Harian Ekonomi NERACA Genap 34 Tahun

Di bulan Agustus ini, tepatnya pada 18 Agustus 2019, Harian Ekonomi NERACA genap berusia 34 tahun. Meski di tengah maraknya bermunculan media online belakangan ini, ternyata masih banyak pembaca yang tetap setia setiap hari membaca surat kabar (cetak) edisi nasional yang terbit di pagi hari. Koran ini didirikan pertama kali 18 Agustus 1985 sebagai media cetak ekonomi satu-satunya yang hadir di tengah masyarakat pebisnis di Indonesia saat itu. Di bawah kepemimpinan dan sekaligus pendiri Bapak Zulharmans (Alm) sebagai Pemimpin Redaksi pertama, yang juga sebagai Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat saat itu, koran ini turut memberikan kontribusi yang tidak kecil bagi kalangan dunia usaha maupun perkembangan perekonomian nasional.

Tidak hanya sekedar menginformasikan perkembangan bisnis dan investasi, tapi mengulasnya secara mendalam mengenai tren yang bakal terjadi ke depan. Juga perkembangan ekonomi, sosial, politik maupun profil pebisnis diulas dan disajikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh pembaca dari kelas strata ekonomi menengah ke atas.

Harian Ekonomi NERACA sejak dulu hingga sekarang tampil dengan ciri khas hitam putih setiap hari kecuali edisi Week- End, umumnya dibaca oleh para pengambil keputusan, profesional, dan pengusaha yang haus akan berita dan artikel yang berkualitas dan selalu up to date dari waktu ke waktu.

Sebagai wahana komunikasi yang selalu menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dengan tetap mempertahankan konten yang berpedoman pada prinsip berita yang berimbang (cover both side), akurat dan lengkap (clear), koran ini tetap berusaha menekan sekecil apapun kesalahan demi kepuasan pembaca dan pemasang iklan, yang sudah setia mendampingi bersama kehidupan kami selama 34 tahun terakhir.

Harian Ekonomi NERACA termasuk versi online-nya (www.neraca.co.id) kini sudah terverifikasi oleh Dewan Pers. Meski demikian, dalam perjalanannya tentu tidak lepas dari pengaruh turbulensi organisasi seperti halnya terjadi pada perusahaan lainnya. Dinamika organisasi yang terjadi sejak awal pendirian hingga saat ini menunjukkan suatu hal yang wajar dan positif, ini sebagai upaya mengantisipasi perubahan yang setiap saat bisa terjadi kapan dan dimana saja.

Karena itu, dalam menghadapi dinamika bisnis media cetak, kami senantiasa melakukan proses penyegaran manajemen secara keseluruhan. Ini sebagai bukti komitmen bahwa sebagai koran ekonomi satu-satunya harus selalu eksis dan tetap menjaga kualitas di mata stakeholders-nya. Tim redaksi pun selalu memperhatikan kompetensi awak redaksi melalui kegiatan sertifikasi kompetensi wartawan (SKW) yang diadakan secara berkala oleh Dewan Pers bersama PWI.

Selain masalah internal, harian ini juga tidak lepas dari incaran dari pesaing koran sejenis lainnya bernuansa ekonomi dan bisnis yang terbit berikutnya. Setiap media cetak tentu memiliki karakteristiknya yang berbeda antara satu dan lainnya. Namun NERACA sebagai koran ekonomi yang lebih dewasa dari sudut usianya, sangat menghargai nara sumber berita yang mau terbuka dan jujur untuk menyampaikan semua kegiatan/ informasi yang bermanfaat bagi kepentingan orang banyak.

Bagaimanapun, prospek media cetak masih tetap menjanjikan. Untuk itu, kami selalu terus berupaya menyajikan berita-berita yang lebih luas, mendalam, dan lengkap. Artinya, koran selama ini masih menjadi sarana efektif untuk mengomunikasikan narasumber dan pembaca, karena media cetak hingga saat ini masih menjadi wahana lingkungan pergaulan sosial dimanapun berada.

Tentu kami selalu ingat pesan yang disampaikan oleh pendiri koran ini, Bapak Zulharmans (Alm), bahwa Harian Ekonomi NERACA tidak sekedar menjadi koran pembawa berita, tapi juga sebagai mitra berdiskusi. Media cetak ini meliput semua berita, membahasnya dari sudut ekonomi, dan dampaknya pada kepentingan pembaca. Semua informasi yang disajikan koran ini pada hakekatnya menjadi sumber referensi utama bagi pembaca dan pemasang iklan dari dari kalangan swasta, pemerintah pusat/daerah, Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/D) maupun perorangan.

Namun, tak ada gading yang tidak retak. Bila dalam perjalanan sejarah panjang usia koran ini mungkin terselip suatu kesalahan dalam penulisannya, kiranya dapat dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya. Kami juga selalu menantikan respon positif dan sumbang saran pemikiran dari para mitra/pembaca untuk terus menerus secara bersama-sama menjaga mutu koran ini dari waktu ke waktu demi menghasilkan manfaat positif bagi kita semua di masa depan. Terimakasih.

BERITA TERKAIT

Sah, Revisi UU KPK

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly atas nama Presiden Jokowi akhirnya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada DPR dan semua…

Waspada Kejahatan Siber

Kejahatan dunia siber berupa peretasan data masih mengincar perusahaan besar, khususnya industri jasa keuangan dan perbankan. Paparan studi yang dilakukan…

Persoalan Serius BPJS Kesehatan

    Persoalan yang dihadapi BPJS Kesehatan ternyata membuat membuat Kemenkeu harus memutar otak bagaimana menutup defisit yang terus membengkak belakangan…

BERITA LAINNYA DI EDITORIAL

Pangkas Regulasi Penghambat!

Pemerintah sekarang sibuk melakukan pembenahan regulasi yang dinilai menghambat investasi asing di Indonesia. Efisiensi regulasi dan prosedur diperlukan untuk menggenjot…

Perilaku Antikorupsi Menguat

Di tengah polemik tajam para elite soal bagaimana memberantas korupsi di dalam negeri, ada berita cukup menggembirakan justru datang dari…

Sah, Revisi UU KPK

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly atas nama Presiden Jokowi akhirnya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada DPR dan semua…