Bank BJB Bidik Private Placement Rp 412 Miliar - Diserap Empat Pemerintah Daerah

NERACA

Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) bakal kembali menggelar penambahan modal tanpa melalui hak memesan efek terlebih dahulu atau non PMHMETD (private placement) di tahap II senilai Rp412 miliar. Sebelumnya, perseroan juga sudah menerbitkan PMHETD di tahap I senilai Rp272 miliar. Sehingga total aksi korporasi tersebut mencapai Rp684 miliar.

Kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BJBR, Nia Kania, aksi korporasi tersebut bakal digelar pada akhir tahun ini atau paling telah di tahun 2020. Nantinya, saham tersebut akan diserap empat kabupaten/kota baru hasil pemekaran yang sebelumnya tak mengantongi saham di BJB.”Untuk private placement pertama itu sudah dieksekusi di akhir 2018 lalu dan tahap kedua di akhir tahun ini dan bisa kita eksekusi dengan baik. Tapi memang untuk tahap kedua ini bisa digeser di tahun 2020 nanti, tergantung kemampuan APBD Pemda ya,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Pemda baru yang akan menyerap aksi korporasi tersebut adalah empat pemerintah daerah hasil pemekaran yaitu pemerintah kota Serang, pemerintah kota Tangerang Selatan, pemerintah kabupaten Bandung Barat dan pemerintah kabupaten Pangandaran. Nantinya, dana itu terbagi atas modal ditempatkan dan disetor Rp 90,02 miliar dan tambahan modal disetor Rp 594,16 miliar. Dengan tambahan modal itu, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perseroan semula 17,53% menjadi 18,26%.

Dalam private placement ini jumlah saham seri A baru yang akan diterbitkan maksimal 360,1 juta saham dengan nominal Rp 250 per saham. Ini setara dengan 3,71% modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Saham baru yang diterbitkan ini akan ditawarkan khusus pada Pemprov Jabar, Pemprov Banten serta pemkot/kabupaten se Jawa Barat dan Banten. Harga pelaksanaan penerbitan saham baru non HMETD ini tidak akan lebih rendah dari Rp 1.900 per saham.

Nantinya, lanjut Nia, setelah penerbitan saham baru ini, saham seri A pemerintah provinsi/kota/kabupaten di Jawa Barat dan Banten akan bertambah dari 75% menjadi 75,9%. Sedangkan saham publik akan terdilusi dari 25% menjadi 24%."Yang kita terbitkan 360.100.000 (360,10 juta saham) dengan nilai nominal Rp 250. Jumlah itu 3,71% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan yang akan ditawarkan khusus ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Banten, dan pemerintah kota serta kabupaten se-Jawa Barat dan Banten," ungkapnya.

Sebelumnya dalam meningkat pelayanan di era digital saat ini, Bank BJB terus berinovasi dalam meningkatkan layanan digital dengan menyiapkan dana investasi sebesar Rp 800 miliar. Perseroan menyebutkan, investasi itu digunakan bertahap selama lima tahun dari 2017-2022. Dimana dari 2017 sampai sekarang investasi yang sudah digunakan sekitar Rp 250 miliar. Direktur IT Bank BJB, Rio Lanasier pernah bilang, dana tersebut digunakan untuk memperkuat infrastruktur digital yang dimiliki BJB hingga ke pengembangan layanan digital itu sendiri. Salah satu langkah inovasi tahun ini adalah pembaruan fasilitas layanan bjb Digi dengan menambahkan fitur pembayaran dengan QR Code.

BERITA TERKAIT

Genjot Pertumbuhan Investor - BEI Gelar Sekolah Pasar Modal HIPWI FKPPI

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus perluas edukasi  manfaat pasar…

Raih Global Islamic Finance Awards - Pasar Modal Syariah Indonesia Terbaik di Dunia

NERACA Jakarta –Kesekian kalinya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendapatkan penghargaan internasional Global Islamic Finance Awards (GIFA) 2019 untuk kategori…

WEGE Catatkan Kontrak Baru Rp 5,2 Triliun

NERACA Jakarta – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatatkan kontrak baru hingga pekan pertama September 2019 mencapai Rp5,2…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…

Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.…