Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata - Melalui Proyek ISED

NERACA

JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making Industry 4.0” – suatu strategi bangsa untuk menuju era baru. Namun tantangan yang dihadapi adalah suplay dan demand tenaga kerja yang kompeten dalam menghadapi revoluasi digital dan industri 4.0 tersebut.

Hal tersebut disampaikan Istasius Angger Anindito (Angger), Deputi Direktur Pariwisata Kementrian PPN – Bappenas. Dirinya menyoroti kebutuhan akan tenaga kerja dan sistem pendidikan pelatihan teknis dan kejuruan atau yang lebih dikenal dengan TVET (Technical and Vocational Education and Training) – agar tenaga kerja Indonesia lebih siap dan ‘dipersenjatai’ dengan baik guna melahirkan keterampilan–keterampilan yang dibutuhkan agar dapat bertahan di era digitalisasi dan Industri 4.0,”Training for trainers saat ini sangat penting tetapi training harus sesuai dengan demand industri, traning yang aplikatif. Maka lembaga pendidikan (sekolah kejuruan) atau swasta penyelanggara pelatihan, harus menyiapkan materi yang sesuai kebutuhan industri supaya suplay dan demand yang sesuai,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, strategi pelatihan yang tepat sasaran akan membuka peluang bagi tenaga kerja terutama di industri manufaktur untuk mendapatkan keterampilan–keterampilan masa kini atau up-to-date yang akan diaplikasikan dengan teknologi terkini. "Karena transformasi struktural Indonesia menjadi negara industri yang berdayasaing tinggi, memerlukan program peningkatan keterampilan untuk dapat memenuhi tuntutan di industri – baik up-skilling maupun melalui reformasi keterampilan," katanya.

Untuk itu, lanjut Angger, Bappenas bersama dengan proyek ISED berkomitmen untuk menjadi salah satu focal point dan berkontribusi terhadap implementasi era Industri 4.0. "Melalui proyek ini, kami akan mengaplikasikan pendekatan terpadu dalam mempromosikan peluang kerja yang diterapkan melalui perluasan pasokan terhadap orientasi permintaan TVET. Hal ini kami lalui dengan bekerja sama dengan mitra di sektor swasta melalui promosi model bisnis berkelanjutan dan inklusif," paparnya.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo dalam roadmap "Making Indonesia 4.0" menargetkan pertumbuhan PDB riil sebesar 1-2% per tahun. Sehingga pertumbuhan PDB per tahun akan naik menjadi 6-7% pada periode 2018-2030. Sementara Industri manufaktur diperkirakan akan berkontribusi sebesar 21-26% terhadap PDB pada 2030.

Adapun Proyek ISED yang bertujuan untuk mempromosikan peluang kerja, merupakan bagian dari kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Jerman, yang dimulai sejak 2017 hingga 2021. Tujuan proyek adalah untuk memperkuat kapasitas sektor swasta dan publik guna mempromosikan peluang kerja inklusif dan berkelanjutan. Pariwisata berkelanjutan menjadi sektor pertama proyek ISED dan berlokasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sektor kedua yang dipilih adalah manufaktur dengan fokus pada industri makanan dan minuman.

BERITA TERKAIT

Lagi, BUMI Bayar Cicilan Utang US$ 31,8 Juta

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang untuk menjaga pertumbuhan bisnis dan kesehatan keuangan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membayar cicilan…

Targetkan Penjualan Rp 400 Miliar - Itama Ranoraya Perkuat Jaringan di Enam Kota

NERACA Jakarta – Keputusan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan diharapkan bisa membawa dampak positif terhadap kinerja keuangan PT Itama Ranoraya…

Kurangi Biaya dan Emisi Karbon - DHL Rlis Layanan Asia Connect + di Indonesia

NERACA Jakarta- Raup ceruk pasar logistik di dalam negeri, DHL Global Forwarding sebagai penyedia jasa logistik terkemuka di dunia meluncurkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penjualan Mobil Astra International Turun 6,7%

NERACA Jakarta – Bisnis otomotif yang masih lesu masih dirasakan PT Astra International Tbk (ASII). Dimana emiten produsen otomotif ini…

Bidik Pasar Millenials - Topping Offf Emerald Bintaro Tepat Waktu

NERACA Jakarta- Menyusul serah terima kunci apartemen A yang tepat waktu di tahun lalu, PT Jaya Real Property Tbk sebagai…

Laba Bersih Unilever Terkoreksi 24,37%

NERACA Jakarta – Pencapaian kinerja keuangan PT Unilever Indonesia Tbk di kuartal tiga tercatat negatif. Dimana perseroan dalam laporan keuangannya…