HKTI Minta Pemkot Sukabumi Buat Penampungan Air

HKTI Minta Pemkot Sukabumi Buat Penampungan Air

NERACA

Sukabumi - Ketua Kelompok Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Kota Sukabumi Bagus Pekik meminta kepada Pemerintah daerah agar bisa mengatasi ketersedian air di musim kemarau ini. Terutama masalah krisis air yang menimpa lahan pesawahan di musim kemarau ini.

"Musim kemarau ini belum sampai puncaknya, ini baru beberapa bulan saja. Untuk itu saya minta ke pemda untuk bisa mengatasi kebutuhan air bagi para petani," terang Bagus kepada Neraca, Jumat (10/8).

Bagus mengungkapkan, untuk level Sukabumi dengan curah hujan yang sangat tinggi, di musim kemarau tidak memiliki air. Padahal, disaat musim penghujan pemda seharusnya mampu menampung air tersebut untuk keperluan di musim kemarau ini."Ya, bikinlah waduk, bendungan atau danau-danau kecil untuk menampug air hujan yang nantinya bisa digunakan saat musim kemarau," ujar Bagus.

Atau juga lanjut Bagus, bisa memanfaatkan sungai-sungai yang ada di Kota Sukabumi. Seperti Cimandiri atau Cipelang yang bisa dimanfaatkan untuk mengairi area pesawahan ataupun kebutuhan lainya."Kedua sungai itu masih ada airnya walaupun saat ini sedang musim kemarau," katanya.

Selain itu Bagus juga menyayangkan saluran irigasi di Kota Sukabumi tergolong tidak dirawat dengan baik, sehingga tidak sedikit lahan pertanian di Kota Sukabumi kesulitan untuk mendapatkan air."Dari bebebapa program dari pemerintah pusat bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki irigasi yang rusak. Jangan hanya program itu larinya ke pembuatan jalan gang atau infrastruktur lainya yang nota bene jadi langganan setiap tahun. Coba sekali-kali masalah irigasi menjadi prioritas," tandasnya.

Bagus menambahkan, mungkin masalah pertanian bukan menjadi skala prioritas, karena pemda masih berkutat di seputar Pasar Pelita dan PKL. Sehingga kata Bagus, petani dianggap bisa survive dengan keadaan apapun. Padahal di musim kemarau ini petani hanya minta air."Di musim kemarau ini petani tidak minta macam-macam, mereka hanya minta air," ucapnya.

Untuk itu kata Bagus, pekerjaan rumah (PR) pemda kedepan, yakni harus bisa memperbaiki jaringan irigasi, buat penampungan air untuk menghadapi musim kemarau, serta bagaimana membuat pertanian menjadi satu usaha yang menarik bagi generasi muda kedepanya."Di HKTI rata-rata umurnya 55 tahun keatas, makanya butuh generasi petani muda," pungkasnya. Arya

BERITA TERKAIT

Rp56,8 Triliun, Aset Lippo Karawaci Terbesar di antara Pemain Properti

Rp56,8 Triliun, Aset Lippo Karawaci Terbesar di antara Pemain Properti  NERACA Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) terus mencatatkan…

Fit and Proper Test Dirut BUMD Perlu Libatkan DPRD

Fit and Proper Test Dirut BUMD Perlu Libatkan DPRD NERACA Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi…

Young Health Programme Mengajak Remaja Hidup Sehat dan Peduli Gizi - Untuk Menjadi Generasi Emas 2045 yang Produktif dan Kreatif

Young Health Programme Mengajak Remaja Hidup Sehat dan Peduli Gizi Untuk Menjadi Generasi Emas 2045 yang Produktif dan Kreatif NERACA…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

DPMPTSP Kabupaten Sukabumi Prioritaskan Perizinan Usaha Kecil

DPMPTSP Kabupaten Sukabumi Prioritaskan Perizinan Usaha Kecil NERACA Sukabumi - Menyongsong tahun 2020, Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu…

Warga Tangsel Rasakan Manfaat Program Komunitas Plastik Untuk Kebaikan

Warga Tangsel Rasakan Manfaat Program Komunitas Plastik Untuk Kebaikan NERACA Ciputat Timur, Tangsel - Meski baru berusia seumur jagung, keberadaan…

Kadin Ingin Wagub DKI Terpilih Dekat Pelaku Usaha

Kadin Ingin Wagub DKI Terpilih Dekat Pelaku Usaha NERACA Jakarta - Pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno…