KS Rencanakan Tiga Anak Usahanya Go Public - Benahi Fundamental Bisnis

NERACA

Jakarta – Minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal atau go public cukup besar, namun sayangnya dari sekian banyaknya perusahaan yang sudah listing atau IPO sejak awal tahun masih didominasi perusahaan swasta dan belum ada perusahaan BUMN ataupun anak usahanya. Maka menjawab kekosongan tersebut, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) berencana melepas tiga anak perusahaannya untuk melantai di bursa. Aksi korporasi ini masuk dalam opsi pembenahan fundamental KRAS sampai tiga tahun mendatang.

Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk (KS), Silmy Karim menjelaskan, tiga anak perusahaan yang dicalonkan adalah PT Krakatau Tirta Industri, PT Krakatau Bandar Samudera, dan PT Industrial Estate,”Tentunya di sini KRAS harus berkonsultasi dengan Kementerian BUMN. Masih mengkaji bagaimana jalan yang terbaik. Apakah optimalisasi sinergi dulu baru IPO atau mungkin sebaliknya,”ujarnya di Jakarta, pekan kemarin.

Silmy tidak melihat spektrum waktu yang jauh untuk rencana melepas tiga anak usahanya tersebut. Dia bilang, kemungkinan akan IPO paling lambat tiga tahun mendatang. Sebab pada tahun ini KRAS sedang membenahifundamental dan menyusun inisiatif-inisiatif perencanaan. Jadi tahun berikutnya KRAS tinggal mengeksekusi rencana.

Silmy menjelaskan, tahun ini KRAS akan lebih fokus bagaimana mendapat US$ 1 miliar. Bukan berarti KRAS hanya berfokus pada tiga unit usahanya saja, tapi juga melihat aset-aset lain yakni aset industri baja. Menurut Silmy saat ini KRAS membutuhkan mitra strategis untuk mengoptimalkan lini produksi, efisiensi, maupun ekspansi lainnya.

Disampaikannya, saat ini ada beberapa hal penting yang akan dilakukan KRAS yaitu optimalisasi aset, divestasi anak perusahaan, sekuritisasi, dan IPO anak usah afiliasi. Keempat hal ini menurut Silmy akan menjadi jurus jitu KRAS memperbaiki kinerja fundamentalnya. Asal tahu saja selama enamtahun berturut-turut KRAS terus membukukan kerugian. Hingga kuartal I 2019, KRAS merugi US$ 62,3 juta.

KRAS tengah merestrukturisasi komprehensif dari segala masalah baik itu utang yang menggunung hingga rugi bersih yang tidak kunjung untung. Silmy mengakui keempat solusi itu akan berjalan paralel.”Restrukturisasi perbankan dimulai Oktober 2018, kemudian restrukturisasi bisnis sudah mengundang mitra strategis yakni McKinsey & Company dalam melihat bagaimana struktur bisnis yang ideal dan strategis untuk KRAS,” ujarnya.

Adapun business controllerjuga melibatkan nama besar yakni KPMG yang menurut Silmy dapat menyelamatkan KRAS ke depan. Menurut Silmy restrukturisasi dilakukan untuk kebaikan KRAS dan kepentingan industri baja nasional. Baginya jika ada pihak yang kecewa atau tidak senang adalah satu bagian konsekuensi yang diambil.

BERITA TERKAIT

Penjualan Mobil Astra International Turun 6,7%

NERACA Jakarta – Bisnis otomotif yang masih lesu masih dirasakan PT Astra International Tbk (ASII). Dimana emiten produsen otomotif ini…

Bidik Pasar Millenials - Topping Offf Emerald Bintaro Tepat Waktu

NERACA Jakarta- Menyusul serah terima kunci apartemen A yang tepat waktu di tahun lalu, PT Jaya Real Property Tbk sebagai…

Laba Bersih Unilever Terkoreksi 24,37%

NERACA Jakarta – Pencapaian kinerja keuangan PT Unilever Indonesia Tbk di kuartal tiga tercatat negatif. Dimana perseroan dalam laporan keuangannya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pangsa Pasar Menyusut - Volume Penjualan Rokok HMSP Terkoreksi 5,7%

NERACA Jakarta - Keputusan pemermintah yang akan menaikkan cukai rokok rata-rata sebesar 23% mulai Januari 2020 menjadi ancaman terhadap pertumbuhan…

Bekasi Fajar Raup Pendapatan Rp 607,61 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) membukukan pendapatan Rp 607,61 miliar. Jumlah…

Usai Pelantikan Presiden Terpilih - Pelaku Pasar Menantikan Tim Kabinet Ekonomi

NERACA Jakarta- Sentimen positif pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Indonesia priode 2019-2024 masih menyelimuti pergerakan indeks harga saham gabungan…