Polda Metro Jaya Gagalkan Penyelundupan Jutaan Produk Ilegal

Polda Metro Jaya Gagalkan Penyelundupan Jutaan Produk Ilegal

NERACA

Jakarta - Polda Metro Jaya menggagalkan penyelundupan jutaan produk ilegal asal China. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan pengungkapan ini didasarkan pada laporan yang diterima Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya pada Juli 2019 dan Agustus 2019.

"Barang-barang yang sudah dilakukan penindakan dan sekarang kita sita itu barang-barang berupa alat-alat kosmetik, obat-obatan, bahan pangan, suku cadang dan barang elektronik lainnya," tutur Gatot di Mapolda Metro Jaya, Rabu (14/8).

Dalam pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan empat tersangka, yakni PL (63), H (30), EK (44) dan seorang WNA China berinisial AH (40).

Dijelaskan Gatot, para penyelundup tersebut dengan sengaja menyelundupkan barang bernilai jual tinggi asal China. Barang-barang tersebut masuk melalui Pelabuhan Pasir Gudang di Johor, Malaysia dan kirimkan ke Pelabuhan Kuching, Serawak, Malaysia, yang berbatasan langsung dengan Indonesia.

Barang-barang tersebut kemudian diselundupkan melalui jalan tikus ke wilayah Jagoi Babang di Kalimantan Barat. Barang selundupan itu kemudian diangkut ke Pontianak dengan truk besar menuju Pelabuhan Dwikora. Barang selundupan itu kemudian diangkut dengan kapal menuju Pelabuhan Tegar di Marunda Center, Kabupaten Bekasi, dengan tujuan diedarkan di Jakarta.

Gatot mengatakan barang-barang itu disita karena tidak memiliki izin edar dari BPOM dan kelengkapan lainnya.

Barang-barang kosmetika maupun panganan yang berasal dari luar tersebut belum mendapatkan izin dari Balai POM maupun izin edar lainnya sehingga tidak diketahui apa isinya. Hal itu tentunya bisa menimbulkan kerugian.

"Tapi yang jelas secara kesehatan karena kita tidak tahu isi dalamnya bisa berdampak pada kesehatan sehingga kita bisa kenakan sanksi kepada pelaku ini terkait undang-undang kesehatan, kedua juga ini barang-barang ini masuk harganya murah, dia enggak bayar pajak dan sebagainya, sehingga negara dirugikan," tutur Gatot.

Gatot mengatakan para pelaku dijerat dengan pasal berlapis karena aksi penyelundupan barang-barang ilegal telah melanggar sejumlah regulasi, yakni UU Kesehatan, UU Pangan, UU perdagangan dan UU Perlindungan Konsumen.

"Kita berikan pasal berlapis, mudah-mudahan ini membuat efek jera kepada mereka untuk tidak melakukan lagi dan kalau masih ada kelompok-kelompok lain akan dilakukan tindakan tegas," kata dia.

Sementara itu Kabid Penindakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Siti Ruliah mengatakan izin edar obat dan makanan sangat penting untuk memastikan produk tersebut bebas dari bahan berbahaya.

"Bahan apa yang terkandung harus melalui uji laboratorium, biasanya barang impor yang sering kita uji bahannya adalah mercuri pemutih yang bisa digunakan oleh ibu-ibu. Selain itu ada hidrokinon, itu juga zat pemutih juga. Padahal hidrokinon itu harus melalui resep dokter," tutur Siti.

Adapun barang bukti yang diamankan dalam pengungkapan kasus tersebut yakni, 1.024.193 kosmetik dalam berbagai jenis dan merek, 4.350 bungkus makanan dengan berbagai jenis dan merek, 774.036 suku cadang kendaraan dari berbagai jenis dan merek dan 48.641 barang elektronik dalam berbagai jenis.

Selain itu petugas juga turut mengamankan delapan unit truk besar berjenis Fuso yang digunakan untuk mengangkut barang tersebut. Ant

BERITA TERKAIT

Presiden Jokowi Tetap Ingin KPK Berperan Sentral

Presiden Jokowi Tetap Ingin KPK Berperan Sentral   NERACA Jakarta - Presiden Joko Widodo mengaku tetap ingin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)…

Komitmen Pemda Cegah Korupsi di Papua Barat Dinilai Rendah

Komitmen Pemda Cegah Korupsi di Papua Barat Dinilai Rendah   NERACA Manokwari - Komitmen pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam pencegahan tindak…

Anggota DPR Kritisi Rencana Revisi PP PSTE

Anggota DPR Kritisi Rencana Revisi PP PSTE   NERACA Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta mengkritisi rencana pemerintah yang…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Indonesia Darurat Limbah Puntung Rokok - Penting Kebijakan Pengendalian Tembakau yang Komprehensif

Indonesia Darurat Limbah Puntung Rokok   Penting Kebijakan Pengendalian Tembakau yang Komprehensif NERACA Jakarta – Pengelolaan limbah puntung rokok sering dilupakan…

Kenaikan Cukai 23 Persen Kian Menghimpit Industri Rokok

Kenaikan Cukai 23 Persen Kian Menghimpit Industri Rokok   NERACA Jakarta - Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) berkepentingan untuk menyampaikan…

Dekopin Berharap RUU Perkoperasian Segera Disahkan

Dekopin Berharap RUU Perkoperasian Segera Disahkan NERACA Jakarta - Perjalanan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perkoperasian sudah mencapai tahap final. Setelah pembahasan…