Unilever Ubah Peduli Lingkungan Jadi Gaya Hidup - Kampanyekan Mulai Bijak Sampah Plastik

Darurat sampah plastik yang merusak lingkungan saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Berangkat dari semangat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada lingkungan, PT Unilever Indonesia Tbk meluncurkan kampanye yang mengajak masyarakat untuk mulai bijak dalam menggunakan plastik, menjaga alam Indonesia agar tidak tercemar oleh sampah.

Veronica Utami, Direktur Home Care Unilever Indonesia dan Dirt is Good SEA-ANZ, mengungkapkan, pihaknya menyadari bahwa saat ini kita dihadapi pada permasalahan sampah plastik yang tidak dapat dipungkiri juga membuat alam, tempat bermain anak menjadi tidak nyaman.“Sebagai brand yang telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia selama puluhan tahun, Rinso memiliki purpose untuk mendorong orang tua agar anak-anak mereka dapat bermain di luar ruangan tanpa takut kotor,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Saat ini, dia menjelaskan, Rinso melakukan beberapa upaya secara internal untuk lebih bijak dalam penggunaan plastik pada kemasan produk. Upaya ini, lanjutnya dilakukan mulai dari hulu, yaitu ketika mendesain produk. Pada saat mendesain produk, tambahnya pihaknya menerapkan tiga kerangka kerja, yakni mengurangi plastik, menggunakan plastik yang lebih ramah lingkungan, dan merencanakan model bisnis untuk menghadirkan produk tanpa plastik.

Bahkan di tahun 2025, Unilever menargetkan 100% kemasan plastik dari Unilever Indonesia dapat didaur ulang. "Kami di Unilever harus jadi bagian dari solusi dari sampah plastik bukan hanya bagian dari masalah sampah plastik. Di tahun 2025, 100% kemasan plastik Unilever dapat di daur ulang atau dapat terurai menjadi kompos," kata Veronica.

Selain itu, kata Veronica, pada tahun 2025 nanti minimal 25% dari plastik yang ada dalam produk Unilever Indonesia khususnya Rinso akan menggunakan produk plastik daurulang."Semua upaya akan terus kami tingkatkan, akan tetapi kami membutuhkan masyarakat pemerintah dan pecinta lingkungan untuk menggerakan bijak plastik," ujarnya.

Memulai capaian tersebut, lanjutnya, pihak Rinso sebagai produk home care pertama dari Unilever Indonesia akan membuat sebuah gerakan besar. Yakni gerakan bertajuk "Yuk Mulai Bijak Plastik" yang akan digelar pada 21 September 2019. Diharapkan, gerakan tersebut nantinya akan menjadi kampanye besar melalui seluruh anak-anak Indonesia untuk bijak dalam penanganan sampahplastik.

Kemudian sebagai momentum awal, Rinso mengajak masyarakat untuk jadi relawan 21 September 2019 untuk turun tangan bersihkan lingkungan. Disampaikan Veronica, ini hanya langkah awal tapi diharapkan langkah awal akan menjadi habit masyarakat Indonesia. Dirinya juga menambahkan, Rinso telah berhasil mengurangi 209 ton plastik dalam seluruh kemasannya, dan mengimplementasikan 100% botol hasil daur ulang dan dapat didaur ulang / post consumer rain pada tahun ini. Untuk menghadirkan produk tanpa kemasan plastik, Rinso sedang memulai proyek percontohan toko isi ulang dengan salah satu mitra, yaitu Saruga. Toko ini direncanakan akan mulai beroperasi pada bulan ini.

Kumpulkan 13 Juta Masyarakat

Perseroan dalam menggerakan Yuk Mulai Bijak Plastik, lewat aksi bersih sampah plastik di pantai akan menggandeng kerjasama dengan World Clean-up Day (WCD). Melalui kolaborasi dengan WCD, maka kegiatan juga akan melibatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga alam Indonesia khususnya dari sampah plastik dan memberikan manfaat bagi anak-anak."Kampanye ini bermaksud untuk melibatkan masyarakat agar sama-sama berpartisipasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat serta memberikan edukasi kepada anak-anak untuk mulai peduli pada lingkungan sekitar dan tidak lagi membuang sampah yang ujungnya mengurangi tempat mereka untuk bermain," kata Veronica.

