Polri: Aspek Keamanan Modal Utama Negara Jaga Kedaulatan

Polri: Aspek Keamanan Modal Utama Negara Jaga Kedaulatan

NERACA

Jakarta - Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan dalam perspektif keamanan nasional, keamanan negara dan ketertiban masyarakat merupakan modal suatu negara untuk survive.

"Ini adalah modal. Sama halnya dengan keamanan, mungkin juga bukan segala-galanya, tetapi tanpa keamanan semua yang ada di dalam Negara tidak ada apa apanya," ujar Iqbal, melalui siaran pers, Jumat (19/7).

Hal itu dikatakannya saat mengunjungi pameran Indo Security Expo and Forum di Plennary Hall JCC, Senayan, Jakarta. Pameran tersebut sangat ramai dikunjungi masyarakat. Selain Kadivhumas Polri, ada pula Karo PID Divhumas Polri Brigjen Pol Syahar Diantono dan Kabag Proddok Divhumas Polri Kombes Pol Goenawan Dwianto mengunjungi pameran tersebut.

Dalam kunjungannya itu, Iqbal mengunjungi beberapa gerai pameran yang diisi oleh kesatuan dari Polri diantaranya, Div TIK Polri, Pol Air Polri, Satlantas Polri, Pusdokkes Polri, Pus Inafis Polri dan Divisi Humas Polri.

Selain mengunjungi pameran, Iqbal juga menyempatkan diri mengunjungi kompetisi siber (Cyber Competition) yang diinisiasi oleh Polri yang didukung Divisi Humas Polri bersama Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII).

Mantan Karo Penmas itu menjelaskan, Cyber Competition diikuti oleh para milenial yang memiliki kemampuan dalam mengantisipasi akses ilegal dan hacker ini sejalan dengan program yang dicanangkan oleh Presiden RI tentang manajemen talenta.

"Kaitan Cyber Competition dengan pameran ini adalah pameran ini sangat menunjang aspek keamanan itu sendiri. Karena banyak institusi kelembagaan yang ikut memamerkan alat-alat yang menunjang faktor keamanan. Karena keamanan pada era sekarang mutlak harus ditunjang oleh tools dan instrumen-instrumen yang ada dan super canggih," kata Iqbal.

Menurut dia, pameran ini harus dikembangkan dan diadakan secara berkelanjutan."Contohnya kota Jakarta, smart city dan semua teknologi keamanan sudah ada dan sudah diterapkan di semua bangunan, semua institusi kelembagaan dan di semua perusahaan, itu juga sama saja menunjang tugas-tugas Kepolisian dalam aspek keamanan seperti adanya CCTV dan Face Recognition," kata Iqbal.

Berbagai teknologi keamanan dipamerkan dalam acara pameran "Indo Security and Indo Firex 2019 Expo & Forum". Pameran yang digelar bersama dalam Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) Jakarta 2019, mendapat apresiasi positif dari Polri. Hal ini berkaitan dengan keamanan dan pengamanan negara serta peralatan teknologi keamanan yang bisa membantu tugas-tugas kepolisian."Pameran ini sangat strategis dalam perspektif keamanan negara," ujar Iqbal.

Iqbal mengatakan, pameran ini menunjang segala aspek keamanan, di mana institusi kelembagaan yang menjadi peserta pameran memamerkan alat-alat keamanan berbasis teknologi terkini.

Lebih jauh Iqbal mengatakan, jaman sekarang aspek keamanan memerlukan peralatan teknologi canggih sehingga diharapkan institusi pemerintah dan lembaga swasta mengaplikasikan teknologi ini, seperti penggunaan CCTV, face recognition, sensor alarm dan sebagainya."Seandainya semua teknologi canggih ini digunakan, maka tugas polisi akan sangat terbantukan," imbuh Iqbal.

Dia menambahkan bahwa sudah banyak kasus kejahatan bisa terungkap dengan menggunakan teknologi keamanan yang ada saat ini.

Sementara itu Managing Director PT Napindo Media Ashtama, Arya Seta Wiradipoera mengatakan, pameran Indo Security ini sangat penting sebagai penunjang smart city. Melalui pameran ini, faktor keamanan ini dilihat dalam cara pandang yang luas dan kompleks, disesuaikan perkembangan jaman.

"Seperti tugas kepolisian, pasti membutuhkan teknologi yang mendukung tugas mereka. Saat ini semua sudah terintegrasi pada sistem teknologi digital. Dengan menggunakan teknologi digital, tugas kepolisian terbantukan," kata Arya.

Dalam pameran ini, PT Napindo bekerja sama dengan Polri dan Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII), menggelar Cyber Competition. Kompetisi ini merupakan ajang lomba keamanan siber yang secara khusus fokus pada aspek operasional pengelolaan dan perlindungan layanan dan infrastruktur sistem informasi.

Para peserta tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk menguji pengetahuan mereka dalam bidang kemanan siber, tetapi mereka juga akan mendapatkan kesempatan untuk membangun hubungan dengan para profesional di industri teknologi informasi.

Cyber Competition CSI menyediakan kesempatan bagi para profesional di bidang keamanan siber untuk saling berinteraksi dan membahas berbagai tantangan keamanan dan operasional Teknologi Informasi dan Siber.

"Diharapkan, kompetisi ini menjadi wadah bagi individu yang punya keahlian dalam bidang siber. Dan selain itu, Polri bisa memberikan kesempatan bagi mereka untuk turut menjaga keamanan dan kesatuan NKRI melalui dunia siber," tutur Arya. Ant

BERITA TERKAIT

Presiden Jokowi Tetap Ingin KPK Berperan Sentral

Presiden Jokowi Tetap Ingin KPK Berperan Sentral   NERACA Jakarta - Presiden Joko Widodo mengaku tetap ingin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)…

Komitmen Pemda Cegah Korupsi di Papua Barat Dinilai Rendah

Komitmen Pemda Cegah Korupsi di Papua Barat Dinilai Rendah   NERACA Manokwari - Komitmen pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam pencegahan tindak…

Anggota DPR Kritisi Rencana Revisi PP PSTE

Anggota DPR Kritisi Rencana Revisi PP PSTE   NERACA Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta mengkritisi rencana pemerintah yang…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Indonesia Darurat Limbah Puntung Rokok - Penting Kebijakan Pengendalian Tembakau yang Komprehensif

Indonesia Darurat Limbah Puntung Rokok   Penting Kebijakan Pengendalian Tembakau yang Komprehensif NERACA Jakarta – Pengelolaan limbah puntung rokok sering dilupakan…

Kenaikan Cukai 23 Persen Kian Menghimpit Industri Rokok

Kenaikan Cukai 23 Persen Kian Menghimpit Industri Rokok   NERACA Jakarta - Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) berkepentingan untuk menyampaikan…

Dekopin Berharap RUU Perkoperasian Segera Disahkan

Dekopin Berharap RUU Perkoperasian Segera Disahkan NERACA Jakarta - Perjalanan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perkoperasian sudah mencapai tahap final. Setelah pembahasan…