Perluas Inklusi Keuangan Lewat Inovasi Layanan Kekinian

Istilah fintech (FinancialTechnology) kini bukan halyang asing didengar seiring dengan pesatnya pertumbuhan industri digital saat ini. Bergerak dinamis perubahan industri keuangan menuntut pelayanan lebih efisien, cepat dan tepat. Merespon hal tersebut banyak bermunculan pelaku industri financial teknologi dengan menawarkan berbagai inovasi dan keungguan layanan. Ya, inovasi fintechyang bermunculan jugatak lepas dari dukungan generasi milenialyang tidak hanya berperan sebagai penggunatapi juga berlomba-lomba menciptakan manfaat baru bagi masyarakat dalam inklusi keuangan, misalnya bagi merekayang unbanked.

Begitu strategisnya peranan fintech, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perusahaan fintech peer to peer lending bisa menjangkau masyarakat di pelosok yang belum tersentuh bank atau unbankable. Hal ini perlu dilakukan dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Selama ini, masyarakat yang belum tersentuh akses perbankan selalu mengandalkan jasa rentenir untuk pengembangan modal usahanya. Tidak adanya pilihan lagi membuat mereka terpaksa meminjam meski dengan bunga yang besar.”Ini harus benar-benar dimanfaatkan, penetrasi ke pasar yang jauh lebih dalam. Saya kira ini peluang yang besar," kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso.

Wimboh mengatakan, potensi digital di Indonesia sangat tinggi. Potensi itu bisa dilihat dari angka pengguna internet yang mencapai 150 juta orang dari total penduduk Indonesia sekitar 264 juta. Akan tetapi dari total pengguna internet yang mengakses layanan perbankan baru 7,39 persennya saja. Di satu sisi, Indonesia akan mengalami bonus demografi pada 2030, di mana penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif. Hal ini tentu menjadi keuntungan bagi layanan fintech.

Berangkat dari potensi pasar tersebut, Akulaku sebagai salah satu perusahaan fintech yang tercatat resmi di OJK terus berbenah diri dalam pelayanan bisnis dengan menghadirkan berbagai macam inovasi layanan guna menjawab kebutuhan pasar. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah penawaran fitur kredit offline, selain kredit online.

Martha Adlina, Komisaris Akulaku mengatakan, layanan fitur kredit offline sangat memudahkan pengguna Akulaku untuk melakukan pembayaran saat berbelanja di toko-toko yang memasang tanda Akulaku. “Tanpa perlu membawa cash, tanpa perlu kartu, cukup dengan scan barcode di toko menggunakan telepon genggam, pengguna dapat membayar dengan kredit Akulaku,”ujarnya.

Menjangkau Luas Masyarakat

Menurutnya, fitur ini merupakan langkah Akulaku untuk mendukung inklusi keuangan serta mendukung tujuan untuk mewujudkan masyarakat cashless yang berkembang pesat di seluruh penjuru dunia.”Dengan Akulaku kredit, pengguna dapat membeli makanan, minuman atau berbelanja barang-barang lain di toko-toko yang memasang tanda Akulaku serta membayar pada bulan berikutnya tanpa dikenakan bunga apa pun. Kami ingin memberikan akses pembiayaan dengan kredit yang lebih mudah untuk semua lapisan masyarakat. Akulaku sebagai pioner kredit virtual di Indonesia dan aplikasi finansial ingin menjadi bagian dari masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Fitur kredit offline ini diharapkan dapat membantu masyarakat saat berbelanja tanpa kartu kredit di toko offline yang telah bekerjasama dengan Akulaku,”ungkapnya.

Bunga (26), salah satu pegawai bank swasta di Jakarta ini merasakan betul manfaat fitur layanan kredit Akulaku offline ini. Sejak menjadi debitur Akulaku, diakuinya banyak kemudahan transaksi dilakukannya. Pengalaman yang dialaminya adalah ketika dirinya berencana membeli smartphone seharga Rp 4 juta dan baru memiliki uang muka Rp 1 juta dan sisanya 3 juta harus pinjam.”Karena pinjamnya enggak ribet, hanya modal KTP, diproses sebentar bisa dapat cicilan, beda dengan bank, pasti lebih lama prosesnya,"ungkapnya.

Dia juga tak begitu mengindahkan soal risiko bunga yang lebih tinggi. Pasalnya, Akulaku membereikan bunga kompetitif karena ada promo tiap bulannya. Menurutnya, dengan layanan Akulaku semua beres dengan mencicil yang dinilai lebih mudah tanpa harus memiliki kartu kredit.

