Hermina Optimis Raih Pendapatan Rp 3,6 Triliun - Kelas Menengah Bertambah

NERACA

Jakarta –Berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 17,88% menjadi Rp 1,79 triliun dari priode yang sama tahun lalu Rp 1,51 triliun, menjadi optimisme PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) bila target pendapatan tahun ini sebesar Rp3,6 triliun dan laba sebesar Rp320 miliar dapat tereaisasi.

Direktur Keuangan dan Pengembangan Strategi Medikaloka, Hermin Aristo Setiawijaja mengatakan, perseroan tahun ini menargetkan dapat meraih pendapatan sebesar Rp3,6 triliun sepanjang 2019.”Kami masih tetapkan target Rp3,6 triliun belum ada revisi target. Strategi khusus kami harus tingkatkan dari segi kualitas, cakupan bisnis dan servis. Dulu kami dikenal sebagai RS ibu dan anak tapi sekarang pendapatan dari segmen itu tidak sampai setengahnya. Itu harus kami tingkatkan dan juga jumlah tempat tidur,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dirinya pun menegaskan, perseroan masih optimistis target tersebut dapat tercapai sebab ada pergeseran tren kelas menengah yang mulai mengakses layanan kesehatan. Selain itu juga ada bonus demografi di mana jumlah kelas menengah semakin bertambah. Sebagai contoh, lanjutnya, HEAL kerap disokong oleh segmen jasa kesehatan nasional (JKN) dalam kurun waktu 2014-2017. Tapi sejak 2018 sampai sekarang porsi tersebut digeser oleh pasien umum dengan kontribusi 53 persen atas pendapatan HEAL.”Permintaan healthcare di Indonesia sangat tinggi dan sudah tidak bergantung pada demam berdarah atau JKN. Jumlah kamar di Indonesia hanya ada 326.000 sedangkan anjuran dari Bank Dunia 500.000 kamar, jadi peluang masih terbuka lebar belum jenuh,” katanya.

Lebih lanjut, Aristo menyebut ada katalis positif yang mendukung target perseroan dengan rencana pemerintah menaikkan premi untuk JKN kelas premium. Sejauh ini memang masih dalam tahap perundingan, tetapi jika itu berhasil perseroan akan diuntungkan. Perseroan mengungkapkan, kontribusi paling besar untuk pendapatan adalah pasien umum sebesar 57%, sedangkan kontribusi dari pasien JKN sebesar 43%.

Disampaikan Aris, pendapatan dari pasien umum terus tumbuh karena dibandingkan dengan tahun lalu kontribusi pasien umum itu 51% dan pasien JKN sebenarnya 49%. Kemudian dari sisi jumlah kunjungan, kata Aristo, Hermina lebih banyak kedatangan pasien JKN. Pasalnya, sebanyak 64% kunjungan rawat inap dan 53% pasien rawat jalan merupakan pasien JKN.

Aristo mengakui ada ketakutan dari investor kalau pasien JKN dapat mengganggu kinerja perseroan akibat tertundanya pembayaran. Namun, dia menyebut pembayaran selalu dibayar tepat waktu. Perseroan, lanjutnya, mampu menjaga margin keuntungan dengan menerapkan skala ekonomi, peningkatan efisiensi operasional, adopsi teknologi, dan menavigasi dinamika dari lingkungan regulasi kesehatan. Sementara itu, HEAL juga menghasilkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp429,2 miliar dengan peningkatan margin menjadi 24%.

BERITA TERKAIT

Kadin: Industri Tidak Bisa Langsung Tumbuh Meski Harga Gas Turun

NERACA Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) menilai bahwa penurunan harga gas industri yang rencananya akan mulai berlaku…

Beli Rumah di Usia Muda Bukan Lagi Mustahil

Empat tahun sejak di lantik menjadi perwira polisi, Nuril Fajar (25) memberanikan diri mengambil rumah di usia muda. Hal ini…

Dongkrak Aset Jadi Rp 27,9 Triliun - META Operasikan Proyek Tol dan PLTM

NERACA Jakarta - Genjot pertumbuhan pendapatan dan aset, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META)  bersiap mengoperasikan dua proyek infrastruktur dan melanjutkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jaga Kualitas Produksi Tambang - BRMS Kirim Dore Bullion dari Poboya Ke Jakarta

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan bisnis di sektor pertambangan, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) terus mengoptimalkan nilai tambah dalam…

Pasca Marubeli Miliki Saham - SILO Kembangkan Potensi Bisnis Kesehatan

NERACA Jakarta – Mengoptimalkan bisnis layanan kesehatan yang dinilai memiliki prospek positif, PT Siloam Internasional Tbk (SILO) terus perluas kerjasama…

Sentimen Virus Corona Bikin IHSG Merana

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (25/2) sore ditutup melemah dipicu meluasnya…