Ini Instrumen Menilai Kesiapan Industri Terapkan Teknologi 4.0 - Transformasi Industri Digital

NERACA

Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah merumuskan indikator untuk mengukur kesiapan sektor manufaktur dalam bertransformasi menuju industri 4.0 yang disebut Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (Indi 4.0). Hal tersebut merupakan tindak lanjut implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0 yang diluncurkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2018 lalu.

“INDI 4.0 adalah tools untuk menilai kesiapan industri menerapakan teknologi 4.0. Ini dirancang oleh Kemenperin yang bekerja sama dengan beberapa lembaga experts,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BBPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara di Jakarta, disalin dari siaran resmi.

Guna semakin menggaungkan industri untuk bertransformasi dan mengimplementasikan industri 4.0, Kemenperin menyelenggarakan Roadshow INDI 4.0. Gelaran tersebut sekaligus menjadi sarana para stakeholder dan ekosistem industri 4.0 untuk menunjukkan hasil dan capaian mereka dalam mengadopsi industri 4.0.

Roadshow INDI 4.0 yang perdana bakal dilaksanakan di Kota Surabaya, dengan mengusung tema “Pendampingan Implementasi Industri 4.0”. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, pada 17-18 September 2019.

“Surabaya jadi kota pertama untuk roadshow, nanti terus berlanjut di beberapa kota lain. Tujuannya, kami ingin menunjukkan ke publik kemampuan sektor industri di Indonesia dalam menerapkan industri 4.0,” ungkap Ngakan.

Kepala BPPI menyampaikan, selain untuk sosialisasi, Roadshow INDI 4.0 juga bertujuan memberikan pemahamanan pada masyarakat industri tentang kesiapan dan langkah menuju era industri 4.0. Selain itu memberikan gambaran mengenai penguatan ekosistem industri 4.0 yang dibangun, baik itu oleh pemerintah, industri, asosiasi, technical provider, consultant group, akademisi, research and development, serta financial actor.

Dalam roadshow tersebut, Kemenperin melibatkan beberapa asosiasi industri untuk berpartisipasi aktif di dalamnya. Asosiasi yang dilibatkan, antara lain Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI), Asosiasi Bigdata Indonesia (ABDI), Asosiasi Pengguna Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS), Perkumpulan Industri Kecil-Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) Indonesia, serta Suzuki Indomobil Motor Supplier Club.

“Memang kami ingin dalam setiap gelaran INDI 4.0 akan melibatkan banyak pihak untuk semakin menguatkan ekosistem industri 4.0 ke depannya,” ujarnya. Menurut Ngakan, pada setiap gelaran Roadshow INDI 4.0, akan mengangkat pula kisah sukses dari pelaku sektor manufaktur yang telah mentransformasikan industri 4.0.

Salah satu yang diangkat, misalnya perjalanan PT Schneider Electric Manufacturing Batam yang berhasil menjadi lighthouse atau percontohan industri 4.0 di Indonesia sesuai hasil studi World Economic Forum (WEF). “Dengan bentuk sosialisasi seperti itu, diharapkan industri lainnya mampu belajar dari perusahaan yang telah menjadi percontohan,” tuturnya.

Bentuk sosialisasi lainnya, akan dilakukan kunjungan pabrik ke PT Indolakto sebagai salah satu perusahaan yang telah mengimplementasikan industri 4.0 dan penerima penghargaan INDI 4.0 pada April 2019 lalu. “Dengan begitu para stakeholder dapat melihat secara riil bagaimana industri 4.0 ini diimplementasikan di sektor manufaktur,” paparnya.

Ngakan menambahkan, dalam upaya mendorong transformasi industri 4.0, hingga kini Kemenperin telah melakukan assessment terhadap 326 perusahaan manufaktur. Dari hasil penilaian tersebut, terlihat sejumlah perusahaan sudah siap menuju industri 4.0.

“Kami mengklasifikasikan menjadi tiga kelompok. Pertama, sebanyak 166 perusahaan memiliki rentang skor 1-2 atau 50,92%, yang menunjukkan kesiapan awal implementasi industri 4.0,” ungkapnya.

Kelompok kedua, sebanyak 116 perusahaan industri memiliki rentang skor 2-3 atau 35,58% yang menunjukkan kesiapan sedang, dan sebanyak 22 perusahaan industri atau 6,75% menunjukkan telah menerapkan industri 4.0.

“Dengan assessment pada 326 perusahaan itu, kami ingin mengetahui mereka seberapa siap bertransformasi ke industri 4.0. Kemudian, nantinya kami juga mendapat gambaran untuk memberikan pendampingan sampai mereka melakukan transformasi industri 4.0,” imbuhnya.

Ngakan menyebutkan, dari hasil assessment INDI 4.0, Kemenperin telah memberikan penghargaan kepada lima perusahaan yang telah mengimplementasikan industri 4.0, yaitu PT Indolakto yang bergerak di sektor makanan dan minuman, serta PT Pupuk Kaltim pada sektor kimia.

Selanjutnya, PT Pan Brothers, Tbk untuk sektor tekstil, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia dalam sektor otomotif dan PT Hartono Istana Teknologi di sektor elektronika. “Berdasarkan studi yang kami lakukan, ada lima sektor yang didorong untuk bertransformasi,” sebutnya.

Sebagai tindak lanjut assessment dan peluncuran INDI 4.0, BPPI Kemenperin juga melakukan pilot pendampingan implementasi industri 4.0 kepada 10 perusahaan terpilih.

BERITA TERKAIT

Tingkatkan Sinergi untuk Dorong Ekspor

NERACA Jakarta - Guna meningkatkan sinergi komunikasi dengan para eksportir dari berbagai industri, Kementerian Perdagangan menggelar pertemuan dengan para eksportir…

Kemenperin Menggenjot Investasi Masuk ke Indonesia

NERACA Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) turut aktif meningkatkan investasi masuk ke Indonesia, khususnya di sektor industri manufaktur. Langkah strategis…

Perputaran Bisnis Burung Menembus Rp1,7 Triliun

NERACA Bogor - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak para penggemar burung atau kicau mania untuk berkoperasi mempertimbangkan perputaran uang…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Kinerja Industri TPT Siap Naik

NERACA Jakarta - Industri tekstil dan produk tesktil (TPT) diyakini akan semakin tumbuh berkembang dengan ketersediaan bahan baku dari dalam…

IKM Logam Siap Menopang Sektor Otomotif

NERACA Kementerian Perindustrian (Kementerian Perindustrian) mengakselerasi pembangunan material center di Tegal, Jawa Tengah untuk segera mendukung ketersediaan bahan baku yang kompetitif dan…

Kemendag Siap Percepat Penyelesaian IEU-CEPA

NERACA Brussels – Kementerian Perdagangan (Kemendag) siap mempercepat penyelesaian Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA). Hal ini…