Pasca Pilpres, Industri Properti Yang Kembali Menggeliat

NERACA

Jakarta – Industri properti terkena dampak dari pegelaran Pemilu dan Pilpres 2019 lalu. Menurut Country Manager 99.co Indonesia, Irvan Ariesdhana pada semester I 2019, merupakan titik melemahnya industri properti. “Produk-produk properti mulai dari apartemen hingga landed house mengalami stagnan penjualan. Bahkan investasinya juga berjalan pelan,” ungkap Ivan usai konferensi pers Hari Properti Online Nasional (HarPropNas) di Jakarta, Senin (9/9).

Ivan menduga hal itu karena adanya Pemilu dan Pilpres sehingga calon pembeli dan investor masih wait and see terhadap kondisi nasional. Namun pasca pilpres dan lebaran, industri ini kembali loncat dan menggeliat. “Pergerakan benar-benar tinggi. Beberapa waktu lalu ada Ruko di Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang yang dijual hingga Rp15 miliar itu laku dibeli. Namun pada semester I, kita menjual Rp2-3 miliar aja tidak laku,” katanya.

Mulai membaiknya sektor properti ini, membuat 99.co properti tech company asal Singapura ini menggelar Hari Properti Online Nasional. Melalui HarPropNas ini, 99.co juga ingin mengedukasi masyarakat bahwasannya di era digital seperti saat ini, membeli properti juga dapat dilakukan secara online.

Tahun ini merupakan tahun kedua diselenggarakannya HarPropNas. Pada penyelenggaraan pertamanya di 2018, HarPropNas telah sukses menggandeng lebih dari 20 developer dengan beragam proyek menarik dan potongan harga yang besar. “Transaksi yang terjadi selama Harpropnas berlangsung dimonitor melalui penjualan E Key (Electronic Key), dan tahun lalu tercatat hingga 126 unit E Key yang terjual, atau setara dengan transaksi senilai Rp 73 Miliar,” menurut Darius Cheung, CEO 99.co.

Kini memasuki tahun keduanya, HarPropNas hadir secara lebih besar dan lebih berani dengan menggandeng 30 developer dan lebih dari 40 proyek pilihan. Benefit yang diberikan HarPropNas kepada masyarakat kali ini terbilang lebih menggiurkan. “Apabila potongan harga yang dihadirkan pada tahun 2018 lalu maksimal adalah 25% maka pada penyelenggaraannya tahun ini HarPropNas memberikan diskon sampai dengan 35% untuk harga propertinya dan diskon hingga 99% untuk booking fee-nya,” tambah Ivan.

Pada penyelenggaraan HarPropNas kali ini, sejumlah developer atau pihak pengembang terkemuka bakal terlibat dan siap menyuguhkan produk terbaiknya kepada masyarakat. Nama-nama seperti Sinarmas Land, Paramount Land, Jaya Real Property dan Lippo Group tentu bukan nama yang asing di telinga kita. Ditambah developer-developer lain dengan reputasi yang tak kalah mentereng, gelaran HarPropNas kali ini dijamin akan lebih meriah dengan benefit yang lebih besar.

Selain itu, cakupan area pada HarPropNas 2019 ini juga lebih luas. Apabila di tahun 2018 lalu properti-properti yang disuguhkan hanya terbatas di area Jabodetabek dan sekitarnya, maka tahun ini HarPropNas juga diikuti oleh beberapa developer dari Riau dan Jawa Timur. Hal ini menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun penyelenggaraan HarPropNas terus berkembang dengan partisipan yang terus bertambah. Bukan tidak mungkin di tahun-tahun selanjutnya, HarPropNas akan diikuti oleh lebih banyak developer dengan cakupan wilayah yang lebih besar.

BERITA TERKAIT

Haris Azhar Bakal Laporkan Majelis Hakim PT Jakarta ke KY dan Bawas - Diduga Tak Periksa Berkas Banding

      NERACA   Jakarta - Jaksa berprestasi Chuck Suryosumpeno tidak pernah lelah untuk menuntut keadilan hukum di Indonesia.…

ITDC Fokus Kembangkan The Mandalika - Katalisator Pembangunan Ekonomi NTB

    NERACA   Jakarta - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan…

UMP 2020 Disebut Masih Mengacu PP 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan

    NERACA   Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyebutkan besaran upah minimum provinsi (UMP) untuk 2020 diperkirakan masih…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pindahkan Ibukota, Bappenas Minta Saran Tokoh Dayak

      NERACA   Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meminta saran dari para…

Pemerintah Susun Roadmap Pengembangan Biofuel

    NERACA   Jakarta - Peta jalan pengembangan biofuel berbasis Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah tengah…

Dana Repatriasi Amnesti Pajak Diyakini Betah Di Dalam Negeri

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan kecil kemungkinan dana repatriasi program amnesti pajak yang mencapai Rp146…