Omzet UKM Binaan PNM Tembus Rp95 Juta/bulan

Omzet UKM Binaan PNM Tembus Rp95 Juta/bulan

NERACA

Payakumbuh, Sumbar - Sejumlah usaha kecil dan menengah (UKM) binaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Payakumbuh, Sumatera Barat, mampu menghasilkan omzet ratusan juta rupiah per bulannya

Pemilik UKM Kripik Clarisa, binaan PT PNM, Pahlevi mengatakan bisnisnya mampu menembus omzet Rp95 juta per bulan. Dia mengatakan keripik yang dijual merupakan keripik ikan asin, kripik sanjai dan berbagai jenis kripik lainnya. Keripik-keripik tersebut dikemas semenarik mungkin sebagai oleh-oleh khas Minangkabau.

Usaha keripik miliknya berpusat di wilayah Lembah Harau atau salah objek wisata di Payakumbuh yang kerap dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara."Kami produksi saat libur lebaran dan menjelang akhir tahun biasa meningkat sampai Rp95 juta per bulan, itu masih bisa lebih tergantung permintaan," kata dia kepada media dalam rangkaian acara Journalist Journey PNM 2019, Kamis (18/7).

Lanjut dia, Levi sapaan akrabnya mengatakan, jika pada hari-hari normal, bisnisnya menghasilkan omset sekitar Rp50 juta per bulan. Sejak terdaftar sebagai anggota binaan kelompok dari PNM, keripik miliknya mampu menembus tempat oleh-oleh yang paling laris di Kota Padang, termasuk swalayan dan minimarket.

Kemudian pelaku usaha UKM lainnya yaitu Yuharmonis yang merintis usaha budidaya jamur tiram sejak tahun lalu mengatakan setelah permintaan semakin banyak, mereka mencoba mengajukan pinjaman untuk menambah modal. Lalu, mendapat pinjaman dari PT PNM yang telah membuat lima klaster usaha di Sumbar.

PNM sendiri tak hanya memberikan permodalan tapi juga memberikan pelatihan mengenai budidaya jamur tiram, mulai dari pemilihan bibit, cara perawatan dan pemeliharaan, panen dan olahan berbahan dasar jamur."Omzetnya Rp150 ribu per hari dengan modal Rp50 ribu. Kita pasarkan sebagian ke Unit Layanan Modal Mikro (UlaMM) dan itu cukup untuk ongkos produksi," ujar dia.

Sementara itu, Kabag Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha PNM, Andi Irnawati mengatakan, perseroan tersebut telah membuat lima klaster usaha di Sumatera Barat (Sumbar). Hal tersebut dilakukan untuk memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) nasabah agar mampu berdaya saing."Dengan klasterisasi usaha, nasabah PNM bisa melakukan sinergi bisnis sehingga usahanya makin berkembang," kata dia.

Lalu, dia mengatakan lima klater tersebut terdiri dari madu sawit, pengolahan limbah sawit, jamur tiram, ayam petelur serta kuliner. Menurut dia, dengan konsep klaster usaha sejeni, para nasabah mendapatkan pendampingan secara terintegritas. Seperti diberikan pelatihan, cara mengurus perizinan, hingga masalah packaging dan pemasaran."PNM bisa mendatangkan trainer dari Dinas Perindustrian setempat atau nasabah yang sudah paham," kata dia lagi.

Selain itu, ia mengatakan klaster tersebut merupakab bentuk sinergi antarnasabah, seperti, produk nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dibantu pemasarannya oleh nasabah Unit Layanan Modal Mikro (UlaMM) yang omzetnya lebih besar."Selain menyuntikan modal, PNM melakukan pembinaan dan pelatihan.Hal tersebut juga mampu meningkatkan usaha nasabah Mekaar cepat berkembang" tandas dia.

Adapun PNM memproyeksikan penyaluran dana sebesar Rp13,5 triliun hingga akhir 2019, dengan rincian PNM Mekaar Rp10 triliun dan PNM Ulamm pada kisaran Rp3,5 triliun. Selain itu, PNM juga menarget untuk menambahkan jumlah nasabah PNM Mekaar dari 4,833 juta per Juli 2019 menjadi enam juta pada akhir tahun ini.

Untuk mencapai target tersebut, pada Agustus nanti, PNM akan meluncurkan program Mekaar Plus, di mana nasabah bisa mendapatkan suntikan Rp10 hingga Rp15 juta per orang tanpa jaminan.

Sekedar informasi, saat ini PNM memiliki 2.800 kantor di 34 provinsi dengan total 36.615 karyawan. Hingga Juni 2019, klaster usaha di seluruh Indonesia mencapai 45 jenis. Mohar

BERITA TERKAIT

Difasilitasi, IKM Furnitur Sukoharjo Tembus Pasar AS

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian semakin aktif memacu pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas…

Tangerang Berdaya Bantu Pelaku UKM Kembangkan Bisnis

Tangerang Berdaya Bantu Pelaku UKM Kembangkan Bisnis   NERACA Tangerang - Komunitas Tangerang Berdaya di Kota Tangerang, Banten, siap membantu pelaku…

Biaya Eksplorasi di Bulan Juli - PT Timah Serap Dana Capai Rp 97,40 Miliar

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan produksi timah lebih besar lagi, eksplorasi PT Timah Tbk (TINS) di semester tidak pernah berhenti.…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Milad Seabad, TK ABA Gelar Berbagai Kegiatan

Milad Seabad, TK ABA Gelar Berbagai Kegiatan  NERACA Jakarta - Di usianya yang kini mencapai Satu Abad (1919 – 2019),…

BRG Libatkan Tokoh Agama Edukasi Petani Sumsel

BRG Libatkan Tokoh Agama Edukasi Petani Sumsel   NERACA Palembang - Badan Restorasi Gambut (BRG) melibatkan tokoh agama Islam untuk mengedukasi…

Diskominfo Kota Sukabumi Giatkan Program DBHCHT

Diskominfo Kota Sukabumi Giatkan Program DBHCHT   NERACA Sukabumi - Bersama dengan tiga Dinas lainya, yakni Diskopdagrin, Dinas Kesehatan, dan Disnakertrans.…