Anak dan Perempuan Rentan Terhadap TPPO

Anak dan Perempuan Rentan Terhadap TPPO

NERACA

Jakarta - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak untuk kepentingan anak-anak, Save the Children menyatakan anak-anak dan perempuan rentan menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) sehingga perlindungan terhadap kelompok itu harus semakin ditingkatkan.

"Sebenarnya apapun modusnya itu, selalu saja kalau TPPO ataupun model kejahatan seperti itu pasti korbannya adalah perempuan dan nak yang tidak berdaya, terutama dari keluarga miskin ," kata Child Protection Advisor dari Save the Children Zubedy Koteng di Jakarta, Jumat (12/7).

Ia menambahkan kebanyakan korban TPPO adalah mereka yang berasal dari keluarga dengan kesulitan keuangan sehingga terjebak dalam tindak kejahatan itu.

"Kita harus tahu bahwa anak-anak dan perempuan itu rentan ketika mereka berada pada situasi marginal termasuk yang miskin, pendidikan rendah, yang berada di wilayah daerah terpencil tidak punya akses informasi, jadi harusnya dibangun upaya pencegahan tersebut oleh otoritas setempat," jelas dia.

Dari sisi perlindungan anak, dia mengemukakan perlu penguatan sistem perlindungan anak dengan payung hukum yang kuat dan peraturan daerah yang mencegah TPPO ataupun upaya eksploitasi dan kekerasan terhadap anak.

"Saya melihat kita lebih banyak menangani kasus pada tataran sudah terjadi tetapi kebanyakan kita lupa harusnya ada upaya pencegahan," lanjut dia.

Upaya penerapan Undang-undang tentang perlindungan anak perempuan, harus dilakukan merata di seluruh Indonesia.

Dia menerangkan upaya pencegahan harus menjadi prioritas agar anak-anak dan perempuan tidak lagi menjadi korban TPPO dan tindak kekerasan, seperti pemberdayaan masyarakat, penguatan pendidikan warga dan sosialisasi tentang bahaya tindak kejahatan yang bisa menyerang anak dan perempuan.

"Harusnya pemerintah sudah melakukan tindak preventif ketika mereka itu berada di daerah miskin, terbelakang, daerah yang banyak tidak mampu bersekolah sampai tingkat yang lebih tinggi, itu harusnya sudah ada upaya pencegahan terutama untuk mengembangkan peraturan-peraturan daerah yang mengikat," tambah dia.

Sebelumnya, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) untuk Mempawah Kalimantan Barat mengatakan hingga saat ini ditemukan 16 korban TPPO dengan modus pengantin pesanan yang berasal dari Kalimantan Barat, yang dikirim ke China.

Ketua SBMI untuk Mempawah Kalimantan Barat, Mahadir mengatakan jumlah itu bertambah dari sebelumnya ditemukan 13 orang korban TPPO dengan modus tersebut.

Dari total 16 orang korban TPPO, tersebut 10 korban telah berhasil kembali ke Indonesia. Korban mengalami eksploitasi untuk bekerja, bahkan pelecehan seksual.

Enam korban yang tersisa masih berada di China, dengan rincian dua di Kedutaan Besar Republik Indonesia di China dan empat orang masih berada di rumah "pengantin pria" di China. Ant

BERITA TERKAIT

Siapkan Generasi Milenial Antikorupsi Sejak Dini

Siapkan Generasi Milenial Antikorupsi Sejak Dini   NERACA Purwokerto - Pakar hukum dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Prof. Hibnu Nugroho…

Wacana Penghapusan IMB dan Amdal Keliru

Wacana Penghapusan IMB dan Amdal Keliru NERACA Jakarta - Tokoh lingkungan hidup Indonesia Profesor Emil Salim menilai wacana penghapusan Izin…

Pembumian Pancasila Jadi Solusi Efektif Memitigasi Risiko Bernegara

Pembumian Pancasila Jadi Solusi Efektif Memitigasi Risiko Bernegara   NERACA Jakarta - Upaya pembumian dan habituasi nilai-nilai Pancasila dinilai merupakan langkah…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Peroleh Pembiayaan Bank dengan Jaminan HKI Tak Mustahil

Peroleh Pembiayaan Bank dengan Jaminan HKI Tak Mustahil   NERACA Jakarta - Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, mengungkapkan, memperoleh pembiayaan…

Indonesia Akan Luncurkan Indeks Akses untuk Keadilan

Indonesia Akan Luncurkan Indeks Akses untuk Keadilan   NERACA Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), berkolaborasi dengan konsorsium berbagai lembaga…

Satgas Saber Pungli Sudah Terima 37 Ribu Laporan - Sejak Berdiri 2016

Satgas Saber Pungli Sudah Terima 37 Ribu Laporan Sejak Berdiri 2016   NERACA  Bogor - Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar…