Mega Perintis Raih Pinjaman Rp 107,113 Miliar - Danai Belanja Modal

NERACA

Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, perusahaan ritel fesyen khusus pria PT Mega Perintis Tbk (ZONE) memperoleh fasilitas pinjaman senilai Rp107,113 miliar dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Direktur Utama ZONE, Franxiscus Afat Adinata dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyatakan, fasilitas pinjaman ini diharapkan akan mendukung pengeluaran modal kerja dan belanja modal perseroan dan entitas anak sepanjang tahun 2019 dan tahun-tahun mendatang.

Nantinya dengan fasilitas pinjaman tersebut, diharapakan bisa memberikan imbal hasil yang semakin meningkat dan bertumbuh bagi seluruh pemegang saham perseroan. Disampaikannya, fasilitas kredit itu terdiri dari kredit lokal dengan nilai Rp7,5 miliar dengan jangka waktu satu tahun, time loan atau revolving dengan limit Rp77,5 miliar dengan jangka waktu satu tahun, installment loan berlimit Rp15 miliar dengan jangka waktu lima tahun sejak penarikan pertama, bank garansi berlimit Rp2 miliar dengan jangka waktu satu tahun dan kredit investasi berlimit Rp5,113 miliar dengan jangka waktu sampai Juli 2022.

Sebelumnya perseroan mengungkapkan, berkah Ramadhan dan lebaran kemarin berhasil mencatatkan realisai penjualan 65% dari target yang di pasar tahun ini. Tahun ini, perusahaan mengincar penjualan Rp544 miliar, sedangkan laba bersih Rp47,7 miliar. Target penjualan ini tumbuh masing-masing 19% dan 17% secara tahunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kata Franxiscus Afat Adinata, perusahaan terus berkenspansi guna memenuhi target tersebut. Dimana perseroan menambah 20 gerai baru, terdiri dari 12 gerai di Jawa dan 8 gerai di Luar Jawa. Hingga semester pertama, perseroan telah merealisasikan seluruh target penambahan gerai. Penambahan gerai didanai dari belanja modal sebesar Rp30 miliar pada tahun ini. Alokasi belanja modal berasal dari dana IPO sebesar Rp15 miliar-Rp16 miliar, sedangkan sisanya dari kas internal.

Disebutkan, perolehan sepanjang Januari-Juni ini didorong kenaikan penjualan pada Ramadan dan Lebaran yang meningkat hingga 3 kali lipat dibandingkan dengan bulan normal lainnya.Adapun, 40% target penjualan bakal direalisasikan pada semester II/2019. Pada separuh kedua itu, penjualan bakal ditopang dari momentum Natal dan tahun baru.“Semester I tumbuh baik sesuai perencanaan. Meski ada situasi kurang kondusif setelah Pemilu, tetapi tidak berdampak besar. Di kuartal II, ada Ramadan dan Lebaran yang salesnya positif," katanya.

Tahun ini, lanjut FX Afat Adinata, perseroan memproyeksikan kinerja akan lebih bagus dibanding tahun lalu.Bila pemilu lancar dan kondusif, maka setelah pemilu biasanya ekonomi akan naik. Tahun ini, perseroan akan meningkatkan kapasitas produksi sebesar 10%. Adapun saat ini kapasitas maksimal pabrik perseroanmencapai 2,4 juta pakaian per tahun.

Disampaikannya, tingkat utilisasi pabriknya masih sekitar 80% sehingga masih ada ruang peningkatan yang bisa dilakukantahun depan. “Utilisasi pabrik baru sebesar 80%. Kami ada satu pabrik di Pemalang, Jawa Tengah. Penambahan yang kami lakukan di lokasi sama, pengembangan yakni penambahan line produksi,"ujarnya.

BERITA TERKAIT

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…

Raup Bisnis Daur Ulang Sampah Plastik - Coca Cola Inisiasi Packaging Recovery Organization

NERACA Jakarta – Sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mengurangi sampah plastik, produsen minuman kemasan Coca Cola Indonesia sangat aktif dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jakarta Garden City Raih Golden Property Awards 2019

Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City seluas 370 hektar yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses, anak perusahaan dari PT…

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…