hunian berorientasi pendidikan (education oriented development/ EOD) kini menjadi tren di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) meskipun untuk mewujudkannya pengembang harus menggandeng sekolah terkemuka.

"EOD itu bagaimana mengombinasikan fasilitas pendidikan dengan hunian layak," kata Andy Natanael, Direktur PT Repower Asia Indonesia, di Jakarta, Kamis (19/9).

Andy menjelaskan EOD umumnya menjadikan sekolah sebagai fasilitas dari apartemen atau hunian tapak."Untuk itu end user harus dominan, perbandingannya bisa 60:40 (60 end user dan 40 persen investor). Sekolah atau fasilitas pendidikan merupakan kekuatan hunian berkonsep EOD,” urai Andy.

Andy mengatakan fasilitas pendidikan yang disediakan bisa untuk usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Lalu, jenis sekolah yang dihadirkan disesuaikan dengan segmen yang dibidik di masing-masing proyek.

“Para konsumen end user atau orang tua, kini mempertimbangkan lokasi sekolah ketika membeli hunian. Segmen ini yang dibidik pengembang EOD seperti kami,” ujar Andy.

Menurut dia, kenyamanan utama para orang tua adalah memberi pendidikan yang terbaik kepada anak-anaknya. Semakin dekat lokasi sekolah dengan kualitas pendidikan yang bermutu, kian mendorong konsumen untuk membeli hunian yang ditawarkan.

“Konsumen tipe ini kebanyakan adalah end user, bukan investor. Walau, tentu saja hunian yang kami bangun dapat juga sekaligus sebagai instrumen investasi,” kata dia menjelaskan.

Andy Natanael mengatakan, bila mayoritas apartemen yang dibangunnya dimiliki oleh investor, dikhawatirkan terjadi penurunan harga di pasar sekunder. Misal, bila apartemen dimiliki oleh berkisar 70-90 persen investor yang semata mencari keuntungan (capital gain), harga di pasar sekunder akan melemah.

“Saat bersamaan mereka ingin menjual kembali, pasar kelebihan penawaran. Saat itulah hukum ekonomi muncul, semakin banyak penawaran, harga kian turun. Saat ini, di pasar sekunder harga terpangkas berkisar 30-40 persen,” tukas dia.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Repower Asia Indonesia, Aulia Firdaus mengatakan, kini pihaknya menyiapkan proyek di Jakarta Selatan, Bekasi Timur, dan Tangerang.

Proyek apartemen yang tersebar di tiga lokasi tersebut akan dibangun mulai 2020 dan ditargetkan rampung berkisar 2021 hingga 2023. Segmentasi yang dibidik adalah kalangan menengah dan menengah atas."Semua proyek hunian kami dilengkapi fasilitas pendidikan sesuai konsep EOD," ujar Aulia.

Menurut dia, saat ini konsumen kian mempertimbangkan hunian yang dilengkapi dengan fasilitas pendidikan. Karena itu, para orang tua atau penghuni apartemen yang dikembangkan Repower akan difasilitasi dengan sekolah atau perguruan tinggi yang memadai.“Tentu, sekaligus memiliki akses transportasi yang memudahkan mobilitas para penghuni apartemen,” kata Aulia.

Repower tengah menyiapkan proyek apartemen di tiga lokasi yang akan dibangun mulai 2020 dan ditargetkan rampung berkisar 2021 hingga 2023. Segmentasi yang dibidik adalah kalangan menengah atas. Aulia menjelaskan, penerapan konsep ETOD di proyek apartemen merujuk pada pengalaman Repower dalam menggarap hunian tapak Botanical Puri Asri di Depok, Jawa Barat.

Hunian yang berdiri di atas lahan seluas 1,8 hektare (ha) di kawasan Tugu, Tanah Baru, Depok itu lokasinya sangat strategis.“Hunian ini mengusung konsep education oriented development dimana lokasinya berdekatan dengan tiga kampus ternama di Indonesia,” tambah dia. Mohar/Ant

BERITA TERKAIT

Konsolidasi Hotel BUMN Masih Dicari Skemanya

Konsolidasi Hotel BUMN Masih Dicari Skemanya NERACA Jakarta - PT Hotel Indonesia Natour (Persero) mengungkapkan saat ini masih terus dicari…

Empat Solusi Tambah Kuota Rumah Subsidi 2020

Empat Solusi Tambah Kuota Rumah Subsidi 2020 NERACA Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang properti mengusulkan empat…

Tahun Pascapemilu, Kinerja Properti Apartemen Masih Tertekan

Tahun Pascapemilu, Kinerja Properti Apartemen Masih Tertekan   NERACA Jakarta - Senior Associate Director Colliers International Indonesia (konsultan properti) Ferry Salanto…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

“Omnibus Law” dan “OSS” Diharapkan Percepat Pembangunan Hunian

“Omnibus Law” dan “OSS” Diharapkan Percepat Pembangunan Hunian   NERACA Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin harap Rancangan Undang-undang (RUU)…

Konsep ”Co-Living” Mulai Digemari Milenial di Tengah Lesunya Properti

Konsep ”Co-Living” Mulai Digemari Milenial di Tengah Lesunya Properti  NERACA Jakarta - Sektor properti diperkirakan banyak pengamat sedang dalam kondisi…

Asosiasi Pengembang Sebut Corona Bisa Pengaruhi Properti

Asosiasi Pengembang Sebut Corona Bisa Pengaruhi Properti   NERACA Jakarta - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Real Estate Indonesia atau…