Pertumbuhan Investor Masih Terbuka Lebar - Beragam Produk Syariah

NERACA

Jakarta – Berkembangnya produk investasi di pasar modal syariah membawa dampak pada pertumbuhan investor pasar modal syariah dan termasuk nilai transaksi yang tumbuh. Berangkat dari hal tersebut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyakini pertumbuhan yang lebih pesat lagi di industri pasar modal syariah masih terbuka lebar.

Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi mengatakan, pesatnya pertumbuhan investor pasar modal syarriah memberikan gambaran bahwa kepercayaan dan literasi investasi di pasar modal telah tumbuh,” Fenomena ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal syariah semakin meningkat atau dengan kata lain punya potensi untuk berkembang lebih besar,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

BEI mencatat, pada tahun 2011 jumlah investor syariah hanya sekitar 500 investor. Jumlah ini terus bertambah dan hingga per 30 Juni 2019, jumlahnya menjadi 55,229 investor syariah atau 6% dari total investor di bursa saham. Itu berarti, hanya dalam rentang waktu tujuh tahun jumlah investor syariah meningkat lebh dari 100 kali lipat.

Instrumen pasar modal syariah pun kini semakin beragam. Terbaru ada layanan wakaf saham dan teranyar Global Wakaf bersama BNI Sekuritas dan BEI resmi meluncurkan layanan wakaf saham. Inarno berharap ke depannya akan lebih banyak perusahaan sekuritas dan nazir wakaf lainnya yang meluncurkan layanan wakaf saham. "Agar pasar modal syariah dapat dipercaya oleh investor yang ingin berinvestasi sekaligus beramal jariyah," kata Inarno.

Asal tahu saja, saham merupakan salah satu instrumen yang diperbolehkan untuk diwakafkan. Adapun saham yang bisa diwakafkan adalah saham yang masuk ke Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Wakaf Global dalam paparannya menyebutkan, pasar modal syariah tanah air merupakan sumber wakaf produktif terbesar di dunia. Hingga kini, proporsi market share pasar modal syariah nasional mencapai 15% dari total market share pasar modal nasional.

Di kuartal pertama 2019, BEI mencatat jumlah investor pasar modal syariah telah mencapai 50.500 investor, meningkat dari posisi akhir tahun 2018 lalu sebesar 44.536 investor. “Dengan pencapaian tersebut, kita optimis hingga akhir tahun pertumbuhan investor pasar modal bisa melampaui capaian tahun lalu yang tumbuh 92%,”kata Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdalloh.

Disampaikannya, tahun lalu jumlah investor pasar modal syariah capai 44.536 investor atau setara dengan 5,2% dari total jumlah investor pasar modal di Indonesia. Tahun ini, lanjutnya, pihak BEI memasang target paling tidak sama dengan tahun lalu 92% dan syukur-syukur bisa sampai 100%. Data Kustodian Sentral Eek Indonesia (KSEI) menunjukkan pada akhir 2018, pasar modal tumbuh signifikan dengan jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 1,61 juta, atau meningkat 44,06% dari akhir tahun 2017.

Jumlah SID itu terdiri investor saham, surat utang, reksa dana, surat berharga negara (SBN) dan efek lain, dengan komposisi investor saham sebanyak 851.622 SID, reksa dana 988.946 SID, dan investor pemilik SBN sebanyak 195.119 SID. Tahun lalu, jumlah investor pasar modal syariah di Tanah Air tumbuh 92% menjadi 44.536 investor dari capaian tahun sebelumnya hanya 23.207 investor.

BERITA TERKAIT

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…

Raup Bisnis Daur Ulang Sampah Plastik - Coca Cola Inisiasi Packaging Recovery Organization

NERACA Jakarta – Sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mengurangi sampah plastik, produsen minuman kemasan Coca Cola Indonesia sangat aktif dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jakarta Garden City Raih Golden Property Awards 2019

Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City seluas 370 hektar yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses, anak perusahaan dari PT…

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…