Leader WDC Indonesia, Agustina Iskandar mengatakan pihaknya menyambut baik kolaborasi dengan Unilever. Menurutnya, melalui kolaborasi ini dapat membuat dampak lebih besar terhadap suatu perubahan untuk memerangi masalah sampah khususnya sampah plastik di Indonesia. Dirinya menargetkan gerakan bersih-bersih pantai atau world clean up day pada September mendatang dapat mengumpulkan 13 juta masyarakat Indonesia.

Kata Agustina, pihaknya berhasil memobilisasi 7,6 juta relawan dan membawa Indonesia menjadi negara pertama yang memimpin aksi clean-up terbesar di dunia pada tahun lalu.”Kami menargetkan 13 juta masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang untuk ikut berpartisipasi dalam aksi clean-up tahun ini sebagai sebuah momentum persatuan dalam memerangi sampah di Indonesia,” ujarnya.

World Clean-Up Day merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan secara serentak di 157 negara di dunia, termasuk di Indonesia. Pada ajang World Clean-Up Day tahun ini, dia menuturkan, pihaknya berkolaborasi dengan Rinso, dan berharap dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap perubahan. Asal tahu saja, Indonesiamerupakan negara dengan jumlah pencemaran sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia. China memimpin dengan tingkat pencemaran sampah plastik ke laut sekitar 1,23-3,53 juta ton/tahun.

Bahkan pencemaran plastik di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat. Saat ini, industri industri minuman di Indonesia merupakan salah satu sektor yang pertumbuhannya paling pesat. Pada kuartal I-2019, pertumbuhan industri pengolahan minuman mencapai 24,2% secara tahunan (YoY) hanya kalah dari industri pakaian jadi. Banyak dari hasil akhir produk minuman menggunakan plastik sekali pakai sebagai packaging. Minuman-minuman tersebut dapat dengan mudah ditemui di berbagai gerai ritel, baik modern maupun tradisional.

Pertumbuhan industri minuman yang sangat pesat tentu saja akan menghasilkan pertumbuhan jumlah sampah plastik yang semakin banyak. Terlebih saat ini kapasitas pengolahan limbah plastik masih terbilang minim.

BERITA TERKAIT

Geliat Wisata Edukasi Kopi Sirap - Kongkow Plus Ngopi Nikmat Langsung dari Kebunnya

Indonesia, menurut data Organisasi Internasional Kopi merupakan negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Hal…

Semarak Maybank Marathon Bali - Maybank Suarakan Dukungan Hak Disabilitas

Di sela kegiatan acara Maybank Bali Marathon yang merupakan kegiatan tahunan, PT Bank Maybank Indonesia Tbk tidak pernah abesen untuk…

Selamatkan Hutan Bakau di Semarang - Masyarakat Pesisir Budidaya Perairan Berkelanjutan

Keberadaan hutan bakau memiliki manfaat besar, selain melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan juga bisa meredam gelombang besar termasuk…

BERITA LAINNYA DI CSR

Geliat Wisata Edukasi Kopi Sirap - Kongkow Plus Ngopi Nikmat Langsung dari Kebunnya

Indonesia, menurut data Organisasi Internasional Kopi merupakan negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Hal…

Semarak Maybank Marathon Bali - Maybank Suarakan Dukungan Hak Disabilitas

Di sela kegiatan acara Maybank Bali Marathon yang merupakan kegiatan tahunan, PT Bank Maybank Indonesia Tbk tidak pernah abesen untuk…

Selamatkan Hutan Bakau di Semarang - Masyarakat Pesisir Budidaya Perairan Berkelanjutan

Keberadaan hutan bakau memiliki manfaat besar, selain melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan juga bisa meredam gelombang besar termasuk…