Asal tahu saja, Akulaku kredit offline mulai diperkenalkan pada Agustus 2018 lalu dan kini telah bekerja sama dengan lebih dari 20.000 merchant di seluruh Jabodetabek yang meliputi toko-toko kelontong, warung-warung makanan dan masih akan bertambah lagi hingga menyebar di seluruh pulau Jawa pada akhir tahun nanti. Sebelum meluncurkan fitur kredit offline ini, Akulaku telah memberikan layanan kredit online, dimana pengguna dapat mengajukan kredit di aplikasi Akulaku dan akan mendapatkan platform limit kredit antara Rp 3 juta-20 juta.

Limit kredit itu dapat digunakan untuk mengkredit barang dengan pembayaran 1,2,3,6,9 hingga 12 bulan di aplikasi Akulaku dan e-commerce lain yang bekerja sama dengan Akulaku, seperti Shopee, Bukalapak, JD.ID, Blibli dan lain-lain. Untuk menyambut momen istimewa peluncuran fitur baru ini Akulaku kredit offline memberikan promo menarik kepada seluruh pengguna aplikasi Akulaku dengan memberikan potongan sebesar 50% setiap kali bertransaksi disemua toko atau warung yang bekerja sama dengan Akulaku.

Dalam menjalankan bisnisnya, penyaluran kredit Akulaku tidak hanya bersifat konsumtif saja tetapi juga pada kredit produktif dan bahkan untuk cicilan lainnya, seperti kebutuhan pendidikan dan medis. Untuk cicilan penididkan, Akulaku bakal bekerja sama dengan universitas dalam menyaring calon debitur. Cicilan dapat digunakan membayarkan biaya uang masuk dan biaya semester. Sementara untuk medis, Akulaku akan membayarkan berbentuk premi asuransi yang terhutang dalam setahun. Ambil contoh, apabila pengguna punya premi tahunan sebesar Rp5 juta, maka Akulaku akan membayarkan sesuai nominal tersebut. Lalu pengguna akan mencicil sesuai ketentuan yang diberikan.

Kata Director of Corporate Affairs and Public Relations Akulaku Indonesia, Anggie Setia Ariningsih, beragamnya inovasi layanan yang dihadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus mengalami perubahan seiring dengan tren teknologi yang berubah cepat. “Kami terus melakukan inovasi untuk menghadirkan banyak layanan dan produk yang bisa mendukung gaya hidup praktis dan mudah kepada konsumen," ujarnya.

Anggie menjelaskan upaya Akulaku dalam menghadirkan layanan yang mudah dan praktis dibarengi dengan pemberian edukasi kepada konsumen. Edukasi ini penting dilakukan agar konsumen juga memiliki kesadaran untuk menjalankan kewajiban mereka seperti membayar pinjaman tepat waktu dan sesuai jumlah yang telah disepakati. "Kami berharap bahwa melalui layanan yang ditawarkan dapat menciptakan berbagai peluang dan kemudahan bagi masyarakat Indonesia," ujarnya. (Ahmad Nabhani)

BERITA TERKAIT

Menggeliatkan Roda Perekonomian Lewat Pemerataan Sinyal

Di era digital saat ini, semua pelayanan sudah bisa dilakukan melalui smartphone, mulai dari urusan pekerjaan kantor, bayar cicilan dengan…

Beragam Solusi Keuangan di GIIAS - Astra Berikan Nilai Tambah dari Sekedar Jual Mobil

Lesunya bisnis pasar otomotif dalam negeri tidak mengurangi minat masyarakat Indonesia untuk hadir di pameran tahunan GAIKINDO Indonesia International Auto…

Awasi Sektor Keuangan, KPK Bentuk Tim Forensik

  NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan membentuk tim akuntansi forensik untuk mengawasi aliran dana pada sektor keuangan,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gandeng MRT Jakarta - Intiland Bidik Recurring Income Lahan Parkir

NERACA Jakarta – Memanfaatkan kawasan yang dekat dengan stasiun MRT Lebak Bulus, PT Intiland Development Tbk (DILD) menuai banyak berkah…

Kejar Pertumbuhan Penjualan 20% - Lorena Mengandalkan Bisnis Angkutan Udara

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan penjualan atau sales naik sebesar 15% - 20% sepanjang 2019,  PT Eka Sari Lorena Transport…

BEI Perbanyak Sekolah Pasar Modal di DIY

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal guna menjaga ketahanan pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan sosialisai…