WIKA Gedung Bangun Resort di Banyuwangi - Investasikan Dana Rp 9,62 Miliar

NERACA

Jakarta - Menggandeng kerjasama PT Patra Jasa dan Perum Perhutani, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) akan mengembangkan lahan milik Perhutani berupa pembangunan resort seluas kurang lebih 2500 m2 yang terletak Kawasan Wana Wisata Pulau Merah, Banyuwangi, Jawa Timur. Informasi tersebut disampaikan perseroan di Jakarta, kemarin.

Perseroan menjelaskan, kerjasama dilakukan dengan skema bisnis Build, Operate and Transfer (BOT) selama 30 tahun dengan nilai investasi pada proyek ini senilai Rp 9,62 Miliar. Di sini WEGE akan membangun dan mengoperasikan resort berupa villa modular sebanyak 16 unit dengan target beroperasi di tahun 2020.

Selain itu, perseroan bersama PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) dan PT Patra Jasa membentuk perusahaan patungan atau Joint venture (JV) dengan porsi kepemilikan WEGE sebesar 10% dan sisanya dimiliki Patra Jasa dan WIKA Realty. Perusahaan Patungan bernama PT Patra Wijaya Realtindo dibentuk dalam rangka untuk mengoptimalisasi asset Patra Jasa di Pertamina Oil Village di daerah Dukuh Atas.

Asal tahu saja, tahun ini perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp7,72 triliun dan laba bersih Rp 533 miliar. Maka untuk memenuhi target tersebut, perusahaan akan mengejar pertumbuhan kontrak baru. Dimana kontrak baru yang dibidik sebesar Rp 11,98 triliun dan dengan demikian, total kontrak dihadapi atau order book sebesar Rp22,78 triliun.

Corporate Secretary Wijaya Karya Bangunan Gedung, Bobby Iman Setya pernah bilang, perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mencapai target tersebut.Pertama,peran aktif pada pasar fasilitas proyek infrastruktur penyediaan 1 juta rumah pola industrialisasi pracetak dan modular. Kedua,peran aktif pada pasar fasilitas proyek infrastruktur seperti bandara melaluidesign and build,investasi, serta konsesi.Ketiga,seluruh pekerjaan konstruksi gedung dari Wika Group dilaksanakan oleh WEGE. Keempat,perseroan masuk ke pasar premium untuk mencapai target tahun ini.“Komposisi pasar kami adalah 60% pemerintah dan 40% BUMN serta swasta,” jelasnya.

BERITA TERKAIT

Pieter Tanuri Tambah Porsi Saham di BOLA

NERACA Jakarta –Perkuat porsi kepemilikan saham, Pieter Tanuri menambah kepemilikan sahamnya pada PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) menjadi 23,52%…

BEI Kantongi 22 Calon Emiten Bakal Go Public

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sesumbar bakal mencatatkan 60 emiten baru sampai akhir tahun 2019 seiring dengan…

Lippo Karawaci Tunjuk Rudy Halim Jadi COO

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) resmi menunjuk Rudy Halim sebagai Chief Operating Officer (COO) yang telah efektif…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Mardani Terpilih Ketum HIPMI 2019-2022

Hasil musyawarah nasionak (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) memilih Mardani H. Maming (Mardani) sebagai ketua umum HIPMI Priode 2019-2022…

Genjot Pertumbuhan Investor - BEI Gelar Sekolah Pasar Modal HIPWI FKPPI

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus perluas edukasi  manfaat pasar…

Raih Global Islamic Finance Awards - Pasar Modal Syariah Indonesia Terbaik di Dunia

NERACA Jakarta –Kesekian kalinya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendapatkan penghargaan internasional Global Islamic Finance Awards (GIFA) 2019 untuk kategori…