Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar - Lepas 414 Juta Saham Ke Publik

NERACA

Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT Telefast Indonesia go public. Hal ini dilakukan perseroan dalam rangka mendukung pengembangan bisnis anak usahanya. Rencananya, perusahaan yang bergerak di starup penyedia solusi total pengelolaan dan pengembangan SDM secara digital ini akan melepas 25% saham dari modal penyertaan.

Direktur Utama Telefast, Jody Hedrian mengatakan, perseroan akan menawaran saham ke publik maksimal 414.666.500 lembar saham baru. Harga saham initial public offering (IPO) berkisar di antara Rp170-Rp210 per saham. Dengan begitu, Telefast diperkirakan akan meraih dana segar sekitar Rp 70 - 80 miliar.”Kami melihat perjalanan MCash dan Kresna (yang juga go public). Di listing ini kami lihat bukan hanya bicara pendanaan, melainkan bias mendapat guidelines untuk melakukan pengelolaan perusahaan secara baik dan benar,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan telah menunjuk PT Kresna Sekuritas (Terafiliasi) dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi saham. Dana hasil IPO rencananya akan digunakan untuk modal kerja sebesar 70%, belanja modal 25%, dan keperluan perekrutan SDM perusahaan 5%. Sementara Direktur dan CMO Telefast, Setiawan Parikesit memaparkan, "Dengan berkembangnya perusahaan, kami membutuhkan investment untuk memperoleh talenta yang bagus dan andal."jelasnya.

Sementara 70% modal kerja akan diperuntukkan untuk sejumlah keperluan, meliputi penjualan voucer, solusi HR berbentuk aplikasi (HR.ku dan Bilik Kerja), dan modal kerja untuk pembelian. Kemudian 25% untuk belanja modal lebih banyak digunakan untuk pengembangan software dan hardware HR.ku dan Bilik Kerja.

HR.ku merupakan aplikasi yang menyediakan solusi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para karyawan sekaligus memiliki fitur untuk absensi hingga pengajuan cuti. Sementara Bilik Kerja merupakan platform yang mempertemukan talenta atau tenaga kerja dengan perusahaan. "Jadi, bukan merekrut, tapi dijadikan mitra," imbuh Jody.

Sebagai integrated people solutions, TFIN bertujuan memberikan solusi bagi berbagai perusahaan dalam mengelola sistem SDM yang terintegrasi, serta menyediakan kebutuhan SDM dengan cepat dan tepat dengan didukung oleh inovasi teknologi. PT Telefast Indonesia Tbk berencana melakukan pencatatan pada 16 September 2019 dengan penawaran pada 9-11 September 2019.

Asal tahu saja, tren perusahaan yang listing di pasar modal sepanjang semester pertama tahun ini cukup marak meski nilai IPO tidak terlalu besar. Namun demikian, menuut Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, hal tersebut merupakan hal positif. Sebab, artinya ada peningkatan kesadaran perusahaan-perusahaan kecil untuk menfaatkan pasar modal sebagai opsi pendanaan. "Kenapa tidak menjadi besar di pasar modal. Jadi, kami buka pipe untuk perusahaan yang sudah besar, silakan jadi besar lagi. Tapi, buat perusahaan yang kecil, ini kesempatan jadi besar," katanya.

Menurut dia, persepsi menjadi perusahaan dengan skala besar dahulu baru mencari pendanaan di pasar modal, sudah beralih menjadi pemanfaatan pasar modal untuk menjadi perusahaan yang lebih besar dari perusahaan berskala kecil. Namun, Nyoman tetap berharap perusahaan besar masih mau mencari pendapanaan melalui skema IPO di pasar modal.

BERITA TERKAIT

Pabrik Karawang Beroperasi - Softex Bidik Bisnis Tumbuh Double Digit

NERACA Bandung –Mengulang kesuksesan pertumbuhan bisnis di tahun 2019 kemarin, perusahaan prdousen saniter PT Softex Indonesia mematok pertumbuhan bisnis tahun…

Tambah Portofolio Aset - SDI Akuisisi Gedung Milik SCB Rp 20 Miliar

NERACA Jakarta -  Dukung pengembangan bisnisnya, PT Serba Dinamik Indonesia (SDI) mengakuisisi gedung milik PT Surya Cipta Banten (SCB) senilai…

Marak Terbitkan Obligasi - Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 40,7 Triliun

NERACA Jakarta –Pasar obligasi dalam negeri di tahun 2020 masih berpiotensi tumbuh, meskipun dihantui sentimen negatif pasar global. Berkah inilah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pabrik Karawang Beroperasi - Softex Bidik Bisnis Tumbuh Double Digit

NERACA Bandung –Mengulang kesuksesan pertumbuhan bisnis di tahun 2019 kemarin, perusahaan prdousen saniter PT Softex Indonesia mematok pertumbuhan bisnis tahun…

Tambah Portofolio Aset - SDI Akuisisi Gedung Milik SCB Rp 20 Miliar

NERACA Jakarta -  Dukung pengembangan bisnisnya, PT Serba Dinamik Indonesia (SDI) mengakuisisi gedung milik PT Surya Cipta Banten (SCB) senilai…

Marak Terbitkan Obligasi - Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 40,7 Triliun

NERACA Jakarta –Pasar obligasi dalam negeri di tahun 2020 masih berpiotensi tumbuh, meskipun dihantui sentimen negatif pasar global. Berkah inilah…