Acset Kantungi Pinjaman Rp 2,4 Triliun - Penuhi Kebutuhan Modal Kerja

NERACA

Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur yang digalakkan pemerintah memacu beberapa perusahaan konstruksi untuk mengejar target kontrak baru, tidak terkecuali PT Acset Indonusa Tbk (ACSET). Maka untuk mengejar kontrak baru tersebut, PT United Tractors Tbk (UNTR) sebagai induk usaha memberikan pinjaman senilai Rp 2,4 triliun untuk memenuhi kebutuhan modal.

Corporate Secretary & Investor Relations Acset Indonusa, Maria Cesilia Hapsari mengatakan, dengan tambahan tersebut, total pinjaman perseroan menjadi Rp4 triliun dari semula Rp1,6 triliun. Melalui pinjaman dari induk perusahaan ini, ACST memiliki tambahan dana yang dibutuhkan untuk modal kerja.“Modal kerja ini akan dipergunakan untuk pembiayaan proyek-proyek konstruksi dan infrastruktur,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, kedua perusahaan telah menandatangani perubahan perjanjian pinjaman pemegang saham pada 19 Agustus 2019. Selain nilai pinjaman meningkat menjadi Rp4 triliun, beberapa syarat dan ketentuan juga berubah. Pada perjanjian awal yang ditandatangani pada 1 Maret 2018, bunga pinjaman ditetapkan JIBOR+3% atau setara 8,6% per tahun dengan jangka waktu Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham sampai dengan 21 Desember 2019 dan periode ketersediaan dana sampai dengan 21 November 2019. Jatuh tempo pinjaman pada 21 Desember 2019 dengan biaya fasilitas 1% per tahun.

Dengan perubahan perjanjian, bunga pinjaman baru ditetapkan sebesar JIBOR+2,5% atau setara 9,26% per tahun dengan jangka waktu Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham dari tanggal perjanjian sampai dengan 30 April 2023. Periode ketersediaan dana 1 Maret 2018 sampai dengan 18 Agustus 2022. Jatuh tempo pinjaman ditetapkan pada 30 April 2023 dan ketentuan mengenai biaya fasilitas dihapuskan.

Mengingat transaksi tersebut melebihi 50% dari ekuitas ACST dan memerlukan persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS), maka perseroan akan melakukan RUPS Luar Biasa untuk membahas agenda transaksi untuk memperoleh persetujuan pemegang saham pada Jumat (27/9). Sebagai informasi, UNTR sepakat memberikan pinjaman kepada ACST untuk keperluan modal kerja. Secara bisnis, ACST dinilai bakal lebih menguntungkan dengan mendapatkan pinjaman dari induk usaha dibandingkan dengan meminjam kepada pihak ketiga karena proses dan waktu negoisasi lebih cepat, suku bunga lebih kompetitif, serta perseroan tidak perlu memberikan jaminan.

Sepanjang semester I/2019, ACST mencatatkan kontrak baru senilai Rp1,4 triliun. Sementara, perseroan menargetkan kontrak baru akhir tahun senilai Rp15 triliun. Dari sisi kinerja, sepanjang semester I/2019, Acset Indonusa membukukan pendapatan Rp1,55 triliun, turun 7% dari Rp1,65 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Dari sini, ACST tercatat masih membukukan rugi bersih Rp404,43 miliar pada semester I/2019. Posisi itu berbalik dari keuntungan Rp73,44 miliar pada semester I/2018.

BERITA TERKAIT

Dukung Pasar Modal Syariah - Tren Layanan Wakaf Saham Bakal Tumbuh

NERACA Jakarta – Mengoptimalkan produk layanan pasar modal syariah, beberapa perusahaan manajer investasi terus berinovasi dengan menghadirkan layanan menjawab kebutuhan…

Sidang Bangun Cipta Kontraktor - PN Minta Lengkapi Legal Akta Perusahaan

NERACA Jakarta - Menyoal permohonan perusahaan asal Selandia Baru, H Infrastructure Limited (HIL) kepada Pengadilan Niaga (PN) pada Pengadilan Negeri Jakarta…

IPO Itama Ranoraya Oversubscribed 34,96 Kali

NERACA Jakarta – Penawaran umum saham perdana PT Itama Ranoraya mendapatkan respon positif dari investor. Dimana berdasarkan hasil penawaran di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Modernland Realty Raih The 11th IICD GCG Award 2019

PT Modernland Realty Tbk. (MDLN) berhasil meraih penghargaan dalam acara The 11th IICD Corporate Governance Conference & Award 2019 yang…

Rencanakan Divestasi Saham - Vale Indonesia Matangkan Transaksi Dengan Inalum

NERACA Jakarta – Setelah pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di istana September lalu mendapatkan dukungan soal rencana divestasi, kini…

Ketapatan Laporan Keuangan - BEI Catatkan 12 Emiten Belum Rilis Keuangan

NERACA Jakarta – Meskipun kepatuhan dan kedispilinan emiten dalam penyampaian laporan keuangan terus meningkat, namun pihak PT Bursa Efek Indonesia…