Tiga Caketum HIPMI Adu Gagasan di Debat Penentuan

Rangkaian kegiatan Road to Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) XVI berupa kuliah umum, debat terbuka serta uji kelayakan dan kepatutan untuk memilih Ketua Umum HIPMI 2019–2022, telah memasuki fase akhir. Hal tersebut ditandai dengan dipertemukannya kembali ketiga calon ketua umum (caketum) dalam debat final. Ketiga caketum yang tengah berkontestasi yakni: Bagas Adhadirgha (Ketua Bidang Luar Negeri dan Pariwisata BPP HIPMI), Ajib Hamdani (Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI), dan Mardani H Maming (Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI dan mantan Bupati Tanah Bumbu).

Bahlil Lahadalia, Ketua Umum HIPMI 2015 – 2018 dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, HIPMI lahir dengan cita-cita mulia mensejaterahkan kemerdekaan, mensejaterahkan rakyat dan menjadi pemain ekonomi indonesia serta sekaligus menjadi tuan di negeri sendiri. Dimana cita-cita mulia tersebut dituangkan dalam pasal 7 anggaran dasar HIPMI tentang tujuan bagaimana menciptakan anak muda yang memiliki kapasitas entrepreneurship dan bagaimana HIPMI sebagai mitra strategis pemerintah.

Kemudian berjuang untuk menumbuh kembangkan suasana ekonomi yang berpihak pada penguatan pengusaha nasional. Jadi dalam konteks tersebut, tidak lain dan tidak mungkin kalau HIPMI kemudian dipimpin oleh orang yang tidak memiliki kompetensi. “Debat adalah sebagai bentuk wujud komitmen moralitas dan wujud komitmen intelektualitas sebagai kader HIPMI untuk membawa HIPMI kedepan ke arah yang lebih baik. Dan ketiga calon yang hadir di acara debat hari ini adalah calon-calon terbaik yang memiliki kompetensi dan leadership dalam ekonomi nasional,”ujarnya.

Salah satu permasalahan yang terdapat dalam bidang ekonomi sekarang adalah adalah lambatnya pertumbuhan ekonomi secara global dan hal ini akan terus berlanjut hingga tahun 2020 mendatang, dimana Indonesiapun akan terkena dampak, sedangkan dalam 3 tahun terakhir revolusi 4.0 terus berkembang.

Sementara panelis Aviliani mempertanyakan bagaimana peran UKM yang juga anggota HIPMI dalam hal ini. Apabila belum semua memperoleh manfaat, apa yang akan dilakukan HIPMI untuk membantu kondisi UKM yang tertinggal tersebut dalam menghadapi kondisi global yang penuh tantangan. Bagas, caketum nomor urut 1 memaparkan bahwa HIPMI akan menjadi organisasi servis dan mengadakan banyak pelatihan-pelatihan terutama di bidang teknologi informasi.

Disampaikannya, HIPMI akan mendukung para pengusaha muda UKM dengan cara menjadikan HIPMI sebagai pusat inkubator sehingga UKM-UKM tersebut dapat terverifikasi baik dalam dan luar negeri. Caketum nomor urut 2, Ajib mengatakan bahwa solusi tercepat menghadapi situasi ini adalah dengan investasi. Untuk itu pemerintah harus memiliki komitmen jelas terutama masalah regulasi. Apabila jelas, maka perdagangan akan baik. Selain itu program edukasi juga akan tetap dijalankan.

Menurut caketum nomor urut 3, Mardani, saat ini Indonesia boleh bangga bahwa banyak start-up terkenal berasal dari Indonesia walaupun kini tidak 100% persen dikuasai anak bangsa. Hal tersebut akan menjadi perhatian HIPMI dengan mendorong negara untuk mengambil alih, dengan cara mewajibkan start up tersebut membuka perbankannya di Indonesia. Para HIPMI harus dapat merubah mental bangsa.

BERITA TERKAIT

Berkah Hasanah Card Bikin Bijak Mengelola Keuangan

Manusia dalam kehidupannya terkadang susah membedakan, mana kebutuhan dan mana keinginan. Alhasil dengan mengedepanan hawa nafsu untuk menunjukkan eksistensinya dan…

Hijrah Dengan Hasanah Card Untuk Gaya Hidup Lebih Baik

Bagi pasangan yang baru menikah, biasanya banyak tujuan wisata yang dicari untuk berbulan madu atau honeymoon, baik itu tujuan wisata…

TNCA Bidik Dana Rights Issue Rp 217,56 Miliar

Rencanakan akuisisi PT Asuransi Staco Mandiri, PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Modernland Realty Raih The 11th IICD GCG Award 2019

PT Modernland Realty Tbk. (MDLN) berhasil meraih penghargaan dalam acara The 11th IICD Corporate Governance Conference & Award 2019 yang…

Rencanakan Divestasi Saham - Vale Indonesia Matangkan Transaksi Dengan Inalum

NERACA Jakarta – Setelah pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di istana September lalu mendapatkan dukungan soal rencana divestasi, kini…

Ketapatan Laporan Keuangan - BEI Catatkan 12 Emiten Belum Rilis Keuangan

NERACA Jakarta – Meskipun kepatuhan dan kedispilinan emiten dalam penyampaian laporan keuangan terus meningkat, namun pihak PT Bursa Efek Indonesia…