Nojorono Tanam 15 Ribu Bibit Magrove di Mangkang, Semarang - Selamatkan Lingkungan Kawasan Pesisir

Peduli pada kelestarian lingkungan dan menjaga ekosistem di wilayah pesisir dan pantai untuk di wariskan kepada anak cucu, PT Nojorono Tobacco International (NTI) ikut ambil bagian dalam kegiatan bertajuk ‘Nojorono Peduli Lingkungan: Konservasi Mangrove’, yakni penanaman mangrove bersama di Desa Mangunharjo, Mangkang, Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Presiden Direktur PT NTI, Stefanus J.J Batihalim dalam siaran persnya di Jateng mengatakan, acara ini merupakan salah satu program masif perusahaan di bidang tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) terhadap lingkungan, yaitu salah satunya pencegahan abrasi dengan menanam mangrove bersama masyarakat, komunitas, instansi pemerintah daerah, dan provinsi.”Jadi sebagai komitmen perusahaan kami untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, maka kegiatan ini menjadi langkah nyata kami dalam rangka penyelamatan lingkungan kawasan pantai dan pesisir,” ujarnya.

Disampaikannya, eskosistem di sekitar pesisir pantai sangat bergantung dengan adanya hutan mangrove. Apalagi, laju kehilangan hutan mangrove sebesar 3 sampai 5 kali lebih cepat dari kehilangan hutan global. Hal ini juga terjadi di Indonesia yang memiliki sepertiga mangrove dunia. Dalam kurun waktu tahun 2000-2014, Indonesia tercatat sebagai negara penyumbang kehilangan hutan mangrove terluas di dunia, yakni 4.364 km2 atau sekitar 311 km2 per tahunnya.

Kehilangan mangrove Indonesia dalam kurun waktu 14 tahun tersebut itu setara dengan kehilangan sekitar 120 lapangan sepakbola per hari, 6 kali luas negara Singapura, atau 6,5 kali Jakarta. Oleh karena itu, penanaman hutan mangrove oleh beberapa perusahaan swasta dirasakan penting dan besar manfaatnya, seperti halnya yang dilakukan PT Nojorono Tobacco International.

Kata Stefanus, dalam acara penanaman mangrove, perseroan juga bekerjasama dengan pakar dan inisiator tanam mangrove desa mangkang, Sururi yang sejak tahun 2002 telah menanam, merawat dan menjaga bibit Mangrove akibat abrasi yang terjadi di Desa Mangunharjo. Sampai saat ini, hutan bakau di kampung Mangkang bisa dimanfaatkan oleh nelayan dan mampu mengembalikan fungsinya sebagai rumah bagi biota laut macam Kepiting, Rajungan, Udang dan ikan laut lainnya.

Sementara itu, Ayu Lestari Putri Gani atau biasa dikenal Ayu Gani, pemenang program televisi Asia's Next Top Model tahun 2015 juga didatangkan sebagai perwakilan peduli lingkungan di kalangan milenial kini yang mengaku senang dan bangga bisa menjadi bagian dalam kegiatan peduli lingkungan Penanaman Mangrove PT NTI dan Pemprov Jateng ini. “Saya senang bisa ikut berpartisipasi menanam bibit mangrove yang ternyata sangat penting untuk kelestarian linkungan,” kata wanita yang kini memiliki lini bisnis mode, Ganegani & CO.

Hadir dalam penanaman mangrove, gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Disampaikannya, dengan makin banyaknya dan meluasnya hutan bakau maka akan meningkatkan perekonomian warga di pesisir pantai dan selalu sadar akan bahaya plastik. “Kita harus selalu peka dengan bahaya sampah plastik dimulai dari diri sendiri, karena kalau bukan dari kita sendiri maka siapa lagi?! Saya sendiri dengan adanya kegiatan mangrove ini juga sekaligus mengajak warga untuk selalu menjaga alam kita, dari apa yaitu mulai dari mengurangi sampah plastik baru selanjutnya pemberdayaan alam lainnya," kata Ganjar.

Asal tahu saja, kehilangan dan kerusakan hutan mangrove telah menyebabkan berbagai dampak negatif ekologi, ekonomi dan sosial. Mangrove yang baik terbukti melindungi pesisir pantai, termasuk manusia yang menghuninya dari hempasan tsunami dan angin badai.

Kerusakan dan kehilangan hutan mangrove sangat merugikan baik secara ekologis maupun sosial-ekonomi. Hal ini terbukti secara ilmiah pada saat terjadi tsunami dahsyat 26 Desember 2004 di Aceh dan Sumatera bagian utara. Fenomena ini sudah lebih dari cukup menjadi bukti betapa penting kawasan mangrove di pesisir. Maka tidak heran bahwa hutan mangrove merupakan habitat penting bagi ikan, udang, kepiting, burung air, dan mamalia laut. Mangrove tercatat sebagai ekosistem terproduktif dari ekosistem daratan manapun di dunia. Mangrove merupakan awal dari rantai makanan di pesisir pantai.

BERITA TERKAIT

Geliat Wisata Edukasi Kopi Sirap - Kongkow Plus Ngopi Nikmat Langsung dari Kebunnya

Indonesia, menurut data Organisasi Internasional Kopi merupakan negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Hal…

Semarak Maybank Marathon Bali - Maybank Suarakan Dukungan Hak Disabilitas

Di sela kegiatan acara Maybank Bali Marathon yang merupakan kegiatan tahunan, PT Bank Maybank Indonesia Tbk tidak pernah abesen untuk…

Selamatkan Hutan Bakau di Semarang - Masyarakat Pesisir Budidaya Perairan Berkelanjutan

Keberadaan hutan bakau memiliki manfaat besar, selain melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan juga bisa meredam gelombang besar termasuk…

BERITA LAINNYA DI CSR

Geliat Wisata Edukasi Kopi Sirap - Kongkow Plus Ngopi Nikmat Langsung dari Kebunnya

Indonesia, menurut data Organisasi Internasional Kopi merupakan negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Hal…

Semarak Maybank Marathon Bali - Maybank Suarakan Dukungan Hak Disabilitas

Di sela kegiatan acara Maybank Bali Marathon yang merupakan kegiatan tahunan, PT Bank Maybank Indonesia Tbk tidak pernah abesen untuk…

Selamatkan Hutan Bakau di Semarang - Masyarakat Pesisir Budidaya Perairan Berkelanjutan

Keberadaan hutan bakau memiliki manfaat besar, selain melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan juga bisa meredam gelombang besar termasuk…