Ini 5 Alasan Harus Pilih HPB Untuk Portfoliomu

Ini 5 Alasan Harus Pilih HPB Untuk Portfoliomu

NERACA

Jakarta - Belakangan ini, di forum-forum diskusi blockchain sedang ramai-ramainya membahas teknologi baru yaitu HPB. Coinvestasi sebelumnya sudah membahas mengenai HPB mulai dari kegunaan, perkembangan, hingga profile dari foundernya yaitu Wang Xiaoming.

HPB sangat populer di negara asalnya, China, karena industri ini sedang pesatnya berkembang di negara tersebut. Pengguna blockchain menyebutnya sebagai “EOSnya China”.”Bagi kamu yang baru atau sudah memulai di industri blockchain, tidak ada salahnya untuk memilih teknologi ini untuk masuk dalam list portofoliomu. Berikut akan dijelaskan lima alasan kenapa harus pilih HPB,” demikian keterangan tertulisnya kepada Neraca, Selasa (20/8).

Kecepatan dan Skalabilitas dengan TOE

Manggo Research, sebuah perusahaan riset, mengungkapkan bahwa pada tahun 2018/2019 ini akan menjadi kompetisi pada skalabilitas dan adopsi masal. Namun kondisi saat ini, hasil dan latensi dari teknologi blockchain tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan yang besar. HPB mempunyai solusi inovatif untuk menyelesaikan masalah tersebut yaitu menyediakan hasil yang besar dan latensi yang kecil. Melalui penggabungan hardware dan software yang bekerja sebagai spesialis akselerator, akan memungkinan HPB menyelesaikan masalah tersebut dengan efisien. Pada kombinasi tersebut terdapat network card yang dapat memungkinkan terjadinya:

Jutaan transaksi per detik

Memproses tugas secara paralel

konkurensi yang tinggi serta konfirmasi dalam hitungan detik

block time dalam waktu 3 detik

Penetrasi Pasar Lebih Mudah

Sekarang ini, semakin besarnya pasar maka semakin banyak transaksi yang dilakukan, dan hal tersebut memunculkan masalah baru. Masalah tersebut yaitu skalabilitas atau keterbatasan suatu sistem untuk memproses transaksi dalam jumlah yang banyak. Beberapa blockchain lainnya sedang mencari solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut, namun tidak untuk HPB yang sudah menemukannya. Keunggulan dengan penyediaan solusi tersebut memungkinkan mereka untuk mendekati klien perusahaan dengan segera.

Melalui whitepaper-nya, mereka menyebutkan perusahaan seperti Alibaba, Tencent & Baidu akan menikmati manfaat dari penggunakan teknologi blockchain dan skalabilitas HPB. Bahkan, berbagai industri seperti Iot, industry keuangan dan industry supply chain akan menggunakan teknologi HPB.

Kedepannya HPB akan dioperasikan dengan NEO Virtual Machine dan Etherum Virtual Machine, untuk penetrasi yang lebih mudah.

Kemitraan & Tim Inti

Sudah menjadi hal yang umum bahwa HPB bekerjasama dengan NEO. HPB menggunakan NEO Virtual Machine dan itu merupakan blockchain pertama yang menggunakannya. Namun yang lebih penting ialah kerjasama HPB dengan Union, perusahaan pembayaran seperti Visa dari China, namun populasinya di China lebih besar. Selain itu HPB juga memiliki partner pada bagian strategi yaitu CPChain. Peran perusahaan tersebut bagi HPB ialah untuk mengembangkan distribusi infrastruktur untuk IoT.

Wang yang sebelumnya bekerja di UnionPay serta tim intinya yang merupakan mantan teknisi Intel dan Huawei, merupakan orang dibalik terbentuknya teknologi canggih tersebut.

Smart Contract

Kata tersebut terdapat dalam whitepaper sebagai rencana pengembangan perusahaan tersebut kedepannya. Banyak orang yang penasaran dengan sistem tersebut. Namun kurang lebihnya sistem tersebut akan berperan sebagai management life cycle cerdas yang akan melakukan control secara otomatis.

Sistem tersebut sedang berada pada tahapan audit & pengujian. Tahapan tersebut berupa penggabungan alat audit otomatis, auditor professional, tinjauan kode dan alat pengujian.

Rekomendasi Influencer

Banyak di media social seperti Youtube dan twitter, konten-konten terkait HPB dibuat. Tidak tanggung-tanggung, yang mebuat konten tersebut ialah pemerhati crypto seperti youtuber yang fokus pada dunia cryptocurrency. Hal tersebut dapat membantu HPB dalam memperkenalkan ke masyarakat luas, dan membantu meyakinkan. Jika konten tersebut dibuat sebagai rekomendasi atas hasil review tersebut, kemungkinan masyrakat akan dapat dengan mudah mengadopsinya. Mohar

BERITA TERKAIT

Sony Subrata: Buku Jagat Digital Mengupas Dampak Media Sosial

Sony Subrata: Buku Jagat Digital Mengupas Dampak Media Sosial  NERACA Jakarta - Anggota Dewan Pers yang juga Head of New…

Bintang Puspayoga Rilis Buku Sinergi Untuk Negeri

Bintang Puspayoga Rilis Buku Sinergi Untuk Negeri NERACA Jakarta - Bintang Puspayoga secara resmi merilis buku bertajuk Sinergi Untuk Negeri.…

Pemkot Sukabumi Raih WTN ke-16 Kalinya

Pemkot Sukabumi Raih WTN ke-16 Kalinya  NERACA Sukabumi - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi kembali meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN)…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Mayor Amrizal Nasution Calon Kuat Wali Kota Binjai

Mayor Amrizal Nasution Calon Kuat Wali Kota Binjai NERACA Jakarta - Mayor Amrizal Nasution diprediksi akan menjadi calon kuat untuk…

Pertamina EP Tanggap Darurat Karhutla

Pertamina EP Tanggap Darurat Karhutla NERACA Jakarta – PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) sekaligus kontraktor kontrak kerjasama…

Sony Subrata Setuju Pemerintah Tegas Terhadap Facebook, Instagram, YouTube dan Twitter

Sony Subrata Setuju Pemerintah Tegas Terhadap Facebook, Instagram, YouTube dan Twitter  NERACA Jakarta - Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo meluncurkan…