Pemkot Tangerang Pasang "Ground Tank" Atasi Banjir

Pemkot Tangerang Pasang "Ground Tank" Atasi Banjir

NERACA

Tangerang - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengatasi banjir melalui pemasangan "ground tank" di setiap titik genangan dan banjir di daerah itu.

Camat Neglasari Ubaidillah Ansar di Tangerang, Rabu (10/7) mengatakan saat ini seluruh kecamatan sedang melakukan pendataan dan verifikasi lapangan untuk menghitung berapa kebutuhan "ground tank" sesuai kondisi genangan dan banjir di setiap wilayah.

Di Kecamatan Neglasari, kata dia, sudah tahap uji coba atau penghitungan waktu serapan air hujan hingga menjadi air bersih kembali di sumur injeksi."Proses kerja 'ground tank' ini ada tiga titik. Pertama itu In-lite yaitu lubang-lubang serapan. Selanjutnya terhubung dengan paralon mengalir ke modular tank," kata dia.

Ia menjelaskan modular tank berupa kotak hitam ukuran besar dengan ruang-ruang lubang yang dibalut dengan kain geotekstil."Di sinilah diprosesnya air hujan yang kotor menjadi air bersih. Penyaringan dengan kain putih khusus tersebut," kata dia.

Setelah dari modular tank, air akan mengalir ke titik akhir sumur injeksi. Di titik itulah akan terjadinya penyerapan air bersih untuk kembali ke tanah. Namun, kata dia, jika terjadi genangan atau banjir dengan debit cukup tinggi, membuat sumur injeksi penuh.

"Ground tank" yakni konsep penyerapan dan pengolahan genangan dan banjir untuk kembali ke tanah secara bersih."Dengan ini, kita menabung air untuk Bumi," tutur dia.

Dalam uji coba penyerapan air di Kecamatan Neglasari, air yang mengalir berhasil disaring hingga mengalir ke sumur injeksi yang hanya memerlukan waktu lima menit."Kami butuh konsep penyerapan ini. Di Neglasari tidak ada titik yang sangat parah terhadap genangan dan banjiri. Ini program bagus untuk masyarakat," kata dia.

Berdasarkan informasi BMKG, musim kemarau di Kota Tangerang akan berlangsung hingga Agustus. Walau kurun waktu cukup lama, PDAM Kota Tangerang telah memastikan stok air aman.

"Setelah kami cek, suplai air ke masyarakat masih aman. Untuk antisipasi tetap ada jika terjadi kekurangan. Kami menyediakam empat mobil tangki untuk didistribusikan air ke masyarakat," kata pimpinan Humas PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang Ichsan Sodikin.

Sejauh ini, belum ada masyarakat yang meminta bantuan air bersih ke PDAM, sedangkan stok dan distribusi air bersih pada musim kemarau ini masih aman. Ant

BERITA TERKAIT

Kemendagri Jangan Langgar Aturan Sendiri

Kemendagri Jangan Langgar Aturan Sendiri NERACA Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI diminta untuk tidak melanggar aturan yang sudah…

Diskopdagrin Kota Sukabumi Akan Lakukan Sidak - Jelang Natal dan Tahun Baru

Diskopdagrin Kota Sukabumi Akan Lakukan Sidak  Jelang Natal dan Tahun Baru NERACA Sukabumi - Menjelang peringatan hari natal dan tahun…

Dosen Mengabdi IPB Lakukan Pelatihan dan Sertifikasi - Tingkatkan Kualitas SDM Operator Alat Suling Atsiri

Dosen Mengabdi IPB Lakukan Pelatihan dan Sertifikasi Tingkatkan Kualitas SDM Operator Alat Suling Atsiri NERACA Jonggol, Bogor - Lembaga Penelitian…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Di Bawah Rachmat Kaimuddin Kinerja Bukopin Kian Moncer, Raup Laba Rp151 Miliar

Di Bawah Rachmat Kaimuddin Kinerja Bukopin Kian Moncer, Raup Laba Rp151 Miliar NERACA Jakarta - PT Bank Bukopin Tbk terus…

Travel Insight bersama KAI Expo 2019 Dorong Kinerja Industri Pariwisata Indonesia

Travel Insight bersama KAI Expo 2019 Dorong Kinerja Industri Pariwisata Indonesia NERACA Serpong - Seiring meningkatnya animo masyarakat untuk melakukan…

Kemendagri Jangan Langgar Aturan Sendiri

Kemendagri Jangan Langgar Aturan Sendiri NERACA Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI diminta untuk tidak melanggar aturan yang sudah…