Menteri BUMN: Nasabah Mekaar PNM Jadi Motor Penggerak Ekonomi Nasional

Menteri BUMN: Nasabah Mekaar PNM Jadi Motor Penggerak Ekonomi Nasional

NERACA

Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno mengatakan nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) diharapkan terus berkembang dan bisa menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional. Oleh karenanya, Menteri Rini mendorong agar PT Permodalan Nasional Madani (Persero) untuk terus memberikan pembinaan dalam program Mekaar di seluruh pelosok Tanah Air.

Pihaknya akan terus mendorong dan memastikan PT PNM melakukan pembinaan nasabah dengan optimal sehingga usaha mereka bisa naik kelas dan semakin besar. Selain itu, program ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo guna meningkatkan peran UMKM dalam mendorong perekonomian nasional.

”Saya disini ingin melihat perkembangan dari nasabah Mekaar atau ibu-ibu ini karena dari awal saya melihat bahwa Indonesia akan lebih maju jika Ibu-ibu nya semangat. Harapan saya bukan hanya mendapatkan pinjaman saja, namun bagaimana lebih baik lagi dan memperbaiki kehidupan Ibu-ibu Mekaar, karena saya yakin dengan program Mekaar ini bisa membantu keluarga, sekolah anak-anak sehingga anaknya makin hebat dan makin mendunia,” kata Menteri Rini di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Senin (9/9).

“Saya melihat disini Ibu-ibu nasabah Mekaar sudah ada yang naik kelas. Apa artinya naik kelas, naik kelas itu dimana ibu-ibu mendapatkan pinjaman langsung dari bank, jika pinjaman dari bank maka bunganya lebih murah dan jumlah pinjamannya lebih besar. Kemudian saya meminta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) sebagai bank rakyat bagaimana bisa mendukung ekonomi rakyat. Oleh karenanya BRI diharapkan akan aktif membantu Ibu-ibu Mekaar untuk naik kelas sehingga usahanya menjadi besar. Tapi jangan lupa saya menitip kepada Ibu-ibu adalah harus tetap merasa satu keluarga dengan Mekaar supaya tetap saling membantu dan saling mengingatkan. Meskipun sudah naik kelas dan menjadi lebih baik namun tetap azas kekeluargaan tetap kita jaga. Karena saya yakin dengan konsep kekeluargaan kita akan membantu, menjaga dan saling meningkatkan. Saya juga titip bahwa terus semangat dan saya yakin kekuatan ekonomi Indonesia ada di nasabah Mekaar ini,” tambah Menteri Rini.

Lebih lanjut, Menteri Rini juga meminta PNM untuk bersinergi dengan Himpunan Bank Negara (Himbara) dalam pembiayaan KUR nasabah Mekaar. Saat ini, sudah ratusan anggota Mekaar yang menjadi nasabah KUR di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero). Saat ini, anggota PMN di NTT yang siap naik kelas ke KUR mencapai 260 nasabah. Nasabah tersebut akan mendapatkan bantuan pinjaman dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) dalam bentuk KUR.

BRI memfasilitasi nasabah Mekaar yang telah dinyatakan lulus dalam proses pembinaan yang dilakukan oleh PNM, untuk mendapatkan akses pembiayaan KUR Mikro BRI. Kriteria nasabah Mekaar naik kelas di antaranya menjadi nasabah aktif, tidak pernah mempunyai tunggakan angsuran selama menjadi nasabah, memiliki prospek usaha yang baik dan memerlukan pembiayaan dari perbankan serta mempunyai catatan yang baik.

Selama periode Januari hingga Juni 2019, BRI berhasil menyalurkan KUR senilai Rp 50,3 triliun kepada lebih dari 2,4 juta debitur. Ini setara dengan 57,8 persen dari target penyaluran KUR BRI yang di-breakdown oleh Pemerintah di tahun 2019 yakni sebesar Rp 86,97 triliun.

Kemudian Menteri Rini menegaskan, PNM juga harus meningkatkan jumlah nasabahnya di seluruh Indonesia, khususnya NTT. Pasalnya, para nasabah Mekaar ini akan menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Terlebih lagi, banyak nasabah PNM yang sudah naik kelas untuk menikmati bantuan pinjaman dari Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Keberhasilan dan kesuksesan usaha nasabah Mekaar juga tidak terlepas dari kerja keras para pendamping usaha (account officer/AO). Untuk itu, Menteri Rini mengingatkan para AO Mekaar di Kabupaten Lembor untuk terus memberikan pelayanan terbaik dalam bertugas dan membimbing nasabah agar bisa naik kelas.

Di Kabupaten Lembor, PT PNM memiliki 3.391 nasabah dengan total bantuan pinjaman mencapai Rp 6,1miliar. Sementara, nasabah PNM di Pulau Flores mencapai 43.684 orang yang terbagi menjadi 2.188 kelompok dengan total bantuan pinjaman Rp 71,93 miliar. Para nasabah ditunjang dengan 22 kantor cabang dan 289 pendamping atau AO.

Untuk se-NTT, PT PNM telah memiliki 106.713 nasabah, 599 AO, dan 42 kantor cabang. Sedangkan secara nasional, jumlah nasabah telah mencapai 5,17 juta orang, dan tersebar di seluruh Indonesia dengan jumlah pendamping sebanyak 31.122 orang. Mohar

BERITA TERKAIT

Kemendagri Jangan Langgar Aturan Sendiri

Kemendagri Jangan Langgar Aturan Sendiri NERACA Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI diminta untuk tidak melanggar aturan yang sudah…

Diskopdagrin Kota Sukabumi Akan Lakukan Sidak - Jelang Natal dan Tahun Baru

Diskopdagrin Kota Sukabumi Akan Lakukan Sidak  Jelang Natal dan Tahun Baru NERACA Sukabumi - Menjelang peringatan hari natal dan tahun…

Dosen Mengabdi IPB Lakukan Pelatihan dan Sertifikasi - Tingkatkan Kualitas SDM Operator Alat Suling Atsiri

Dosen Mengabdi IPB Lakukan Pelatihan dan Sertifikasi Tingkatkan Kualitas SDM Operator Alat Suling Atsiri NERACA Jonggol, Bogor - Lembaga Penelitian…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Travel Insight bersama KAI Expo 2019 Dorong Kinerja Industri Pariwisata Indonesia

Travel Insight bersama KAI Expo 2019 Dorong Kinerja Industri Pariwisata Indonesia NERACA Serpong - Seiring meningkatnya animo masyarakat untuk melakukan…

Kemendagri Jangan Langgar Aturan Sendiri

Kemendagri Jangan Langgar Aturan Sendiri NERACA Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI diminta untuk tidak melanggar aturan yang sudah…

Diskopdagrin Kota Sukabumi Akan Lakukan Sidak - Jelang Natal dan Tahun Baru

Diskopdagrin Kota Sukabumi Akan Lakukan Sidak  Jelang Natal dan Tahun Baru NERACA Sukabumi - Menjelang peringatan hari natal dan tahun…