APP Sinarmas Siapkan Strategi Pencegahan dan Mitigasi - Hadapi Kebakaran Hutan di OKI

Memasuki musim kemarau, menjadi musim yang sangat rawan berpotensi terjadinya kebakaran hutan. Maka sebagai bentuk penanggulan terjadinya kebarakan hutan, APP Sinar Mas bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) mengintensifkan kegiatan sosialisasi, menyiagakan lebih banyak sumber daya manusia (SDM) dan menambah beberapa fasilitas. Disebutkan, penambahan tersebut dilakukan untuk mendukung dua strategi utama yang diterapkan perusahaan dalam mengantisipasi karhutla, yakni pencegahan dan mitigasi.

Fire Operation Management Head Sinar Mas Forestry Region Palembang, Mares Prabadi dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, sebelum membuat strategi, pihaknya terlebih dahulu melakukan pemetaan area rawan kebakaran untuk mengidentifikasi area mana di konsesi pemasok hingga jarak 5KM dari perbatasan konsesi yang paling berpotensi terjadi karhutla. “Setelah diidentifikasi, kami susun strategi untuk menghadapinya. Strategi pencegahan fungsinya mencegah munculnya nyala api di area rawan, sedangkan strategi mitigasi bertujuan untuk mengurangi risiko yang timbul apabila terjadi kebakaran,”ujarnya.

Selanjutnya, strategi pencegahan di antaranya dilakukan dengan meningkatkan kerja sama dengan masyarakat. Melalui program Masyarakat Peduli Api (MPA), perusahaan bersama dengan kelompok masyarakat melakukan kegiatan sosialisasi pencegahan karhutla. Sementara, melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA), perusahaan mengedukasi masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar.”Hingga tahun 2019, perusahaan telah memiliki 448 anggota MPA di Kabupaten OKI. Prinsipnya dari masyarakat untuk masyarakat,” kata Mares

Selain itu, perusahaan juga memberikan insentif kepada desa-desa rawan kebakaran di sekitar area konsesi yang berhasil menjaga desa mereka bebas dari kebakaran hutan selama musim kemarau. Dengan bekerja sama dengan masyarakat dan satgas karhutla, perusahaan juga menyiagakan enam posko gabungan untuk meningkatkan penjagaan di area rawan karhutla. Sebagai informasi, hasil pemetaan yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Provinsi Sumatra Selatan menunjukkan sedikitnya ada 300 desa di sembilan kabupaten/kota di Sumatra Selatan yang masuk kategori rawan karhutla.

Selanjutnya dalam strategi mitigasi, dijelaskan Mares, persusahaan menjalankan strategi mitigasi dalam tiga tahap. Di tahap pertama, sistem perseroan langsung mendeteksi titik api sebelum luasan area yang terbakar mencapai 0,1 hektar. Hal ini bisa dilakukan karena perseroan memiliki berbagai fasilitas di Kabupaten OKI seperti 135 pos pantau, 19 drone, 23 menara api, dan 35 menara api mini.

Dalam tahap mitigasi kedua, tim akan sampai di lokasi yang terbakar dalam waktu sebelum satu jam setelah titik api pertama kali ditemukan. Untuk bisa melakukannya, perusahaan menyiagakan empat airboat, 89 unit transportasi air, 40 truk pemadam api, 40 mobil patroli, 114 motor patroli dan menempatkan pos pantau di area-area rawan. Sedangkan di tahap mitigasi ketiga, perusahaan menyiagakan 799 personel regu pemadam kebakaran (RPK), dan 21 tim reaksi cepat (TRC). Mereka didukung berbagai peralatan seperti 451 pompa air, tiga unit helikopter water-bombing, dll.

APP Sinar Mas juga melakukan program pemberdayaan masyarakat yang diberi nama Desa Makmur Peduli Api (DMPA). Masyarakat didukung untuk mengelola lahan dengan metode agroforestri, yakni bercocok tanam tumpangsari hortikultura (sayur dan buah), tanaman pangan, peternakan, dan perikanan; juga industri kecil-menengah untuk olahan pangan, baik untuk konsumsi sendiri maupun dijual sebagai alternatif sumber penghasilan keluarga.”Permasalahan petani itu umumnya hasil produksi yang rendah dan rentan dengan hama. Kami membantu mereka lewat sosialisasi, pendampingan, dan pemberian bantuan alat-alat seperti saprodi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengedukasi mereka agar meninggalkan teknik pembukaan lahan dengan dibakar. Sementara, untuk kegiatan industri rumahan, perusahaan umumnya membantu kegiatan produksi dan kegiatan pemasaran,” kata Head of Social & Security Sinar Mas Forestry Region Palembang, Zulhadi Aziz.

BERITA TERKAIT

Geliat Wisata Edukasi Kopi Sirap - Kongkow Plus Ngopi Nikmat Langsung dari Kebunnya

Indonesia, menurut data Organisasi Internasional Kopi merupakan negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Hal…

Semarak Maybank Marathon Bali - Maybank Suarakan Dukungan Hak Disabilitas

Di sela kegiatan acara Maybank Bali Marathon yang merupakan kegiatan tahunan, PT Bank Maybank Indonesia Tbk tidak pernah abesen untuk…

Selamatkan Hutan Bakau di Semarang - Masyarakat Pesisir Budidaya Perairan Berkelanjutan

Keberadaan hutan bakau memiliki manfaat besar, selain melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan juga bisa meredam gelombang besar termasuk…

BERITA LAINNYA DI CSR

Geliat Wisata Edukasi Kopi Sirap - Kongkow Plus Ngopi Nikmat Langsung dari Kebunnya

Indonesia, menurut data Organisasi Internasional Kopi merupakan negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Hal…

Semarak Maybank Marathon Bali - Maybank Suarakan Dukungan Hak Disabilitas

Di sela kegiatan acara Maybank Bali Marathon yang merupakan kegiatan tahunan, PT Bank Maybank Indonesia Tbk tidak pernah abesen untuk…

Selamatkan Hutan Bakau di Semarang - Masyarakat Pesisir Budidaya Perairan Berkelanjutan

Keberadaan hutan bakau memiliki manfaat besar, selain melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan juga bisa meredam gelombang besar termasuk…