BRG Libatkan Tokoh Agama Edukasi Petani Sumsel

BRG Libatkan Tokoh Agama Edukasi Petani Sumsel

NERACA

Palembang - Badan Restorasi Gambut (BRG) melibatkan tokoh agama Islam untuk mengedukasi masyarakat dan petani Sumatera Selatan (Sumsel) agar berpartisipasi dalam melakukan pencegahan kebakaran lahan gambut yang biasa menjadi masalah pada setiap musim kemarau.

"Kami melibatkan dai dan tokoh agama Islam lainnya untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat dan petani terutama yang berada di daerah rawan kebakaran lahan gambut agar tumbuh kesadaran untuk partisipasi dalam kegiatan pencegahan," kata Dinamisator BRG Sumatera Selatan DD Shineba, di Palembang, dikutip dari Antara, kemarin.

Masyarakat Sumsel yang mayoritas beragama Islam, cukup patuh dengan pesan-pesan yang disampaikan da'i melalui ceramah agama atau melalui penjelasan tokoh agama dalam pergaulan sehari-hari.

Berdasarkan evaluasi, dukungan da'i dan tokoh agama Islam di desa rawan kebakaran lahan gambut cukup efektif dalam menegndalikan dan mencegah kebakaran lahan pada musim kemarau tahun ini dan beberapa tahun sebelumnya.

“Melihat hasil evaluasi yang cukup efektif, diharapkan dukungan da'i dan tokoh agama Islam bisa lebih besar lagi sehingga wilayah Sumsel bisa terhindar dari bencana kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan dan berbagai aktivitas masyarakat,” kata dia.

Untuk mencegah kebakaran lahan gambut dan perbaikan lahan yang rusak akibat faktor alam dan terbakar pada saat musim kemarau, pihaknya terus mencari cara yang terbaik sehingga tidak menimbulkan masalah yang selalu dikahwatirkan setiap musim kemarau tiba.

Partisipasi masyarakat dan petani berperan besar dalam pengendalian dan pencegahan kebakaran lahan gambut, disamping program restorasi atau perbaikan lahan yang telah dijalankan BRG sejak 2016.

Dia menjelaskan, BRG yang dibentuk sejak 6 Januari 2016 ditugaskan pemerintah melakukan koordinasi dan memfasilitasi kegiatan restorasi gambut yang ada di tujuh provinsi di Indonesia yakni Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua.

Provinsi Sumsel masuk dalam salah satu dari tujuh provinsi penting dalam upaya untuk penyelamatan lahan gambut karena terdapat 650 ribu hektare lahan gambut rusak.”Lahan gambut yang tercatat mengalami kerusakan di wilayah Sumsel tersebut sekitar 500 ribu hektare di antaranya berada di areal perusahaan baik perusahaan perkebunan sawit maupun Hutan Tanaman Industri (HTI),” ujar Shineba.

Manfaatkan Gambut

Kemuidna Badan Restorasi Gambut (BRG) berupaya melakukan pembinaan kepada masyarakat dan petani Sumatera Selatan yang berada di sekitar lahan gambut untuk memanfaatkan lahan menghasilkan produk pangan kelas premium.

“Lahan gambut yang selama ini menjadi masalah pada setiap musim kemarau rawan terbakar, dengan pemanfaatan maksimal lahan bisa dijaga masyarakat dan petani tetap basah sehingga dapat menghasilkan produk pangan berkualitas seperti beras dan buah-buahan serta bisa mencegah kebakaran yang dapat menimbulkan bencana kabut asap,” kata Shineba.

Sekarang ini, pihaknya telah membina masyarakat dan petani Sumsel yang berada di tiga daerah rawan kebakaran lahan gambut yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin. Produk yang dihasilkan dari lahan gambut tersebut yakni berupa beras kualitas premium yang dikemas dalam kotak ukuran 200 gram, kripik kelapa, kripik nanas, dan beberapa produk lainnya. Ant

BERITA TERKAIT

Mayor Amrizal Nasution Calon Kuat Wali Kota Binjai

Mayor Amrizal Nasution Calon Kuat Wali Kota Binjai NERACA Jakarta - Mayor Amrizal Nasution diprediksi akan menjadi calon kuat untuk…

Pertamina EP Tanggap Darurat Karhutla

Pertamina EP Tanggap Darurat Karhutla NERACA Jakarta – PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) sekaligus kontraktor kontrak kerjasama…

Sony Subrata Setuju Pemerintah Tegas Terhadap Facebook, Instagram, YouTube dan Twitter

Sony Subrata Setuju Pemerintah Tegas Terhadap Facebook, Instagram, YouTube dan Twitter  NERACA Jakarta - Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo meluncurkan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Kopitu: Pemerintah Belum Optimal Terhadap UMKM

Jakarta-Pemerintah dinilai belum optimal memberikan perhatian terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sehingga belum memberikan dampak yang berarti. Padahal,…

Tiga Sumber Mata Air PDAM Sukabumi Semakin Turun - Perlu Studi Tentang Air Baku

Tiga Sumber Mata Air PDAM Sukabumi Semakin Turun Perlu Studi Tentang Air Baku NERACA Sukabumi - Menyusutnya tiga sumber mata…

Komitmen Hero Supermarket Penuhi Kebutuhan Masyarakat Indonesia - Grand Opening di Apartemen Casa Domaine

Komitmen Hero Supermarket Penuhi Kebutuhan Masyarakat Indonesia Grand Opening di Apartemen Casa Domaine NERACA Jakarta – Hero Supermarket sebagai pelopor…