Pasar Obligasi Diramaikan Anak Usaha BUMN - Tren Pertumbuhan Positif

NERACA

Jakarta – Semester kedua tahun ini tren pasar obligasi masih tumbuh positif seiring dengan beberapa emiten yang terus memacu ekspansi bisnisnya. Dimana dari pertumbuhan pasar obligasi tersebut, ada beberapa anak usaha BUMN yang ikut meramaikan. Berdasarkan laporan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di Jakarta, kemarin menyebutkan, ada PT HK Realtindo, PT Wijaya Karya Realty, dan PT Adhi Persada Properti yang bakal menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) senilai total Rp 1,22 triliun.

Tiga anak usaha BUMN yang bergerak di bisnis properti tersebut menawarkan kupon pada kisaran 10,75-12% per tahun. HK Realtindo, anak usaha PT Hutama Karya, meluncurkan MTN I seri A senilai Rp 575 miliar dengan tingkat bunga tetap 10,75% per tahun. Surat utang yang memiliki tenor tiga tahun atau jatuh tempo pada 4 September 2022 itu didistribusikan secara elektronik pada 4 September 2019.

KSEI mengungkapkan, wali amanat dari aksi ini adalah PT Bank Bukopin Tbk, sementara penata pelaksana penerbitan adalah PT BNI Sekuritas. Seperti diketahui, tahun ini, HK Realtindo mengandalkan penjualan properti di sejumlah proyek, yakniApartemen Amethyst Tower-H Residence di Kemayoran, Apartemen Olympic Residence di Sentul, dan proyek rumah tapak (landed house) yaitu H City Sawangan.

Sementara itu, Wijaya Karya Realty yang merupakan anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) merilis MTN IX senilai Rp 545 miliar. Surat utang ini telah didistribusikan pada 28 Agustus lalu dan jatuh tempo pada 28 Agustus 2024. Tingkat suku bunga MTN sebesar 12% per tahun. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) bertindak sebagai agen pemantau, sedangkan PT Ciptadana Capital bertindak sebagai arranger MTN Wika Realty.

Tahun ini, salah satu strategi bisnis Wika Realty adalah fokus pada pengembangan properti di daerah Jabodetabek, khususnya Jakarta, diantaranya di daerah Cawang, Bintaro, Cikunir, Stasiun Senen, dan Pulomas. Di samping itu, perseroan juga tetap melakukan pengembangan di kota-kota besar Indonesia lainnya, yaitu Surabaya, Bali, Makassar, Balikpapan, dan yang teranyar adalah proyek residensial di Palembang.

Wika Realty merupakan salah satu anak usaha BUMN yang dipersiapkan melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) tahun depan. Sementara di sektor swastanya ada PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) yang berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan II Tiphone Tahap II Tahun 2019 dengan nilai pokok Rp 500 miliar. Obligasi ini merupakan bagian dari obligasi berkelanjutan II Tiphone dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp 2 triliun.

Perusahaan penjualan telepon seluler dan pengisian pulsa online ini rencananya akan melakukan masa penawaran pada Jumat, 13 September 2019 mendatang. Obligasi ini akan bertenor tiga tahun dengan bunga tetap sebesar 11,5%.

BERITA TERKAIT

Rampungkan Rights Issue - Glencore Akuisisi Saham CITA Rp 1,19 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah melorotnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan sentien virus…

Bentuk Manajemen Baru - Saham AISA Dipastikan Tidak Didelisting

NERACA Jakarta – Resmi terbentuknya manajemen baru pasca tersandung masalah hukum hingga berujung suspensi saham yang berkepanjangan, kini manajemen PT…

Gelar Rights Issue - Bank Banten Bidik Dana di Pasar Rp 1,2 Triliun

NERACA Jakarta – Masih negatifnya kinerja keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS), tidak menyurutkan rencana aksi korporasi perseroan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Mudahkan Pengembang Cari Modal - DPD REI DKI Targetkan Lima Anggotanya IPO

NERACA Jakarta –Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta mengajak anggotanya yang merupakan perusahaan pengembang…

Ketatnya Kompetisi Pasar Mobil - Pendapatan Astra Internasional Terkoreksi Tipis 1%

NERACA Jakarta – Tahun 2019 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi bisnis PT Astra Internasional Tbk (ASII). Pasalnya, sentimen melorotnya…

IHSG Merana Karena Corona - BEI Cermati Pasar Hingga Protokol Krisis

NERACA Jakarta – Tren penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) sejak Senin awal pekan kemarin sebagai respon sentimen negatif virus…