Laba Garuda Metalindo Menyusut 45,54%

NERACA

Jakarta – Meningkatnya harga bahan baku suku cadang jadi pemicu melorotnya perolehan laba bersih PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT). Emiten komponen otomotif dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyebutkan, laba bersih berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tertekan 45,54% menjadi Rp21,65 miliar dari Rp39,78 miliar pada tahun sebelumnya.

Namun demikian, perseroan masih mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 7,2% menjadi Rp592,75 miliar dari tahun sebelumnya Rp552,89 miliar. Pada periode tersebut, beban pokok penjualan perseroan meningkat sebesar 14% dari catatan tahun sebelumnya senilai Rp437,28 miliar menjadi Rp502,05 miliar. Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan pertumbuan laba hingga 20%.

Direktur Keuangan Garuda Metalindo, Anthony Wijaya pernah bilang, perseroan memprediksikan kondisi tahun ini akan jauh lebih baik dari sisi laba. Dimana kontribusi tersebut akan disumbangkan oleh lebih stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada kuartal I/2019. Selain itu, perseroan mengharapkan adanya pertumbuhan penjualan.

Kemudian mensiasati tingginya harga bahan baku yang menjadi penekan perolehan laba bersih perseroan, lanjut Anthony, perseroan saat ini tengah mencari sumber bahan baku dari pemasok lainnya. Adapun, pada saat ini perseroan mengambil sumber bahan baku dari Jepang dan Korea. Perseroan tengah memburu pemasok bahan baku yang lebih murah dari negara tersebut. Selain itu, perseroan akan menggunakan sebagian bahan baku dari negara China.”Namun itu semua perlu ada approval dari consumer, jadi kami tidak bisa langsung mengubah saja. Rencana ini untuk satu tahun ke depan, impact-nya tidak langsung tahun ini. Kami prediksi harga material akan terjadi penurunan pada kuartal IV tahun ini,” jelasnya.

Tahun ini, BOLT akan menggenjot penjualan ekspor komponen otomotif ke sejumlah negara di antaranya adalah Jerman, Brazil, Thailand, India, Malaysia, dan Amerika Serikat yang pengirimannya baru akan dimulai pada kuartal IV/2019.“Tahun ini juga ada penyesuaian harga jual terhadap beberapa pelanggan yang akan juga memperbaiki laba bruto atas penjualan-penjualan tersebut,” pungkasnya.

Adapun target yang ditetapkan perseroan pada 2019 yakni untuk pendapatan meningkat 10%—12% dengan adanya kenaikan volume penjualan. Sementara itu, untuk target pertumbuhan laba 15%—20% dengan melihat faktor adanya kenaikan harga jual dan juga stabilisasi harga material dan kurs dolar Amerika Serikat.

BERITA TERKAIT

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…

Raup Bisnis Daur Ulang Sampah Plastik - Coca Cola Inisiasi Packaging Recovery Organization

NERACA Jakarta – Sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mengurangi sampah plastik, produsen minuman kemasan Coca Cola Indonesia sangat aktif dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jakarta Garden City Raih Golden Property Awards 2019

Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City seluas 370 hektar yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses, anak perusahaan dari PT…

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…