Laba Standard Chartered Bank Tumbuh 82%

NERACA

Jakarta – Di semester pertama 2019, Standard Chartered Bank Indonesia mencatatkan laba bersih sebesar Rp459 miliar atau naik 82%dari Rp252 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Kenaikan laba tersebut didukung oleh pertumbuhan bisnis di berbagai lini usaha dan efisiensi biaya. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Rino Donosepoetro, Chief Executive Officer, Standard Chartered Bank Indonesia, pertumbuhan laba bersih seiring dengan upaya berkelanjutan untuk mentransformasi Standard Chartered Bank Indonesia. “Memasuki paruh kedua tahun 2019, kami akan terus waspada mengingat adanya ketegangan antara hubungan Amerika Serikat dengan mitra-mitra utamanya, sembari mencermati kebijakan moneter dari bank-bank sentral utama dunia dan fluktuasi harga minyak,”ujarnya.

Sebagai bank internasional yang berkomitmen tinggi terhadap Indonesia, perseroan akan terus memanfaatkan kemampuan jaringan global untuk mendatangkan investasi langsung ke Indonesia, selain juga mendukung perusahaan-perusahaan Indonesia dalam upaya ekspansi ke luar negeri. Selain pertumbuhan laba bersih, Standard Chartered Bank Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga masing-masing sebesar 6% YoY.

Pertumbuhan kredit terutama dibukukan di sektor manufaktur dan konstruksi yang merupakan industri-industri penting penggerak ekonomi Indonesia. Efisiensi biaya ditunjukan dengan membaiknya rasio biaya dari 67,8% di paruh pertama tahun lalu menjadi 54,5% di tahun ini yang merupakan refleksi dari upaya Bank dalam mengelola pengeluaran dengan lebih optimal.

Sementara Anwar Harsono, Chief Financial Officer, Standard Chartered Bank Indonesia menyatakan, pihaknya terus menjalankan pengelolaan likuiditas yang cermat untuk memastikan likuiditas optimal tersedia untuk mendukung pertumbuhan Bank, sembari mempertahankan margin bunga yang optimal. Disebutkan, net interest margin (NIM) Bank meningkat dari 4.2% di semester pertama 2018 menjadi 4.6% pada semester pertama 2019.

Selanjutnya, Standard Chartered juga mempertegas komitmennya untuk mendorong perdagangan di Indonesia dengan menyediakan fasilitas perbankan untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) [1] dan perusahaan-perusahaan Indonesia berbasis ekspor, sebesar 25% dari portofolio Bank. Dengan kehadiran di Indonesia selama lebih dari 155 tahun, Standard Chartered berkomitmen penuh terhadap Indonesia dan bangga untuk dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui peran aktif perseroan sebagai bank dan juga sebagai intermediary. Standard Chartered telah mendukung berbagai inisiatif pemerintah, temasuk berpartisipasi di semua penerbitan obligasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 2018, dan terus ambil bagian di paruh pertama tahun ini.

Penyediaan pembiayaan akuisisi terkait dengan pembangunan infrastruktur BUMN, mendukung pemerintah dalam mempromosikan Indonesia sebagai tujuan investasi dengan mendayagunakan jaringan, keahlian dan hubungan perserpan yang kuat dengan para klien sehingga menghasilkan komitmen investasi dari luar negeri sebesar Rp71 triliun ke Indonesia dalam rangka pembangunan pabrik manufaktur.

BERITA TERKAIT

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…

Raup Bisnis Daur Ulang Sampah Plastik - Coca Cola Inisiasi Packaging Recovery Organization

NERACA Jakarta – Sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mengurangi sampah plastik, produsen minuman kemasan Coca Cola Indonesia sangat aktif dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jakarta Garden City Raih Golden Property Awards 2019

Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City seluas 370 hektar yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses, anak perusahaan dari PT…

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…