Reksa Dana Pilihan Tepat Bagi Pemula - Takut Masuk Pasar Modal

NERACA

Jakarta – Beragamnya produk investasi di pasar modal hingga kemudahan serta modal awal investasi yang tidak terlalu besar, tentunya diharapkan bisa menjadi pemicu minat masyarakat berinvestasi di pasar modal semakin besar. Hal ini juga dimaksudkan agar jumlah masyarakat yang melek investasi juga tumbuh signifikan.

Maka berangkat dari hal tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen meminta masyarakat tidak perlu takut untuk masuk pasar modal. Sebab tidak perlu belajar banyak untuk berinvestasi. Dirinya menyarankan agar investor pemula lebih memilih untuk masuk ke instrumen reksa dana. Sebab dana yang ditempatkan ke produk reksa dana akan diolah oleh manajer investasi.”Kita berharap investor pemula ini lebih banyak ke reksa dana karena memang posisinya belajar dan umumnya seperti itu,"ungkapnya di Jakarta, kemarin.

Produk reksa dana juga cukup beragam tergantung jenis investasinya. Setidaknya ada 4 jenis produk reksa dana pada umumnya yakni, saham, campuran, pendapatan tetap dan pasar uang. Uang yang dimasukkan ke produk reksa dana akan dikelola oleh manajer investasi sesuai dengan jenis produk investasinya. Investor cukup menerima laporan perkembangan investasinya secara berkala.

OJK sendiri mencatat hingga 8 Agustus 2019 jumlah investor di pasar modal sudah sekitar 2 juta lebih. Dari angka itu investor reksadana mencapai 1,39 juta sementara untuk saham mencapai 995 ribu. Untuk investor reksa dana sejak dibentuk SID pada 2014 jumlah investornya meningkat 335,67%. Sementara jumlah investor saham dalam 5 tahun meningkat 173,07%.

Sebelumnya dalam laporan riset independen yang dilakukan oleh lembaga survei berbasis mobile JakPat tahun 2018 menyebutkan, generasi milenial Indonesia masih mengandalkan tabungan bank untuk menyimpan kekayaannya. Sejalan dengan temuan riset di atas, pemerintah melalui OJK juga menyatakan jumlah investor lokal di pasar modal masih jauh jika dibandingkan dengan total populasi Indonesia.

Sebagai ilustrasi, jumlah investor Reksa Dana baru mencapai 1 juta orang atau setara dengan 0,4% dari total 260 juta penduduk Indonesia. Hal ini menandakan bahwa masih ada celah antara minat investasi dan akses untuk mendapatkan layanan investasi yang sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan generasi produktif ini.

BERITA TERKAIT

Anggaran Pindah Ibukota Tak Masuk APBN 2020

  NERACA Jakarta -  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan pemerintah belum mengandalkan belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan…

Pasar Respon Positif Nota Keuangan 2020

NERACA Jakarta – Pidato nota keuangan negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 yang disampaikan presiden Joko…

Sistem Data Kemiskinan Palembang Masuk 10 Inovasi Terbaik Geospasial

Sistem Data Kemiskinan Palembang Masuk 10 Inovasi Terbaik Geospasial   NERACA Palembang - Sistem Informasi Data Kemiskinan Kota Palembang masuk 10…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Juli, Penjualan Semen Indonesia Naik 78,8%

NERACA Jakarta – Meskipun industri semen dalam negeri masih terjadi oversuplai, namun penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pada Juli…

Lagi, Bank Mandiri Kurangi Porsi Saham di MAGI

NERACA Jakarta – Kurangi porsi saham di PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) bakal…

Lindungi Invetor Ritel - OJK Perketat Keterbukaan Informasi Emiten

NERACA Jakarta – Menciptakan industri pasar modal sebagai sarana investasi yang aman dan melindungi investor, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan…