Semester Satu, Laba Sritex Tumbuh 15,14%

NERACA

Jakarta – Semester pertama tahun ini, PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex berhasil membukukan penjualan kotor meningkat sebesar 15,14% dibandingkan dengan semester I 2018. Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (16/7) mengungkapkan, kenaikan tersebut merupakan pencapaian di atas rata-rata industri mengingat perang dagang yang masih mencemaskan pasar. Penjualan yang kuat tersebut didukung oleh dominan nya penjualan benang yang berkontribusi sebesar 40,1% terhadap total penjualan hingga Semester I 2019.

Perseroan menjelaskan, pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan didukung oleh penerapan strategi yang tepat, hal ini bisa terlihat dari laba bersih perusahaan yang ikut meningkat 12,3% year on year (yoy) pada 6 bulan pertama tahun ini, menjadi US$ 63,25 juta. Hal ini ditopang oleh nilai tambah yang terus dikejar oleh Perusahaan agar dapat memperbaiki net overall margin.

Menariknya, kontribusi penjualan ke Amerika Serikat dan Amerika Latin juga meningkat sebanyak 3,2 kali lipat hingga pertengahan tahun ini, atau berkontribusi sebesar 13,6% dari total penjualan ekspor senilai US$ 51,35 juta dari US$ 15,98 juta di periode tahun sebelumnya. “Untuk itu fokus Perusahaan pada tahun ini adalah untuk meningkatkan utilisasi seluruh divisi produksi, terutama yang menghasilkan margin lebih tinggi yaitu di bagian finishing dan garmen,”kata Allan Moran Severino, Direktur Keuangan SRIL.

Perusahaan tentu juga terus menjaga keseimbangan produksi demi mempertahankan sistem integrasi yang berkelanjutan. Kapasitas produksi Sritex untuk 2019 adalah: Pemintalan benang (Spinning) 1,15 juta bales per tahun, Penenunan (Weaving) sebesar 180 juta meter per tahun, Kain jadi (Finishing) sebesar 240 juta yard per tahun dan Konveksi (Garment) sebesar 32-35 juta potong per tahun. Perseroan menargetkan, tingkat utilisasi seluruhnya dapat tercapai di atas 90% atau lebih pada tahun ini.

BERITA TERKAIT

Sikapi Kasus Industri Reksadana - APRDI Tekankan Pembinaan Kode Etik

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayarnya keuntungan dari hasil produk investasi Narada Asset Manajemen kepada investor dan juga kasus yang…

Dukung Pengembangan Starup - Telkom dan KB Financial Rilis Centauri Fund

NERACA Jakarta – Sebagai salah satu langkah untuk mengembangkan bisnis digitalnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya…

Topang Pertumbuhan Pendapatan - BEEF Diversifikasi Bisnis Logistik di 2020

NERACA Jakarta –Menunjang bisnis utama di pengolahan daging sapi, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) merambah bisnis baru di sektor…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Divestasi Bank Permata - Astra Luluh Ke Tawaran Bank Bangkok

NERACA Jakarta – Sikap bersikukuh PT Astra International Tbk (ASII) untuk tetap mempertahankan kepemilikan saham di PT Bank Permata Tbk…

Wujudkan Perusahaan Sehat - Garuda Bekukan Rute London Yang Bikin Tekor

NERACA Jakarta – Perdagangan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/12) pada sesi…

Perintis Tiniti Bidik Dana IPO Rp 250 Miliar

NERACA Jakarta –Tutup tahun 2019, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih tinggi. Salah satunya, PT Perintis…