Buana Lintas Lautan Bidik Laba Tumbuh 100% - Perkuat Armada Kapal Baru

NERACA

Jakarta – Rencana penambahan delapan unit armada kapal baru diharapkan bisa mendongkrak performance kinerja PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) tahun ini. Dimana emiten pelayaran ini menargetkan laba bersih tumbuh sebesar 100% tahun ini, dibanding laba bersih tahun 2018 sebesar US$13,51 juta.

Kata Direktur Utama BULL, Kevin Wong, penambahan armada laut pengangkutan minyak dan gas (migas) sepanjang tahun 2019 bakal menopang pendapatan kontrak perseroan,” Semester pertama ini, perseroan telah membukukan pertumbuhan kontrak angkutan migas sebesar 40-45% dibandingkan priode yang sama tahun lalu,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga telah melakukan kontrak perjanjian untuk pembelian dua unit armada kapal angkut migas dengan bertonase 120.000 DWT. Sebagai informasi, tahun ini perseroan berencana menambah delapan unit kapal. Di semester satu ini, perusahaan pelayaran ini sudah mendatangkan empat kapal baru.

Kapal tersebut antara lain Explorindo I dengan tonase bobot mati alias deadweight tonnage (DWT) 35.751 ton dan Petrosamudra dengan kapasitas DWT 37.329 ton. Lalu ada Petrogaruda dengan kapasitas DWT 112.045 ton dan Bull Damai I dengan kapasitas DWT 111.928 ton. Kemudian empat kapal lainnya bakal didatangkan di sisa tahun ini. "Dengan penambahan delapan kapal akan menambah kapasitas total pengangkutan 70%-80% lebih tinggi dari yang ada,”kata Kevin Wong

BULL sebelumnya memiliki 17 armada kapal. Dengan adanya tambahan empat kapal yang baru didatangkan, jumlahnya bertambah jadi 21 kapal dengan total kapasitas angkut sekitar 1,15 juta dwt. Seiring dengan penambahan kapal baru tersebut, memacu emiten pelayaran kapal ini menargetkan nilai kontrak baru tumuh 30% hingga 40% di tahun ini. Perseroan sendiri memproyeksikan, permintaan untuk pengangkutan komoditas termasuk minyak dan gas akan naik signifikan tahun ini seiring dengan blok-blok tambang baru yang dijajaki pemerintah. “Kami optimis karena kami sampai tambah delapan kapal baru tahun ini untuk bisa tumbuh,”tandas Kevin.

Menurutnya, optimisme pertumbuhan kontrak tersebut didasarkan pada fakta Pertamina sebagai penyumbang pemasukan BULL paling besar. Tercatat, tahun lalu kontribusi Pertamina untuk BULL mencapai US$ 33,94 juta. Jumlah itu setara dengan 40% dari total pemasukan BULL. Begitu juga hingga kuartal I tahun ini, Pertamina masih mendominasi pemasukan bagi BULL hingga US$ 13,08 juta. Jumlah itu 55,89% dari raihan di kuartal I yang sebesar US$ 23,40 juta.

BERITA TERKAIT

Penjualan Mobil Astra International Turun 6,7%

NERACA Jakarta – Bisnis otomotif yang masih lesu masih dirasakan PT Astra International Tbk (ASII). Dimana emiten produsen otomotif ini…

Bidik Pasar Millenials - Topping Offf Emerald Bintaro Tepat Waktu

NERACA Jakarta- Menyusul serah terima kunci apartemen A yang tepat waktu di tahun lalu, PT Jaya Real Property Tbk sebagai…

Laba Bersih Unilever Terkoreksi 24,37%

NERACA Jakarta – Pencapaian kinerja keuangan PT Unilever Indonesia Tbk di kuartal tiga tercatat negatif. Dimana perseroan dalam laporan keuangannya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penjualan Mobil Astra International Turun 6,7%

NERACA Jakarta – Bisnis otomotif yang masih lesu masih dirasakan PT Astra International Tbk (ASII). Dimana emiten produsen otomotif ini…

Bidik Pasar Millenials - Topping Offf Emerald Bintaro Tepat Waktu

NERACA Jakarta- Menyusul serah terima kunci apartemen A yang tepat waktu di tahun lalu, PT Jaya Real Property Tbk sebagai…

Laba Bersih Unilever Terkoreksi 24,37%

NERACA Jakarta – Pencapaian kinerja keuangan PT Unilever Indonesia Tbk di kuartal tiga tercatat negatif. Dimana perseroan dalam laporan keuangannya…