Pembangunan Infrastruktur di Tangerang Picu Pertumbuhan Properti

Pembangunan Infrastruktur di Tangerang Picu Pertumbuhan Properti

NERACA

Jakarta - Analis properti, Anton Sitorus melihat maraknya pembangunan infrastruktur transportasi di wilayah penyangga Jakarta seperti di Tangerang (Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang) telah memicu pertumbuhan properti di kawasan tersebut.

"Setidaknya terdapat empat proyek jalan tol sepanjang total 65,52 kilometer (km) dengan nilai investasi sekitar Rp 14,37 triliun yang memicu pertumbuhan properti di Tangerang," kata Head of Research and Consultancy Savills Indonesia, Anton Sitorus, di Jakarta, Selasa (23/7).

Kehadiran infrastruktur transportasi memungkinkan mobilitas konsumen properti menjadi lebih tinggi dari kawasan Tangerang ke wilayah sekitarnya, terutama ke Jakarta.

Menurut data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) proyek-proyek infrastruktur itu mencakup Tol Serpong-Balaraja sepanjang 30 kilometer (km) senilai Rp 6,04 triliun dan Cinere-Serpong sepanjang 10,14 km senilai Rp2,21 triliun. Lalu, Kunciran-Serpong sepanjang 11,19 km senilai Rp2,62 triliun dan Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran sepanjang 14,19 km senilai Rp3,50 triliun.

Jadwal pengoperasian jalan tol tersebut beragam. Misal, Cinere-Serpong Seksi I sepanjang 6,5 km pada Juni 2019. Lalu, Kunciran-Serpong paket I sepanjang 6,72 km (September 2019), dan Cinere-Serpong seksi II sepanjang 3,6 km (Oktober 2019). Selain itu, Cengkareng-Kunciran seksi 1-4 sepanjang 14,2 km (November 2019).

Di luar keempat proyek tersebut, kini kawasan Tangerang dirajut oleh sejumlah infrastruktur tol seperti Tol Merak- Jakarta dan Jakarta Outer Ring Road (JORR). Belum lagi infrastruktur transportasi lain seperti bus Trans Jakarta seperti koridor Ciledug-Tendean dan moda raya terpadu (MRT) Jakarta.

“Kehadiran bus Trans Jakarta koridor 13 tentu saja membantu konsumen dan mendongkrak proyek kami di Ciledug,” papar Agung Hadi, Direktur Utama PT Bhakti Agung Propertindo di Jakarta, Minggu (21/7).

Menurut Bhakti proyek apartemen dan kondotel Green Cleosa yang tengah dikembangkannya di kawasan perbatasan Jakarta - Kota Tangerang sebagai contoh peminatnya masih sangat banyak. Indikasi hal itu dapat terlihat dari penjualan menara pertama yang sudah mencapai separuh dari total unit yang ditawarkan.“Hal serupa juga dialami penjualan kondotel yang juga diminati masyarakat," ujar dia.

Sebelumnya diwartakan, pasar apartemen di kawasan Tangerang, Banten, dinilai masih potensial, khususnya untuk segmen menengah tengah dan menengah bawah.

Kematangan wilayah Tangerang membuat pengembang terus membangun apartemen, padahal harga tanahnya lebih mahal dibandingkan wilayah penyangga Jakarta lainnya."Segmen menengah tengah dan menengah bawah masih menjadi pilihan banyak pembeli, termasuk apartemen mahasiswa,” ujar Head of Research and Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus di Jakarta, Selasa (16/7).

Kawasan Tangerang mencakup Kota Tangerang, Kabupaten Tangerangdan Tangerang Selatan (Tangsel). Saat ini, jumlah penduduk tetangga kota Jakarta tersebut lebih dari tujuh juta jiwa."Sejak lama, sejumlah lokasi di Tangerang sudah dikembangkan oleh pengembang besar sehingga menarik orang untuk membeli hunian di Tangerang. Selain itu, tingkat perekonomian di kawasan Tangerang juga cukup bagus,” kata dia.

Dia menambahkan, fasilitas penunjang bagi warga penghuni apartemen juga cukup menopang seperti rumah sakit, pusat pendidikan dan fasilitas komersial.“Walau, daerah lain di sekitar Jakarta juga mulai bersaing seperti Bekasi, Sentul dan Kota Bogor,” ujar dia.

Data Savills Indonesia memperlihatkan bahwa kota-kota di sekitar Jakarta terus diserbu beragam proyek apartemen. Dalam rentang 2015-2018, apartemen di kawasan Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek) mencapai 13.800 unit.

Namun untuk tahun 2019 sampai dengan 2022 diperkirakan ada pasokan baru sebanyak 32.600 unit. Dari suplai tersebut sekitar 54 persen adalah menyasar segmen menengah bawah dan 45 persen menyasar kelas menengah atas dan 1 persen untuk kelas atas.

Dari seluruh pasokan apartemen di Bodetabek tersebut mayoritas atau sebanyak 57 persen berada di kawasan Tangerang. Lalu, Bekasi (26), Depok (12) dan Bogor (5). Rata-rata pasar yang disasar adalah segmen menengah bawah.

“Segmen menengah dengan harga berkisar Rp 300-400 juta per unit merupakan yang kompetitif saat ini,” ujar Agung Hadi, Direktur Utama PT Bhakti Agung Propertindo.

Saat ini, Bhakti Agung Propertindo tengah menggarap proyek apartemen di Ciledug, Kota Tangerang. Permintaan apartemen di kawasan itu dinilai masih cukup tinggi. Hal itu dapat terlihat dari penjualan menara pertama yang sudah mencapai separuh dari total unit yang ditawarkan.

“Penjualan kami sudah mencapai 50 persen untuk menara pertama yang berkapasitas 600 unit,” ujar Agung Hadi. Mohar/Ant

BERITA TERKAIT

BTN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) siap mendorong pertumbuhan ekonomi di Bengkulu agar bisa lebih maju lagi, salah satunya melalui…

Menggenjot Pertumbuhan Ekonomi

Indonesia saat ini membutuhkan investasi yang besar dari luar sebagai sumber pembiayaan pembangunan. Apalagi, dengan realitas rendahnya kapasitas tabungan domestik…

Anggaran untuk Pembangunan Infrastruktur Naik 4,9%

  NERACA Jakarta - Pemerintah berencana untuk menggelontorkan anggaran infrastruktur dari APBN 2020 sebesar Rp419,2 triliun atau meningkat 4,9 persen…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Pembangunan Infrastruktur di Tangerang Picu Pertumbuhan Properti

Pembangunan Infrastruktur di Tangerang Picu Pertumbuhan Properti   NERACA Jakarta - Analis properti, Anton Sitorus melihat maraknya pembangunan infrastruktur transportasi di…

Sebanyak 206.500 Unit Rumah Tak Layak Masuk Program Bedah

Sebanyak 206.500 Unit Rumah Tak Layak Masuk Program Bedah   NERACA Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus…

Pengembang Gandeng Institusi Pendidikan Pasarkan Apartemen

Pengembang Gandeng Institusi Pendidikan Pasarkan Apartemen NERACA Bogor - PT Emesen Property, pengembang Apartemen La Montana di Kota Bogor, Jawa…