MGRO Berikan Jaminan Pinjaman Anak Usaha

NERACA

Jakarta – Danai pengembangan bisnis anak usahanya, PT Mahkota Group Tbk (MGRO) menandatangani akta jaminan perusahaan untuk pelunasan utang PT Berlian Inti Mekar (BIM). BIM merupakan anak usaha yang 99,99% sahamnya dimiliki secara langsung oleh perusahaan.”Nilai objek jaminan perusahaan atau corporate guarantee yang timbul dari perikatan ini adalah sebesar Rp 200 miliar,"kata Usli, Direktur Utama MGRO dalam siaran persnya di Jakrta, Rabu (17/7).

Jaminan ini diberikan kepada PT Bank UOB Indonesia yang timbul sehubungan dengan fasilitas kredit yang telah diterima oleh BIM dengan nilai Rp 200 miliar. Corporate guarantee diberikan perusahaan untuk memenuhi persyaratan perjanjian kredit serta menjamin kewajiban pembayaran BIM atas pinjaman.

Transaksi ini akan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan operasional perusahaan, yaitu dapat meningkatkan produktivitas di masa yang akan datang. Hal ini akan memberikan nilai tambah dan keuntungan bagi perusahaan selaku pemegang saham BIM. Sebagai informasi, tahun ini MGRO menargetkan kontribusi penjualan produk turunan minyak sawit mentah (crude palm oil) mencapai Rp3,4 triliun atau 60% dari target penjualan yang dibidik pada 2019 sebesar Rp5,6 triliun.

Sekretaris Perusahaan Mahkota Group, Elvi pernah bilang, target penjualan perusahaan perkebunan kelapa sawit itu sebesar Rp5,6 triliun pada tahun ini. Akan tetapi dengan catatan pabrik refinery CPO yang saat ini tengah dibangun perseroan dapat beroperasi pada semester II/2019. Dirinya menambahkan, pabrik tersebut dapat menghasilkan minyak goreng dengan kapasitas produksi 1.500 ton per hari. Selain itu, emiten berkode saham MGRO itu juga akan dapat mengolah minyak kernel atau palm kernel oil (PKO). "Kernel crushing plant bakal menghasilkan minyak inti sawit sebesar 400 ton per hari," imbuhnya.

Menurut Elvi, MGRO berencana untuk melakukan tes pengujian pabrik pada Agustus 2019. Saat ini, progres pembangunan pabrik itu sudah mencapai sekitar 80%. Perseroan, lanjutnya, membangun pabrik tersebut dengan menggunakan dana hasil initial public offering. Saat IPO pada 12 Juli 2018, MGRO mengantongi dana Rp158,33 miliar. Disebutkan, sebesar 60% dana hasil IPO tahun lalu dipergunakan utk pembangunan pabrik tersebut, di mana biaya secara keseluruhan mencapai sekitar Rp300 miliar.

BERITA TERKAIT

Beragam Solusi Keuangan di GIIAS - Astra Berikan Nilai Tambah dari Sekedar Jual Mobil

Lesunya bisnis pasar otomotif dalam negeri tidak mengurangi minat masyarakat Indonesia untuk hadir di pameran tahunan GAIKINDO Indonesia International Auto…

Dunia Usaha - Regulator Cari Solusi Permanen Skema Tarif Jasa Penerbangan

  NERACA Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian sedang mencari solusi mengenai skema pentarifan di industri penerbangan.…

Danai Belanja Modal - Mega Perintis Raih Pinjaman Rp 107,113 Miliar

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, perusahaan ritel fesyen khusus pria PT Mega Perintis Tbk (ZONE) memperoleh fasilitas pinjaman senilai…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gandeng MRT Jakarta - Intiland Bidik Recurring Income Lahan Parkir

NERACA Jakarta – Memanfaatkan kawasan yang dekat dengan stasiun MRT Lebak Bulus, PT Intiland Development Tbk (DILD) menuai banyak berkah…

Kejar Pertumbuhan Penjualan 20% - Lorena Mengandalkan Bisnis Angkutan Udara

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan penjualan atau sales naik sebesar 15% - 20% sepanjang 2019,  PT Eka Sari Lorena Transport…

BEI Perbanyak Sekolah Pasar Modal di DIY

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal guna menjaga ketahanan pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan sosialisai…