Indeks Pembangunan Kesehatan : Bali Tertinggi, Papua Terendah

NERACA

Jakarta - Provinsi Bali menjadi wilayah yang memiliki Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) paling tinggi sementara Papua menjadi yang terendah di antara 33 provinsi lainnya di Indonesia, berdasarkan data dari Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan. Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan di Jakarta, Senin (15/7), hasil IPKM ini sangat bermanfaat dan akan digunakan untuk pengambilan keputusan kebijakan terkait sebagai langkah intervensi pada masalah kesehatan di tiap daerah di Indonesia.

"IPKM ini penting, karena menunjukkan sampai ke kabupaten-kota. Kekurangan tiap kabupaten-kota tidak sama, pasti kita akan intervensi sesuai data yang kita lihat, supaya bisa menerapkan pembangunan kesehatan yang merata di seluruh Indonesia," kata Menkes. Data IPKM 2019 yang diluncurkan oleh Balitbang Kemenkes secara umum menunjukkan peningkatan nasional pada pembangunan kesehatan manusia dibandingkan IPKM tahun 2013.

IPKM Indonesia secara nasional pada 2013 di angka 0,5404 menjadi naik pada 2019 di angka 0,6087. IPKM dihasilkan dari penilaian 30 indikator yang masuk dalam tujuh sub indeks penilaian tiap provinsi, yaitu kesehatan balita, kesehatan reproduksi, perilaku kesehatan, pelayanan kesehatan, penyakit tidak menular, penyakit menular, pelayanan kesehatan, dan kesehatan lingkungan.

Bali menjadi provinsi dengan IPKM tertinggi karena dinilai sudah memiliki infrastruktur kesehatan yang baik, termasuk dari sisi kesehatan lingkungan dan cakupan imunisasi. Sementara wilayah Papua disebut masih terkendala geografis dan masalah infrastruktur yang membuat rendahnya pembangunan kesehatan di wilayah tersebut.

Menkes Nila memahami kendala tersebut namun tetap menginginkan agar pembangunan kesehatan di provinsi paling timur Indonesia tersebut juga menjadi perhatian oleh pemerintah daerah setempat. "Akses ke daerah masih jadi masalah yang belum kita selesaikan. Seringkali sulit mencapai fasilitas kesehatan karena transportasi dan infrastruktur yang belum begitu baik," kata Menkes.

BERITA TERKAIT

Defisit BPJS Kesehatan Tahun Ini Diprediksi Meningkat

      NERACA   Jakarta – Defisit BPJS Kesehatan pada tahun ini diprediksi semakin meningkat. Hal itu seperti dikatakan…

Stop Generalisasi Isu Papua, Masyarakat Diharapkan Bijak dalam Bersikap

  Oleh : Rahmat Siregar, Pengamat Sosial Politik    Demonstrasi berujung kericuhan terjadi di Manokwari dan Sorong, Papua Barat pada…

Tunggakan Obat Capai Rp 200 Miliar - Kalbe Farma Menelan Pil Pahit BPJS Kesehatan

NERACA Jakarta  -Defisitnya anggaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang menyentuh angka Rp 28 triliun pada tahun ini, tidak…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Sasa Raih Penghargaan Top Brand Award 2019

    NERACA   Jakarta – Perusahaan yang bergerak di bidang bumbu makanan, PT Sasa Inti mengalami pertumbuhan dan perkembangan…

Indonesia Butuh Haluan Ideologi Pancasila

    NERACA   Jakarta - Aktivis penggagas gerakan PancasilaPower, Rieke Diah Pitaloka mendeklarasikan gerakan kebangsaan PancasilaPower di IKIP Budi…

Said Abdullah: Pendekatan Ekonomi dan Keamanan Jadi Lokomotif Penyelesaian Masalah Papua

  NERACA   Jakarta - Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah menegaskan sinergitas antara aspek ekonomi dan…