Kantar Rilis 10 Iklan Ramadan 2019 Terbaik

NERACA

Jakarta - Perusahaan data, dan konsultasi berskala global, Kantar Indonesia menggelar penghargaan ‘Most Loved’ Indonesian Ramadhan Ad. CEO Divisi Insight Kantar Indonesia, Suresh Subramanian mengatakan iklan Ramadan paling sukses tahun 2019 telah mendobrak norma iklan tradisional Ramadan. "Penerimaan pemirsa akan terobosan tersebut mencerminkan perubahan Indonesia yang mencari dan menghargai ketulusan dari tujuan yang autentik," kata Suresh Subramanian dalam keterangan yang diterima, kemarin.

Adapun tiga tema yang menonjol dalam iklan ramadan tahun 2019 adalah autentik yakni membawa keadaan sesungguhnya dan menjadi berani, dalam segi konteks menggambarkan keadaan sesungguhnya. Sementara dari sisi bersikap, membawa cerita tentang ketegangan yang dialami dalam diri sendiri atau eksternal. Tema kedua adalah simbolisme yakni cerita yang disampaikan mempunyai makna dalam dan bermakna dari sekedar ritual simbolik yang terlihat, seperti Bedug ataupun Adzan untuk salat atau sahur. "Tema ketiga aadalah menjaga agar mudah diterima," kata Suresh Subramanian.

Creative Development Lead, Kantar Indonesia, Aparna Sinha mengatakan, iklan Ramadan sering mengikuti pendekatan yang aman. Namun tahun ini para pengiklan lebih berani menyoroti beberapa ketegangan eksternal. "Ini membuat mereka menjadi lebih menarik," kata Aparna Sinha.

Neuroscience Lead Kantar Indonesia, Nitin Sharma, menyatakan cerita yang bermakna dan membawa unsur intropeksi diri selama bulan Ramadan memunculkan perasaan dalam, membuat kreativitas lebih emosional dan berkesan. "Mengukur emosi momen demi momen menjadi sangat penting, terutama dalam membangun hubungan yang bermakna dengan orang Indonesia ketika memanfaatkan periode Ramadan," kata Nitin Sharma.

GO-JEK memenangkan perhargaan iklan Ramadhan ‘Most Loved’ di Indonesia. Tema "Cari Kebaikan" menarik hati orang Indonesia melalui humornya yang menunjukkan bagaimana GO-JEK dapat membantu mereka melakukan perbuatan baik dengan lebih mudah. Berdasarkan Kantar facial coding, pemirsa menjadi 50 persen lebih ekspresif ketika menonton iklan ini dibandingkan dengan iklan Ramadan lainnya.

Sementara ‘Maknai Kebersamaan’ oleh Matahari memenangkan penghargaan iklan Ramadhan ‘Most Enjoyable’, berkisah mengenai kerinduan seorang anak laki-laki kepada ayahnya. Menariknya, anak tersebut berpenampilan dan berperilaku seperti ayahnya. Cerita menjadi lengkap ketika sang ayah akhirnya pulang ke rumah.

Sedangkan ‘Syukuri Hari’ oleh Djarum mendapatkan penghargaan iklan Ramadhan ‘Most Buzzworthy’ untuk cerita dan pesan mengenai intropeksi diri, mendorong para pemirsa untuk merasa bersyukur dan menjadi lebih positif selama bulan Ramadan. Adapun Sprite’s ‘Ujian Puasa’ terpilih sebagai iklan Ramadhan ‘Most Noticed’ untuk humor ringan, adegan yang berkesan dan menyegarkan. Momen puasa digunakan untuk menciptakan godaan terhadap merek, tanpa menunjukkan momen konsumsi apa pun.

Sementara P&G ‘Aku Pilih Maaf Ibu’ terpilih sebagai iklan Ramadhan ‘Most Popular’ untuk cerita yang mengharukan dan membahas bagaimana ibu dan anak mengatasi ketegangan mereka karena perbedaan. Iklan teserbut memperoleh buzz tingkat tinggi dengan 25 juta views di Youtube.

Penelitian ‘Most Loved’ Indonesian Ramadhan Ad 2019 didasarkan pada data survei 1.000 konsumen di seluruh Indonesia. Penelitian ini dilakukan secara online pada 17-27 Mei dan 4-19 Juni 2019. Pada pengujian tahap pertama, responden diminta menggambarkan iklan yang mereka ingat dan sukai. Daftar pendek 20 iklan kemudian dibuat. Iklan-iklan ini diperlihatkan kepada sekelompok konsumen yang ditanyai pertanyaan untuk membangun pengakuan, disukai, dapat dibagikan, dan keunikan.

BERITA TERKAIT

Program Hukum Humaniter Indonesia Didukung Palang Merah Internasional

    NERACA   JENEWA – Pada Konferensi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang diselenggarakan pada 9 hingga 12…

Penerimaan Pajak 2019 Diakui DJP Cukup Berat

    NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo menyebutkan pertumbuhan penerimaan pajak 2019 cukup berat…

Pemerintah Pastikan Dorong Pembiayaan dari SBN Domestik di 2020

    NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman memastikan pemerintah akan mendorong…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Dunia Usaha Berharap Banyak dengan Omnibus Law

      NERACA   Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau Kadin menyebutkan bahwa para pelaku usaha dan…

Atasi Defisit BPJS Kesehatan, Menkes Tawarkan Tiga Alternatif

    NERACA   Jakarta - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menawarkan tiga alternatif untuk mengatasi permasalahan defisit anggaran Badan…

Taiwan Optimis Tingkatkan Penjualan di TIBS 2020

    NERACA   Jakarta - Perhelatan Taiwan International Boat Show (TIBS) akan kembali digelar pada 12-15 Maret 2020 di…