Kalbe Farma Bidik Cuan di Bisnis Kecantikan - Gandeng Perusahan Taiwan

NERACA

Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan, inovasi dan pengembangan bisnis menjadi strategi yang dilakukan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Menggandeng perusahaan bioteknologi Scivision Biotech Taiwan sebagai mitra produksi, emiten farmasi ini meluncurkan produk baru di bisnis kecantikan yakni produk Facille Dermal Filler.

Marketing Director KLBF, Mulia Lie menyatakan, Facille sebagai pilar baru bagi portofolio bisnis perseroan,”Bisnis ini dijalankan oleh divisi baru yang masuk ke sektor kesehatan khususnya lini aesthetic dan wellness. KLBF akan memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap produk antiaging,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dirinya melihat potensi pasar yang menarik di usia produktif. Menurut dia,orang pada usia ini semakin sadar pada kesehatan dan penampilan. Sejalan dengan tren global dan meningkatnya kesadaran mayarakat mengenai dunia kecantikan terutama terkait penuaan, KLBF memberikan solusi dengan produk Facille Dermal Filler ini.

Mulia bilang potensi di bisnis kecantikan masih bagus. Buktinya saja produk yang baru diluncurkan pada 6 Juli 2019 lalu sudah menerima lebih dari 100 permintaan alat suntik. Pada momen peluncuran tersebut, KLBF turut mengikuti event International Master Course in Aging Science (IMCAS) Asia yakni berkumpulnya dermatologi dan dokter bedah plastik se-Asia. KLBF mengajak dr Dikky SpKK sebagai dermatologist expert sekaligus ambassador produk-produk aesthetic KLBF.

Skema bisnis produk ini secara rinci dijelaskan Mulia. Taiwan memproduksi dan menetapkan harga. Kemudian KLBF mengimpor untuk kepentingan penjualan di Indonesia. KLBF sebagai mitra Scivision Biotech Taiwan bertugas promosi dan distribusi produk lewat anak-anak usahanya. Khusus promosi dikerjakan KLBF karena punya hubungan baik dengan dokter dan klinik.Distribusi dilakukanlewat Enseval, entitas anak KLBF yang bergerak khusus di sektor logistik. Distribusi produk sudah ke kota besar di Jakarta khususnya ke rumah sakit aesthetic, klinik kecantikan dan dermatologis.

Mulia bilang, sementara ini semua produk Facille masih impor. Namun, tidak menutup kemungkinan jika perkembangan penjualan semakin, baik bisa saja KLBF memproduksi sendiri. Rencana jangka panjang ini diakui Mulia untuk melengkapi portofolio KLBF di lini bisnis baru. Untuk target bisnis, lanjutnya, perseroan belum bisa memproyeksikan target kontribusi bisnis kecantikan ini terhadap KLBF karena masih merintis. Namun Mulia menyakini, potensi produk ini akan bertumbuh pesat.

Dirinya berani menargetkan hingga satu tahun bisa menjual 3.000-5.000 jarum suntik. Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) lebih dari Rp 1,5 triliun. Presiden Direktur KLBF, Vidjongtius bilang, anggaran terbesar akan digunakan untuk membangun dua pabrik baru di Cikarang dan Pulogadung dengan total mencapai Rp 1 triliun. Nantinya, kata Vidjongtius, kedua pabrik tersebut memproduksi obat bebas dari PT Bintang Toedjoe & Saka Farma yang sebagian besar sahamnya dikuasai KLBF.

Selain itu, untuk pengembangan pabrik bahan baku obat dan produk biologi sebesar Rp 500 miliar. Di mana, pengembangan tersebut rencananya mulai bisa dikomersilkan akhir tahun ini dengan menggandeng mitra dari Korea Selatan (Korsel) yang berkontribusi sekitar 40%. "Ini obat biologi untuk peningkatan sel darah merah, atau reitropoietin (EPO). Ini produk biologi pertama kita. Kita juga siapkan beberapa calon produk lainnya, tapi kita masih bicarakan bahan bakunya," jelasnya.

BERITA TERKAIT

Sikapi Kasus Industri Reksadana - APRDI Tekankan Pembinaan Kode Etik

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayarnya keuntungan dari hasil produk investasi Narada Asset Manajemen kepada investor dan juga kasus yang…

Dukung Pengembangan Starup - Telkom dan KB Financial Rilis Centauri Fund

NERACA Jakarta – Sebagai salah satu langkah untuk mengembangkan bisnis digitalnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya…

Topang Pertumbuhan Pendapatan - BEEF Diversifikasi Bisnis Logistik di 2020

NERACA Jakarta –Menunjang bisnis utama di pengolahan daging sapi, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) merambah bisnis baru di sektor…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Divestasi Bank Permata - Astra Luluh Ke Tawaran Bank Bangkok

NERACA Jakarta – Sikap bersikukuh PT Astra International Tbk (ASII) untuk tetap mempertahankan kepemilikan saham di PT Bank Permata Tbk…

Wujudkan Perusahaan Sehat - Garuda Bekukan Rute London Yang Bikin Tekor

NERACA Jakarta – Perdagangan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/12) pada sesi…

Perintis Tiniti Bidik Dana IPO Rp 250 Miliar

NERACA Jakarta –Tutup tahun 2019, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih tinggi. Salah satunya, PT Perintis…