Pemasaran Lada Putih dan Gaharu di Eropa Ditingkatkan

NERACA

Jakarta – Duta Besar Indonesia untuk Rumania menyatakan siap membantu dan memfasilitasi Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk memasarkan lada putih dan gaharu di negara-negara Eropa dan Eropa Timur.

"Banyak sekali peluang bisnis di Eropa, karena negara-negara di benua tersebut itu sangat menyukai hasil pertanian dan perkebunan dari daerah tropis," kata Dubes Indonesia untuk Negara Rumania M Amhar Azeth di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, disalin dari Antara di Jakarta.

Ia mengatakan Kepulauan Bangka Belitung merupakan daerah penghasil lada putih dan gaharu dan negara-negara di Eropa sangat menyukai lada putih. Tinggal menghubungkan antara pelaku bisnis di kepulauan tersebut dengan buyers yang ada di negara Eropa, khususnya di Rumania.

"Kami mencoba memprakasai pertemuan dengan pemda supaya para gubernur dan pengusaha atau pelaku bisnis di Sumatera ini mengerti mengenai jalur pangsa pasar negara tujuan," katanya.

Ia berkeinginan memasarkan produk dan komoditas khas Bangka Belitung ke negara Ukraina atau negara lain di Eropa, dan siap memfasilitasi dan menjembatani pertemuan dengan pihak Kedubes Indonesia di negara tersebut. "Itulah tujuan kami datang ke Babel dan ini kunjungan kami ke-8 dari seluruh provinsi di Pulau Sumatera," ujar Amhar Azeth.

Ia mengapresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam menyikapi rencana pemerintah pusat melalui Kedubes, dalam mendukung kebijakan ekonomi, khususnya dalam memperluas pangsa pasar ekspor negara Indonesia.

"Respons pemerintah provinsi dalam hal ini Wakil Gubernur yang mewakili Gubernur Kepulauan Bangka Belitung serta para pengusaha sangat bagus sekali dan sangat antusias," ujarnya.

Sebelumnya, akhir Juni lalu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan mendorong pelaku usaha mikro kecil menengah menjadi eksportir lada putih.untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan harga komoditas unggulan daerah itu.

"Pelaku UMKM ini harus bangkit dengan menciptakan kemasan menarik dan segera mengurus nomor ekspor lada putih tersebut," kata Erzaldi Rosman Djohan.

Ia mengatakan lada putih Bangka Belitung sangat bagus, memiliki cita rasa pedas dan aroma khas yang sangat diminati pasar internasional. "Selama ini lada putih Babel dimanfaatkan Vietnam. Lada dari Vietnam ini dicampur lada Babel dan dijual ke berbagai negara," ujarnya.

Menurut dia bubuk lada dari Vietnam yang dipasarkan di Australia seharga 38 dolar per 100 gram dan harga biji lada kemasan 25 dolar per 100 gram atau setara Rp250.000 per 100 gram. Sementara itu harga lada petani di Bangka Belitung ditingkat pedagang pengumpul Rp42.000 per kilogram atau mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya Rp50.000 per kilogram. "Baru kemarin saya mengunjungi anak di Australia dan melihat lada Vietnam dipasarkan di negara tersebut," katanya.

Oleh karena itu, kata dia diminta pelaku UMKM untuk bekerja sama dengan petani mengekspor lada putih ini, guna meningkatkan kesejahteraan keluarganya. "Tahap pertama, UMKM segera mengurus nomor ekspor komoditas tersebut," katanya.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melepas ekspor 30 ton lada putih yang dihasilkan petani Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke berbagai negara tujuan, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan petani di daerah itu.

"Kita ingin Belitung ini menjadi kota lada dan bisa langsung diekspor ke berbagai negara tujuan, sehingga harga lada terjamin, pendapatan petani naik serta pendapatan pengusaha juga naik," kata Mentan saat pelepasan ekspor lada putih langsung di perkebunan lada Desa Air Seruk Belitung.

Ia mengatakan tujuan ekspor lada ini selain mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional dan pendapatan petani, tetapi juga meningkatkan minat generasi milenial untuk terjun ke sektor pertanian. Hal ini akan menyukseskan program Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mengembalikan kejayaan rempah di kancah dunia. "Pemerintah mendorong agar petani terutama generasi milenial giat menanam, salah satunya komoditas lada," kata Mentan.

Menurut dia dalam mendorong generasi milenial terjun ke sektor pertanian, berbagai upaya telah disiapkan pemerintah. Pertama, menyediakan bibit unggul lada dan semua komoditas bagi petani, seperti arahan Presiden Joko Widodo. "Ini adalah sentra lada kita. Kita harus kembangkan berdasar keunggulan komparatif dan kompetitif. Kompetitif itu melakukan prosesing,” ujarnya.

BERITA TERKAIT

Perdagangan Bilateral - Selaput Biji Pala 5 Ton Senilai Rp1,3 Miliar Diekspor ke India

NERACA Jakarta – Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian melepas ekspor 5 ton komoditas selaput biji pala asal Maluku Utara…

OPEC Pangkas Perkiraan Permintaan Minyak di 2020

NERACA Jakarta – OPEC pada Rabu memangkas perkiraan untuk pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2020 karena perlambatan ekonomi, sebuah pandangan…

Ritel - Revisi Aturan Soal Bisnis Waralaba Direncanakan Keluar Bulan Ini

NERACA Jakarta – Revisi aturan soal bisnis waralaba ditargetkan bisa segera keluar bulan September ini setelah dibahas sejak tahun 2018…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Sesuai Standar Global, Pertamina Atasi Tumpahan Minyak

Jakarta-Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menilai penanganan tumpahan minyak di perairan Karawang, Jawa Barat, yang dilakukan Pertamina selama dua…

Perdagangan Bilateral - Selaput Biji Pala 5 Ton Senilai Rp1,3 Miliar Diekspor ke India

NERACA Jakarta – Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian melepas ekspor 5 ton komoditas selaput biji pala asal Maluku Utara…

OPEC Pangkas Perkiraan Permintaan Minyak di 2020

NERACA Jakarta – OPEC pada Rabu memangkas perkiraan untuk pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2020 karena perlambatan ekonomi, sebuah pandangan…