Volume Penjualan Semen SMCB Turun 3,30%

NERACA

Jakarta – Melorotnya penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di semester pertama tahun ini, juga dirasakan oleh anak usahanya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin perseroan mengungkapkan, volume penjualan semen di semester pertama terkoreksi 3,30% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan yang tercatat berjumlah 4,69 juta ton dari 4,85 juta ton.

Perusahaan yang dulunya bernama PT Holcim Indonesia Tbk. tersebut menjual sebanyak 4,45 juta ton semen di dalam negeri sepanjang semester I/2019, jumlah tersebut terkoreksi 2,13% dari realisasi 2018. Sementara itu, volume epenjualan ekspor jumlahnya turun 20,87% menjadi 240.060 ton dari realisasi tahun sebelumnya yang tercatat 303.373 ton.

Pada Juni 2019, volume penjualan semen domestik Solusi Bangun Indonesia tercatat meningkat 3,49% menjadi 534.402 ton dibandingkan dengan Juni 2018 yang tercatat 516.362 ton. Untuk penjualan ke pasar ekspor tercatat meningkat 92,26% menjadi 31.613 ton dari tahun sebelumnya 16.443 ton. Realisasi volume penjualan pada Juni 2019 tercatat lebih lemah 29,55% dibandingkan dengan Mei 2019 yang sebelumnya tercatat 3,35 juta ton. Penjualan semen domestik pada Juni 2019 terkoreksi 29,77%, sedangkan penjualan semen ekspor terkoreksi 53,53%.

Menjadi bagian dari Semen Indonesia, perseroan akan memperlebar sayap grup Semen Indonesia khususnya di daerah seperti Sumatera dan Jawa Barat. SMCB selama ini selain menjual semen curah dan kantung, perseroan diketahui juga menyediakan solusi agregat dan beton inovatif mulai dari ready mix hingga mortar. Perseroan sendiri akan dikelola oleh PT Semen Indonesia Industri Bangunan ( SIIB ) sebagai bagian dari SMGR.

Saat ini setidaknya SMCB memiliki sekitar 30 ready mix plant. Soal bisnis produk turunan semen, bagi SMCB rata-rata porsinya masih sekitar 30% dari bisnis perseroan sedangkan sebagian besarnya 70% dari semen curah dan kantung. Tahun ini, perseroan tidak mematok target yang terlalu tinggi. Perseroan hanya akan fokus menjaga pangsa pasar penjualan semen hingga akhir tahun stabil pada 15%.

Direktur Solusi Bangun Indonesia, Agung Wiharto pernah bilang bahwa pada awal tahun, pasar penjualan semen dalam negeri masih mengalami tekanan-tekanan yang disebabkan berbagai faktor. Kondisi tersebut terus berlanjut hingga periode kuartal II/2019 yang akan habis. Selain itu, kondisi keuangan perseroan yang belum stabil, membuat perseroan tidak mematok target yang terlalu besar pada tahun ini.

Adapun, hingga Mei 2019, SMCB tersebut menguasai 15,3% pangsa pasar semen dalam negeri.“Kami perkirakan pada semester II bisa tumbuh di atas 3% [industri] dan harapannya bisa tumbuh, paling tidak kami bisa menjaga market share kami seperti tahun lalu,” ujarnya.

BERITA TERKAIT

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…

Raup Bisnis Daur Ulang Sampah Plastik - Coca Cola Inisiasi Packaging Recovery Organization

NERACA Jakarta – Sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mengurangi sampah plastik, produsen minuman kemasan Coca Cola Indonesia sangat aktif dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jakarta Garden City Raih Golden Property Awards 2019

Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City seluas 370 hektar yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses, anak perusahaan dari PT…

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…